Monday, August 18, 2008

CS-Amal Berebut Dukungan di Walmas

Sunday, 17 August 2008

LUWU(SINDO) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Andi Mudzakkar-Syukur Bijak, Cakka-Siku (CS) dan Amir Kaso-Syamsul Sabbea (Amal) berebut dukungan di Kecamatan Walenrang- Lamasi (Walmas).

Kedua pasangan calon tersebut mengklaim telah memiliki dukungan warga dari daerah yang digadang-gadangkan akan menjadi daerah otonom itu.Alasannya,masing-masing pendamping dua paket tersebut merupakan putra terbaik Walmas yang nantinya akan memperjuangkan bagian tengah Luwu menjadi satu kabupaten.

“Kami optimistis dapat meraih banyak dukungan warga Walmas karena pendamping Cakka, Syukur Bijak merupakan figur yang memiliki kans besar di daerah tersebut,”kata Sekretaris TP 48 Suparmin Sabrah kepada SINDO kemarin. Selain itu,dia adalah salah satu putra terbaik Walmas yang sudah dua periode terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu.

“Jadi, tidak heran kalau Syukur dikatakan memiliki basis massa yang kuat di sana,”jelasnya. Sementara itu, Local Officer (LO) paket Amal Ahmar Arif mengatakan, pihaknya juga telah mendapat dukungan dari masyarakat Walmas. Pasalnya, pendamping Amir Kaso, Syamsul Sabbea juga merupakan salah satu putra terbaik yang berasal dari daerah tersebut.

“Itu tidak dapat dipungkiri karena masyarakat Walmas juga pernah mengantarkan Syamsul sebagai salah satu anggota Dewan.Jadi,wajar kalau kami optimistis meraih dukungan dari sana,”katanya. Sementara itu, kedua calon wakil bupati Luwu yang berasal dari Walmas, yakni Syukur Bijak dan Syamsul Sabbea membuktikan diri sebagai calon yang memiliki basis massa dengan menemui warga setempat.

Syamsul menyosialisasi dengan warga Desa Batustanduk- Pangali, sedangkan Syukur berkunjung ke Desa Bolong. Pertemuan Syamsul tersebut dikemas dalam acara Isra Mikraj sebagai penceramah yang dihadiri ratusan orang. Paket Amal akan memfokuskan tiga hal mendasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak ingin ada masyarakat Luwu yang tidak sekolah karena tidak memiliki biaya,”ucapnya. Syukur yang menemui warga Desa Bolong mengatakan, pertemuannya tersebut memberikan pemahaman tentang program yang akan dilakukannya apabila nanti terpilih menjadi wakil kepala daerah.

“Kami ingin masyarakat memilih pemimpin sesuai hati nurani,”tandasnya. Selain itu,dia juga berjanji akan membangun infrastruktur di Walmas,memforsir anggaran biaya pendidikan serta kesehatan sesuai aturan yang ada.“Namun,yang paling penting mengakomodir keinginan warga Walmasmenjadidaerah otonom,” papar orang yang akrab disapa Siku ini. (abdullah nicolha)

DPRD Minta PNS Netral

LUWU (SINDO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu meminta kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah tersebut bersikap netral dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Luwu Oktober mendatang.

“Bupati dan PNS harus netral dalam pemilu Kepala Daerah ini, dan diminta jangan mengintruksikan kepada PNS untuk memilih calon tertentu,” kata Ketua DPRD Luwu Hidayat Nurthalib di Luwu kemarin.

Dalam situasi seperti ini, bupati memiliki pengaruh besar untuk mempengaruhi PNS menyatukan sikap memilih calon bupati tertentu. “Ini merupakan tugas berat bagi Pak Bahrum untuk menjaga netralitasnya sebagai Bupati Luwu pada masa Pemilu Kepala Daerah ini,” jelas Hidayat.

Dia menyebutkan, hingga saat ini memang belum ada indikasi bupati tidak netral. Namun, dia menginginkan agar seluruh PNS dan aparatur pemerintahan bersikap netral pada pesta demokrasi Luwu. “Ini demi terselenggaranya pemilu aman dan damai,” kata legislator Golkar ini.

Semua pihak di daerah ini (Luwu) mengharapkan agar PNS, pejabat, dan semua lingkup unit kerja bersikap netral, karena pada setiap perhelatan pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah netralitas PNS selalu menjadi sorotan tajam bagi masyarakat. “Mudah-mudahan di Luwu tidak seperti itu,” harapnya.

Terkait proses pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kab Luwu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo telah mengintruksikan kepada aparat keamanan di Luwu untuk mengamankan dan menangkap setiap pelaku yang ingin mengacaukan proses pemilu tersebut.

“Saya minta kepada Kapolres dan Dandim untuk menangkap setiap oknum yang ingin mengganggu jalannya pesta demokrasi di Luwu,” tegasnya di Luwu belum lama ini.

