Thursday, August 28, 2008

Amal Janji Tingkatkan SDM

Monday, 25 August 2008

LUWU(SINDO) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Amir Kaso-Syamsul Sabbea (Amal) berjanji akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Luwu.


“Kami berjanji akan meningkatkan SDM di daerah Luwu, terlebih dahulu kami akan menyejahterakan masyarakat,” kata Amir saat berkunjung ke Desa Tumbubara, kemarin. Dalam pertemuannya dengan sejumlah tokoh masyarakat tersebut,warga setempat sepakat akan menyatukan suara mendukung pasangan yang lebih dikenal dengan nama paket Amal ini,menjadi Bupati dan Wakil Bupati Luwu periode 2009– 2014.

“Kami sepakat akan mendukung paket Amal memenangkan Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah Luwu karena program-programnya sejalan dengan apa yang menjadi keinginan kami, yakni menyejahterakan masyarakat Luwu,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat bernama Syamsuddin di Luwu,kemarin.

Kunjungan Amir tersebut menghadiri undangan masyarakat setempat dalam acara “Tumbubara Sikamali” serta sekaligus akan bersosialisasi paket kepada warga Tumbubara. Selain desa tersebut, pihaknya juga berkunjung Desa Sampang guna pendekatan di desa tersebut. Mereka harus ditunjang dengan pendidikan dan kesehatan apabila ingin masyarakat sejahtera, kami harus mengalokasikan anggaran untuk program tersebut.

“Dalam menjalankan program tersebut guru harus diberi perhatian besar untuk kesejahteraan dan kualitas guru di daerah ini,”jelasnya. Untuk tingkat kesehatan, pihaknya akan berupaya tidak ada lagi masyarakat yang sakit akibat tidak bisa berobat, anak-anak putus sekolah karena tidak ada biaya.

“Jadi,untuk program ini nantinya kami akan mengalokasikan dana dari APBD Luwu 20%,” jelas Kepala Perusda Sulsel ini. Local Officer (LO) paket Amal Ahmar Arif mengatakan, pihaknya saat ini siap menghadapi Pemilu Kepala Daerah Luwu yang akan digelar 29 Oktober mendatang dengan respons masyarakat Luwu kepada paket ini (Amal).

“Yang jelas saat ini kami telah siap menghadapi Pemilu Luwu ini dengan mengamati respons masyarakat dan dukungan mereka, paling tidak kami dapat memperoleh dukungan 30% suara,” katanya kepada SINDO di Luwu,kemarin. Apabila Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah ini digelar dua kali putaran, maka otomatis kami dapat mengikuti putaran kedua.

“Jadi, itu salah satu target kami kalau Pemilu Luwu ini digelar dua putaran,”ungkap Ahmar dengan nada optimistis. “Kami tidak dapat memastikan apakah satu kali atau dua kali putaran, tetapi yang jelas apabila tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara 30%,maka otomatis pemilu ini akan digelar dua kali putaran,”kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Zul Arrahman kepada SINDO di ruang kerjanya,kemarin. (abdullah nicolha)

Thursday, August 21, 2008

Sejumlah Politisi Sulsel Ramai-Ramai Loncat Partai

Thursday, 21 August 2008

MAKASSAR(SINDO) – Sejumlah politisi di Sulsel memilih loncat partai karena tidak terakomodasi menjadi calon anggota legislatif. Salah satunya, Ketua DPRD Luwu Ny Hj Hidayat Nurthalib yang juga Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu.

Hidayat memilih menjadi caleg di Partai Demokrat. Selain Hidayat, mantan Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Bantaeng Sugiati Mangun Karim juga melakukan langkah serupa. Bedanya, mantan calon wakil bupati Bantaeng ini menyeberang ke Partai Republikan, setelah ia dipecat dari kepengurusan Golkar.

Di Republikan,mantan politisi senior Partai Golkar ini ditempatkan di daerah pemilihan (dapil) III untuk DPRD Sulsel. Kepada SINDO kemarin, Hidayat Nurthalib secara gamblang menyatakan, dirinya memilih pindah ke Partai Demokrat karena namanya tak diakomodasi sebagai caleg di partai berlambang pohon beringin itu.

Hidayat mengaku tidak gentar dengan ancaman pergantian antarwaktu (PAW) terhadap posisinya di dewan saat ini. ”Tidak ada masalah. Asalkan partai berlaku adil. Jangan hanya saya yang dizalimi,” kata Hidayat. Ketika ditanya, apa alasan Golkar tidak mencantumkan namanya dalam daftar caleg,Hidayat menyatakan,hal itu disebabkan oleh kasus dugaan korupsi yang membelitnya.

Sekadar diketahui, dalam kasus dugaan korupsi APBD Luwu 2004, Hidayat sudah berstatus sebagai terdakwa, sebab kasusnya sudah bergulir di Pengadilan Negeri Makassar. Selain Hidayat, mantan Bupati Luwu Basmin Mattayang juga menyandang status yang sama.

Namun, Basmin tetap diloloskan untuk maju sebagai kandidat bupati Luwu yang diusung Partai Golkar. Menurut Hidayat, selain dirinya, masih ada 15 orang legislator aktif lainnya di Golkar yang akan maju sebagai caleg dan terbelit kasus ini,namun tidak diberikan sanksi. ”Maka saya heran kenapa hanya saya yang disanksi. Ini tidak adil,” ujarnya.

Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Luwu Nasaruddin Bin A mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan DPP Partai Golkar tidak mengakomodasi Ketua DPRD Luwu itu.Padahal pihak DPD II sendiri telah merekomendasikannya pada nomor urut 2 tingkat provinsi.

”Yang menentukan diakomodir atau tidak caleg itu adalah DPP, setelah kami mengajukannya ke DPD I. Jadi, sampai sekarang kami tidak tahu apa alasannya karena sudah wewenang pusat,”kata Nasaruddin. Fenomena loncat partai ini bukan hanya terjadi di Golkar.

Data yang dihimpun SINDO dari KPU Luwu, dari 35 orang anggota DPRD Luwu, sembilan di antaranya mencalonkan diri lewat partai lain pada Pemilu 2009 mendatang. Mereka di antaranya,Andi Muh Yamin dari PPP ke PPI, Med Vet Sahid dari PBB ke PMB,Rahman Bahri dari PPP ke PPI, dan Hafidah Rauf BasyuridariPDKke PartaiGolkar. Malah,isu loncat partai ini santer terdengar di DPRD Luwu.

Salah satu legislator yang dikabarkan pindah partai, Andi Muh Yamin, saat dikonfirmasi enggan mengomentari hal tersebut.”Janganlah dulu diekspose karena semuanya belum permanen,”katanya. Anggota Fraksi Golkar Ambo Ala menyatakan,kasus perpindahan Hidayat Nurthalib ke Partai Demokrat akan segera diplenokan.

”Masalah ini mesti disikapi secepatnya, dan memang PAW harus dilakukan,”katanya. Wakil Ketua DPRD Luwu Husmaruddin mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penelitian dan akan menyikapi banyaknya anggota DPRD yang pindah parpol.

”Kami akan sikapi ini dan kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada partai bersangkutan, apabila pihak partai ingin melakukan pergantian, kita akan lakukan PAW, tergantung partai,”ujarnya.

Ketua KPU Luwu Zul Arrahman mengatakan, tahapan selanjutnya adalah KPU akan memverifikasi kelengkapan administrasi bakal calon, kemudian menyampaikan hasil verifikasi kepada parpol peserta Pemilu 2009 dan bakal calon yang bermasalah, dan akan memberikan kesempatan untuk memperbaiki syarat calon.

Menurut dia, pihaknya juga akan melakukan verifikasi hasil perbaikan kelengkapan syarat calon anggota DPR, DPRD provinsi,DPRD kabupaten/kota, penyusunan dan penetapan daftar calon sementara (DCS).

Verifikasi pengganti DCS itu lanjutnya, akan dilakukan oleh KPU,KPU provinsi,KPU kabupaten/kota, serta akan menyusun dan mengumumkan daftar calon tetap (DCT) anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota. ”Semua tahapan tersebut dilaksanakan mulai 20 Agustus hingga 31 Oktober mendatang,” kata Zul.