Sementara itu, Bahrum Daido yang dikonfirmasi kemarin menjamin dirinya akan bersikap netral pada pemilu Kepala Daerah Luwu nanti. Dia mengatakan, akan menyikapi secara tegas apabila ditemukan PNS yang secara terang-terangan mendukung salah satu kandidat. "Saya minta kepada PNS bersikap netral dan segera menghentikan kegiatan berpolitik," tegasnya.

Menurut dia, apabila PNS ikut menjadi tim sukses kandidat maka dapat dipastikan tugas dan fungsinya sebagai aparat pemerintahan akan terbengkalai. Sebab, yang bersangkutan waktunya lebih banyak dicurahkan untuk melakukan sosialisasi dibanding bekerja di kantor pemerintahan. “Makanya dituntuk untuk netral,” kata Bahrum.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Luwu sendiri telah menyosialisasikan kepada semua PNS di daerah tersebut untuk bersikap netral dalam proses pemilu kepala daerah ini. “Kami telah menyebarkan surat edaran, agar PNS tetap menjaga sikap netral dalam proses ini,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Luwu Hasri Hasyim kepada SINDO, kemarin. (abdullah nicolha).

Amal Serukan Pemilu Damai

LUWU (SINDO)-Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu nomor 3, Amir Kaso-Syamsul Sabbea (Amal) serukan kepada tim pemenangannya menjunjung tinggi Pemilu Kepala Daerah Damai di daerah tersebut.

“Kami minta kepada semua tim pemenangan tetap menjunjung tinggi pemilu kepala daerah yang damai agar tercipta harmonisasi diantara semua tim pasangan calon,” kata Local Officer (LO) paket Amal, Ahmar Arif kepada SINDO, kemarin.

Menurut dia, pihaknya tidak akan pernah mendukung cara-cara tim dan pendukung yang tidak sopan dalam melakukan sosialisasi demi meraih dukungan dari masyarakat karena itu akan mencederai pemilu kepala daerah ini. “Mudah-mudahan semua tim pemenangan Amal tetap menjalin hubungan yang baik antara semua tim calon,” tandasnya.

Ahmar menambahkan, Amal tetap menginginkan supaya Pemilu Kepala Daerah ini berjalan dengan suasana kondusif mulai dari tahan awal hingga penetapan calon nantinya. “Masyarakat di daerah ini menginginkan adanya perubahan sehingga, kami menghadirkan calon pemimpin yang akan melakukan perubahan itu,” jelas dia.

Terpisah, calon bupati Luwu yang diusung oleh enam partai gabungan, PPP, Partai Merdeka, PBSD, PNBK, PSI, dan PKPB Amir Kaso menyatakan, pihaknya optimistis meraih dukungan terbanyak pada Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Luwu yang digelar 29 Oktober mendatang.

“Saya belum bisa memastikan dan mengklaim berapa dukungan sudah kita dapatkan, yang jelas kami optimis akan meraih dukungan terbanyak, yah 40 persen lah,” katanya saat dikonfirmasi di kantor KPU Luwu, belum lama ini. (abdullah nicolha).

CS Dekati Tokoh Masyarakat Bua

#Perisai Galang Komunitas Jawa

LUWU (SINDO)-Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Andi Mudzakkar-Syukur Bijak yang diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Bintang Reformasi (PBR), mendekati tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Bua.

“Saya datang kemari untuk meminta doa restu kepada saudara-saudara di sini untuk mendukung CS pada Pemilu Kepala Daerah ini,” bebernya saat melakukan silaturrahim bersama tokoh masyarakat di Kecamatan Bua.

Menurut Cakka, pihaknya berniat memperbaiki Luwu ke depan dengan mengutamakan perubahan pada semua sector. “Apabila pandangan politik seseorang tidak berpihak pada kami, itu akan kami terima tanpa merasa sakit hati,” katanya.

Pasangan yang akrab disapa Cakka-Siku (CS) itu melakukan pertemuan dengan sejumlah warga Bua, salah satunya adalah Kepala Personalia Manager Sumber Daya Manusia (SDM) PT Panca Usaha Plywood (Panply) Bua Andi Umair Kaddiraja yang merupakan tokoh masyarakat di daerah tersebut.

Umair mengatakan, ada dua alasan ketertarikannya mendukung paket CS yakni, Andi Cakka merupakan pejabat yang masih tergolong bersih dan menginginkan perubahan terjadi di Kab Luwu.“Cakka ini boleh dikatakan belum ada ‘cacatnya’ atau belum ada cerita jelek tentang dia,” katanya.

Selama ini lanjut dia, kami ingin ada perubahan di daerah ini (Luwu). Makanya, kami akan berusaha memenangkan paket CS dalam pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ini.“Kami jenuh dengan pemerintahan yang lalu, dengan banyaknya janji-janji pemerintah yang tidak pernah terealisasi khususnya terhadap Panply,” tegasnya kepada Sindo, kemarin.