Dua Anggota Hanura DPC Sinjai Menarik Diri

Sementara itu, satu hari setelah penutupan pendaftaran partai politik (parpol) yang akan bertarung pada Pemilu 2009 di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sinjai,terjadi kisruh internal di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sinjai .

DuaanggotaPartaiHanura memilih menarik diri dari partai serta keluar dari bakal calon legislatif Sinjai.Keduanya yakni Kepala Bidang Hukum dan HAM Andi Azis Maskur dan Ketua Bappilu DPC Hanura Sinjai Massalinri. Azis Maskur mengatakan, dirinya keluar bukan karena persoalan penentuan nomor urut tetapi mekanisme dalam penentuan nomor urut partai yang dianggap tidak jelas.

”Kami keluar sebelum ada penentuan nomor urut, dan saya telah menarik berkas bakal caleg saya dari partai,” ungkap Azis sambil memperlihatkan berkasnya,kemarin. Azis yang didampingi Massalinri itu menyatakan, mereka baru menyatakan pengundurannya secara lisan kepada Pimpinan DPC Hanura Sinjai dan mengenai pernyataan tertulis akan menyusul.

Azis mengindikasikan aturan yang ada di Hanura tentang suara terbanyak itu hanya sebagai topeng. Massalinri menambahkan, khusus untuk daerah pemilihan (dapil) I yakni,Sinjai Utara, Bulupoddo, Pulau Sembilan ada empat orang yang mengundurkan diri setelah rapat yang digelar 15 Agustus lalu, yakni dirinya, Azis Maskur,Andi Tamsil Nasrun, dan Jayadi.

Namun kata dia,Nasrun dan Jayadi hanya menarik diri dari bakal caleg bukan dari kepengurusan partai.”Persoalan yang lebih krusial adalah perbedaan prinsip,”kata Massalinri.

Seusai memberikan keterangan persnya, mereka kemudian mengadakan protes dengan mencabut beberapa baliho yang sudah terpasang beberapa waktu lalu yakni di Kelurahan Lappa,serta penurunan bendera partai di beberapa posko.

Ketua DPC Hanura Sinjai Andi Takbir saat dihubungi SINDO kemarin menyatakan dirinya sedang berada di Makassar, namun menanggapi adanya pengunduran diri tersebut, dirinya sangat menyayangkan.”

Kita sudah sama-sama membesarkan partai ini. Namun tiba-tiba ada yang keluar, memang sangat disayangkan. Saya berharap keduanya tetap di Hanura,”ujar Takbir. Mengenai penentuan nomor urut,Takdir menolak untuk mengomentari,dia menyatakan semua itu adalah persoalan internal partai.

Selain itu, dia menyatakan berdasarkan penentuan nomor urut kemarin malam Azis menempati nomor urut dua, sedangkan nomor satu ditempati Yusni Akbar. ”Mungkin Azis merasa ideal jika berada pada nomor urut satu,”ujarnya. (abdullah nicolha/ rahmi djafar)

Kejari Periksa Idris Cawidu

Wednesday, 20 August 2008

LUWU(SINDO) – Kejari Belopa memeriksa Kasubdin Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Luwu Idris Cawidu,terkait pembangunan ruang kelas di SMKN 2 Belopa.

Pemeriksaan terhadap Idris berlangsung sejak pukul 09.00–13.00Wita,di Luwu,kemarin. Hal itu terkait kasus pembangunan ruang kelas di SMKN 2 Belopa yang menggunakan dana block grant Anggaran Belanja Pendapatan Negara (ABPN) 2006 sebesar Rp250 juta.

Bahkan,pembangunan kelas bermasalah diduga karena dana pendamping dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Luwu senilai Rp250 juta tak dicairkan. Akibat dana yang cair tersebut pihak pengelola memungut dana dari siswa sebesar Rp300.000–500.000 per siswa.

Permintaan uang ke siswa dilakukan untuk menutupi kekurangan dana pembangunan ruang kelas lantaran dana pendamping tak dicairkan. ”Kasubdin kami mintai keterangan perihal dana pendamping itu,termasuk untuk pengadaan mebeler di SMKN 2,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belopa Hentoro Cahyono kepada wartawan, kemarin.

Menurut Hentoro, saat ini belum menetapkan siapa tersangka, karena kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan data dan bahan keterangan.”Kasus ini masih kami selidiki sebelum lanjut ke penyidikan, ”katanya. Pekan depan, kejaksaan berencana akan memeriksa Kepala SMKN 2 Belopa Syahrul M.

Selain itu beberapa pihak terkait di antaranya Dinas Dikpora dan SMKN 2 juga akan dimintai keterangan sebagai saksi. Sementara itu,Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 2 Belopa Syahrul M mengakui telah melakukan pungutan kepada siswa baru untuk pengadaan mebeler di sekolah tersebut.

“Kami memang membebankan kepada semua siswa baru untuk membayar pengadaan mebeler karena dana untuk itu belum cair,maka kami meminta kepada orang tua siswa,” katanya kepada SINDO di Luwu,kemarin.

Dia menuturkan, pungutan yang dibebankan kepada orang tua siswa tersebut bertingkat- tingkat, yakni tingkat A Rp300.000, tingkat B Rp400.000, dan tingkat C Rp500.000.“Tingkatan tersebut kami lihat dari tingkatan ekonomi mereka yang kurang mampu, menengah, dan mampu,”ujarnya.

Syahrul juga menyebutkan, pungutan yang dilakukan pihak sekolah itu adalah hasil kesepakatan bersama komite sekolah dan orang tua siswa.“Mereka sepakat kami lakukan pungutan tersebut,” katanya. (abdullah nicolha)

Tuesday, August 19, 2008

16.000 Caleg di Sulsel Bersaing di Pemilu 2009

Wednesday, 20 August 2008
MAKASSAR (SINDO) – Pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) resmi ditutup dinihari tadi, pukul 00.00 Wita.

Diperkirakan, sebanyak 16.000 caleg bakal bersaing memperebutkan kursi DPRD kab/kota,DPRD Provinsi dan DPR RI. Estimasi jumlah peminat jabatan anggota legislatif itu diperoleh dari jumlah rata-rata caleg di tingkat kabupaten, ditambah caleg provinsi dan DPR RI. Jumlah caleg di tingkat kabupaten/ kota diprediksi mencapai 600 hingga 700 orang per kabupaten.

Bahkan di Kabupaten Bone misalnya, jumlah caleg sebanyak 710 dari 35 partai politik. Di Kota Palopo, jumlah parpol yang ikut Pemilu 2009 sebanyak 38 partai dengan caleg yang mencapai 771 orang. “Tapi ini masih harus diverifikasi lagi. Boleh jadi nantinya berkurang kalau ada yang dinyatakan tidak lolos,”kata Ketua KPU Kota Palopo Hamka Hidayat kepada SINDO malam tadi.

Di KPU Sulsel, hingga pukul 00.00 Wita dinihari tadi,sebanyak 38 parpol sudah mengajukan berkas calegnya untuk diverifikasi. Dari 38 partai tersebut, Partai Buruh merupakan pendaftar terakhir yang diterima KPU Sulsel.Di hari terakhir tersebut, jumlah total caleg yang masuk tercatat sebanyak 1.853 dengan perincian jumlah caleg laki-laki sebanyak 1.285 orang sedangkan perempuan sebanyak 568 orang.

Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas mengatakan, penyerahan berkas caleg dari 38 parpol tersebut dapat menjadi langkah awal dalam melaksanakan Pemilu 2009 yang lebih berkualitas. ”Selama ini kami membina hubungan dengan parpol dengan baik sehingga semua parpol dapat menyerahkan berkas calegnya,” ucapnya, malam tadi.

Dari segi kelengkapan berkas,kata Jayadi,pihaknya belum dapat menentukan persentase jumlah parpol yang dianggap belum lengkap. Sebab,dalam tiga hari ke depan terhitung hari ini,KPU Sulsel akan memeriksa berkas tersebut dan langsung disampaikan kepada setiap parpol. ”Memang masih belum lengkap. Kami akan memberikan waktu selama tiga hari setelah kami menyampaikan kekurangan berkas tersebut,”jelasnya.

Selain tidak lengkap,KPU Sulsel juga menemukan jumlah caleg yang melebihi 120 persen atau 89 orang. Misalnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang mengajukan caleg sebanyak 90 orang.