Pada dasarnya lanjut Umair, PT Panply selama ini sangat memerlukan perhatian besar dari pemerintah karena, perusahaan ini memiliki andil besar dalam menyerap pengangguran yang ada di tana Luwu. “Itu tidak bisa dipungkiri,” tegasnya.

Sementara itu, pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung oleh Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rischal Anton Pasombo-Sahardi Mulia yang lebih dikenal dengan nama Persaudaraan Rischal-Sahardi (Perisai), menggalang komunitas Jawa yang ada di daerah itu.

Sosialisasi paket tersebut dilakukan oleh istri Rischal, Andri Yoga Utami yang menemui langsung Ketua Kerukunan Paguyuban Jawa, Parjo Akliwon di Kota Palopo, kemarin. Selain itu, dia juga menyusun jadwal pertemuan dengan keluarga Paguyuban Jawa di Kab Luwu.

“Satu pekan ke depan, kami akan lakukan sosialisasi paket Perisai kepada semua keluarga transmigran dari Jawa, di bagian Selatan dan Utara Luwu untuk pemenangan kami,” katanya.

Andri yakin, semua masyarakat Jawa dan transmigran yang berdomisili di Luwu mendukung paket Perisai. (abdullah nicolha).

KPU-Basri Tak Hadiri Persidangan

Tuesday 12-08-2008


#Mediasi Damai Terancam Gagal

LUWU (SINDO) - Persidangan lanjutan gugatan Basri Suli, salah satu calon Kepala Daerah Luwu, terhadap KPU Luwu atas penolakan pencalonannya pada pemilu Kepala Daerah Luwu, kemarin, di Pengadilan negeri (PN) Palopo, kembali ditunda.

Penundaan tersebut diakibatkan karena ketidak hadiran kedua belah pihak yang bersengketa atas upaya damai yang dimediasi oleh Majelis Hakim PN Palopo yang diketuai oleh Fathul Bari. Kedua belah pihak hanya diwakili oleh pengaca masing masing.

Dalam pembukaan persidangan tersebut, Fathul menyayangkan ketidak hadiran kedua belah pihak dalam persidangan. Padahal pada kesempatan itu, majelis hakim sudah akan membuatkan kesepatan antara kedua belah pihak yang bersengketa untuk damai. Namun disebabkan keduanya tidak berada di persidangan tersebut, maka Fathul memutuskan untuk menunda persidangan.

“Padahal, sidang kali ini sudah akan membacakan hasil kesepakatan mediasi, namun disebabkan kedua belah pihak tidak hadir, jadi sidangnya harus ditunda,” ungkap Fathul yang dihubungi, kemarin.

Dia menambahkan, jika dalam persidangan berikutnya yang rencananya akan digelar pada 19 Agustus mendatang pernyataan damai ini belum juga ditandatangi oleh kedua belah pihak, maka perkara ini akan dilanjutkan. “Akan dilanjutkan perkaranya, sebab dengan belum ditandatanganinya surat damai ini berarti belum ada keinginan damai dari kedua belah pihak.

Pengacara KPU Luwu, Muhammad Ompo Massa mengatakan pihaknya sebenarnya merespon positif upaya damai tersebut, namun disebabkan pihak penggugat, Basri Suli, tetap ngotot untuk melanjutkan perkara, maka kami juga menyatakan siap untuk menghadapi gugatan itu.

“Pihak kami yang terlebih dahulu mengajukan upaya damai, namun damai bukan berarti meloloskan mereka sebagai peserta Calon Kepala daerah pada Pemilu Kepala Daerah Luwu, namun tawaran itu ditolak,” ujarnya.

Sementara itu, Pengacara Basri Suli, Muhammad Asfah A Gau pihaknya akan tetap berupaya agar kliennya dapat hadir pada persidangan berkutnya itu. Namun dirinya masih enggan mengomentari tawaran damai yang diajukan oleh KPU Luwu tersebut.

“Kita lihat saja hasil mediasi damai pada persidangan berikutnya, sebab dalam upaya damai yang dilakukan secara internal tersebut, boleh dikata antara kedua belah pihak belum menemukan kata sepakat, sehingga masih harus menunggu perkembangan berikutnya,” ujar Asfah.

Untuk diketahui, Basri Suli mengambgil langkah gugatan terhadap KPU Luwu disebabkan ditolaknya berkas pencalonannya pada saat mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah Luwu. Dalam upaya mediasi damai sebelumnya, Basri Suli telah mengajukan itikad baik untuk menyelesaikan perkara ini melalui tawaran damai yang disampaikan oleh Ketua KPu Luwu Zul Arrahman.

Namun, belakangan, Basri kembli ngotot untuk melanjutkan perkara ini karena menilai KPU Luwu tidak mempertimbangkan tawaran yang disampaikan oleh pihaknya. Sebelumnya, Basri sudah mengajukan syarat bahwa pihaknya akan taat dengan keputusan KPU Luwu jika keputusan penolakan berkas perndaftarannya mendapatkan pembenaran dari KPU Pusat. (abdullah nicolha)