Terkait jumlah balon legislatif, Ketua Pokja Pendaftaran Caleg Pemilu 2009 Ziaur Rahman Mustari mengatakan, jumlah tersebut dapat mengalami penurunan atau penambahan setelah dilakukan verifikasi. Pada proses pendaftaran dihari terakhir berlangsung dengan aman dan lancar.

Para pengurus parpol saling antrean untuk dilayani oleh petugas pendaftaran. Puncak antrean terjadi sekitar pukul 22.00 Wita hingga 23.45 Wita. Antrean ini terjadi karena dipagi hingga sore hari kemarin masih terlihat lengang.

17 Legislator Golkar Kembali Jadi Caleg

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel kembali mencalonkan 17 legislatornya yang saat ini masih duduk di DPRD Provinsi. Berdasarkan klasifikasi biodata singkat bakal calon anggota DPRD Provinsi Sulsel yang disusun oleh Amin Syam, Arfandy Idris, Moh Roem, dan Pangerang Rahim, ke-17 orang tersebut tersebar di tujuh daerah pemilihan (dapil).

Didapil I ditempati Yagkin Padajalangi, dapil II Hoist Bachtiar,Burhanuddin Baharuddin, Mapparessa Tutu, Chaidir Arif Krg Sijaya, sedangkan di dapil III tercatat Moh Roem,Arfandy Idris,dan Ince Langka. Untuk dapil IV tercatat Pangerang Rahim, Ruslan, Nurdin Mangkana, dan M Fachry Gaus sedangkan Ajiep Padindang, Marzuki Wadeng, Arifuddin Saransi berada didapil V.

Didapil VI ada A Rahman dan didapil VII masih dipercayakan kepada Abdul Madjid Tahir dan Isjaya Kaladen. Selain itu, para caleg yang dimasukkan dalam bursa pencalegan juga ada yang berasal dari anggota DPRD Kab/Kota. Jumlah kader yang ‘naik kelas’ tersebut sebanyak sembilan orang.

Diantaranya Zainuddin Sardjimin,Boerhanuddin Odja,Amin Sikki,dan Tenri Olle Yasin Limpo. ”Dalam hal kesinambungan fraksi,persentase dari anggota DPRD Kab/Kota tercatat sebanyak 10 persen, dari anggota DPRD Sulsel sebanyak 19 persen sedangkan non anggota DPRD sebanyak 63 orang dengan persentase 70,7 persen.

Jadi, total caleg yang kami ajukan sebanyak 89 orang,”jelas anggota Bapilu DPD Partai Golkar Sulsel, Yagkin Padjalangi usai menyerahkan berkas caleg di KPU Sulsel malam tadi. Selain Yagkin, proses pendaftaran tersebut dihadiri Burhanuddin,ArminToputiri, dan sejumlah pengurus lainnya.

Mengenai keterwakilan perempuan, partai berlambang pohon beringin ini konsisten pada aturan UU No 10/2007 dengan mengajukan caleg perempuan sebanyak 29 orang. Dalam hal pendidikan,dari total 89 caleg yang diajukan, caleg yang mendapat gelar pendidikan perguruan tinggi tercatat sebanyak 74 orang sedangkan mengenai usia, caleg yang berusia 51 hingga 65 tahun sebanyak 48 orang, usia 31 hingga 50 tahun sekitar 40 orang, dan usia dibawah 30 tahun hanya dua orang.

YagkinPadajalangimenyatakan, pihaknya merasa optimis untuk menambah persentase kemenangan yang diraih pada Pemilu 2004 lalu.Untuk itu, pada Pemilu 2009 ini,Partai Golkar menggunakan tag line ‘Golkar Masih yang Terbaik’.”Kami yakin akan meraih kemenangan 55 persen khusus di Sulsel. Persentase itu mengalami lonjakan pada pemilu lalu yang meraih 42 persen,”katanya.

PRI Demo KPU

Sementara itu, sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Republiku Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di KPU Sulsel, kemarin. Mereka menuntut kepada KPU Sulsel untuk bertanggungjawab atas hasil verifikasi faktual. ”Sesuai berita acara verifikasi faktual KPU Sulsel tanggal 16 Juni 2008 dinyatakan bahwa PRI dinyatakan lolos verifikasi faktual di Sulsel.

Jadi, surat KPU No 2446/15/VII/2008 tanggal 28 Juli 2008 yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP PRI yang menzalimi PRI Sulsel karena menyatakan tidak lolos verifikasi faktual adalah tidak benar,” ucap Ketua DPW PRI Sulsel Andi Syamsuddin Iskandar. Untuk itu, Andi Syamsuddin menegaskan, KPU Sulsel harus menindaklanjuti hal tersebut ke KPU Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas mengakui bahwa PRI Sulsel dinyatakan lolos verifikasi faktual karena telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Kendati demikian, lanjut Jayadi, penentuan lolos atau tidaknya partai pada Pemilu 2009 berada di tangan KPU Pusat. ”Kami hanya melakukan verifikasi faktual sedangkan yang menentukan oleh pusat,”tandasnya. (mulyadi abdillah/ rahmi djafar/m syahrullah/ abdullah nicolha/asdhar )

Warga Tanete Dukung Cakka-Siku

Monday, 18 August 2008
LUWU (SINDO) – Warga Tanete Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, siap memberikan dukungannya kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Andi Mudzakkar- Syukur Bijak yang lebih dikenal dengan nama paket Cakka-Siku (CS) pada Pemilu Kepala Daerah Luwu.

“Kami siap memenangkan anak kami, Syukur Bijak dalam Pemilu Bupati nanti. Alasannya, dia merupakan putra Walenrang-Lamasi yang siap membantu pemerataan pembangunan di daerah ini (Walmas) dan tentunya akan membentuk Luwu Tengah ke depan,” kata tokoh masyarakat setempat Rauf Ba’syuri.

Dukungan masyarakat Desa Tanete siap memenangkan CS pada Pemilu Kepala Daerah Luwu mendatang karena masyarakat Walmas harus bersatu mengangkat pembangunan di daerah sendiri dalam bingkai daerah otonom, yakni Kabupaten Luwu Tengah (Luteng).

“Bentuk dukungan ini dilakukan tak lain agar masyarakat Walmas bersatu mengangkat pembangunan dalam bingkai Kabupaten Luwu Tengah,” jelasnya saat menghadiri silaturrahmi Syukur Bijak ke Desa Tanete, kemarin.

Senada diungkapkan Sekretaris Tim 48 Suparmin Sabrah bahwa bentuk dukungan tersebut dinyatakan sejumlah pendukungnya di daerah tersebut dalam acara silaturrahim yang dilakukan paket CS di Walmas,kemarin.

Masyarakat di daerah tersebut tidak ingin ada perpecahan dan akan mengupayakan terus terjalin kedamaian dan kebersamaan. “Karena itu,mereka ingin menyatukan dukungan dalam satu paket pada Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Luwu nantinya,” tandasnya kepada SINDO kemarin.

“Dalam kunjungan kami ke Desa Tanete itu cukup disambut baik masyarakat. Bahkan,tokoh masyarakat setempat langsung mengungkapkan bentuk dukungannya di hadapan Syukur Bijak,” paparnya. Ketua DPC PBR Luwu OttongAmir Syam mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengevaluasi tentang strategi memenangkan paket CS.

Adapun pihaknya melihat strategi yang dilakukan saat ini masih memiliki kelemahan sehingga perlu dibenahi dan ditutupi. “Kami ingin strategi memenangkan CS ini harus lebih mantap dibanding sebelumnya karena semua paket lain telah all-out menyusun strategi untuk kemenangan calon yang mereka usung,” kata Ottong kepada SINDO kemarin.

Evaluasi itu juga membahas eskalasi perkembangan Pemilu Kepala Daerah Luwu, termasuk sisi penggalangan massa yang selama ini kami lakukan supaya lebih eksklusif menghadapi Pemilu 2009 mendatang.

‘’Semua calon legislatif sudah dioptimalkan dan aktif dalam penggalangan konstituen, dari situlah mereka kemudian aktif menyosialisasikan paket CS dalam kampanye caleg,’’ jelas politikus PBR ini. (abdullah nicolha)