Thursday, September 11, 2008

Anggaran Bencana Alam di Luwu Dipersoalkan

Wednesday, 10 September 2008

LUWU(SINDO) – Dana bencana alam yang dikucurkan Menkokesra 2007 lalu untuk Kabupaten Luwu dipersoalkan sejumlah kalangan.


Pasalnya, banyak versi berbeda tentang jumlah bantuan tersebut. Seperti diketahui bencana alam yang melanda Larompong, Kabupaten Luwu 2007 lalu, telah merusak sejumlah sarana infrastruktur jalan, drainase, proteksi, dan pengaman aliran sungai, sekolah, dan perumahan.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun SINDO dana bencana alam mencapai Rp20 miliar,Rp36 miliar,dan Rp13 miliar. Tidak jelasnya jumlah bantuan yang disalurkan pemerintah pusat melalui Menkokesra, membuat pihak eksekutif dan legislatif mempertanyakan hal itu berapa jumlah dan bagaimana realisasinya di lapangan.

”Di sini yang kami persoalkan adalah berapa jumlah sebenarnya bantuan tersebut karena selama bantuan itu diterima pemerintah daerah Luwu kami tidak pernah melihat laporan dan catatannya secara jelas,” kata Ketua DPRD Luwu Hidayat Nurthalib kepada SINDO,kemarin.

Menurut Hidayat, dia belum dapat mengambil sikap tentang bagaimana pemandangan umum ini, karena hal itu harus segera diselesaikan dalam waktu dekat ini. ”Jadi, kami menunggu pihak yang terkait untuk menyampaikan laporannya dan data-data lengkap tentang bantuan bencana alam dari pemerintah pusat tersebut,”tandasnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Komisi II DPRD Luwu Muhaddar bahwa, pihaknya belum dapat berkomentar banyak tentang berapa jumlah bantuan yang diterima,berapa yang terealisasi, dan sudah menghabiskan berapa. ”Kami tidak tahu pasti berapa, makanya tidak bicara banyak, yang jelas bantuan itu ada dan nilainya sekitar miliaran.

Ya kita tinggal menunggu laporannya saja,” ungkap legislator PBB ini. Muhaddar mengungkapkan, penggunaan dana bencana alam ini harus jelas arahnya karena selain dari pusat hal itu akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) apabila ada yang tidak jelas.”Makanya, kami minta kepada pihak terkait agar melengkapi laporan itu dengan baik,setelah itu baru kita bisa bertindak,”katanya.

Sementara itu, Bupati Luwu Bahrum Daido juga mengharapkan hal yang sama dan meminta kepada pihak terkait untuk segera melaporkan tentang bantuan dana dari pemerintah pusat tersebut untuk melancarkan agenda yang ada di DPRD Luwu.

Di tempat terpisah,Kepala Bappeda Luwu Muchlis Mappangaja menyebutkan, dirinya dalam hal ini hanya sebagai koordinator dan pada saat bantuan tersebut datang, selanjutnya seluruh dinas terkait kita kumpul dan membeberkan bahwa, ada pekerjaan seperti ini.

”Pengerjaannya itu diserahkan kepada masing-masing dinas,” ujarnya. Dia menjelaskan,bantuan bencana alam yang diterima oleh pemerintah daerah Luwu sebesar Rp13 miliar, dan mengenai tentang adanya isu bantuannya lebih dari itu tidak benar.

”Sama sekali tidak benar,karena yang menerima itu kami dan datanya lengkap,” katanya. Muchlis menambahkan, penyaluran bantuan bencana alam tersebut terbagi dalam dua tahap yakni,tahap pertama sebesar Rp3 miliar dan tahap kedua sebesar Rp10 miliar. (abdullah nicolha)

Wednesday, September 10, 2008

Proyek Pelelangan Ikan Disoal

Tuesday, 09 September 2008

LUWU(SINDO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu serta kalangan pemuda mempersoalkan proyek pusat pelelangan ikan (PPI) di Desa Ulo-Ulo yang menelan dana sebesar Rp9 miliar.

Langkah itu dilakukan karena hingga saat ini pembangunan pusat pelelangan ikan tersebut belum rampung. “Kenapa bisa seperti itu, padahal dana yang dimiliki kontraktor cukup banyak dan anggaran untuk proyek itu miliaran rupiah,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Luwu Muhaddar kepada SINDO,kemarin.

Menurut Muhaddar, pihaknya segera melakukan pemantauan ke lokasi proyek untuk memastikan bahwa, tidak ada penyimpangan yang terjadi dalam pengerjaan proyek tersebut.“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita bisa memantau ke sana. Apabila ada kesalahan atau pelanggaran maka pihak rekanan akan segera kita panggil untuk menyelesaikan masalah ini,”tegasnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Luwu Andi Sudirman mengaku, pembangunan proyek PPI Ulo-Ulo Belopa sudah masuk tahap keempat,namun sampai saat ini, pembangunannya belum rampung disebabkan masih menunggu kucuran anggaran 2009. Proyek tersebut kata dia, sudah menjadi tumpuan hidup masyarakat nelayan yang menetap di pesisir pantai.

Bahkan, mereka sangat berharap proyek PPI secepatnya rampung guna mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan. “Proyek ini sudah masuk tahap pembangunan keempat dan sudah menghabiskan anggaran sejumlah Rp9 miliar.

Tapi hingga sekarang belum rampung karena terkendala dana, bahkan untuk pembangunan lanjutan proyek PPI Ulo-Ulo Dinas Perikanan dan Kelautan akan mengusulkan dana pada tahun anggaran berikutnya untuk pembangunan akhir proyek tersebut,”kata Sudirman.

Dia menjelaskan, proyek PPI ini akan sangat menguntungkan bagi daerah, terutama mengenai kontribusi pemasukan penghasilan asli daerah (PAD). Selanjutnya, Luwu akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan di sektor Kelautan dan Perikanan sekaligus turut memberdayakan masyarakat nelayan yang tinggal di pesisir pantai.

“Hal ini menjadi prioritas utama pihak Pemkab sesuai dengan visi dan misi Luwu,”jelasnya. Kemudian, lanjut Sudirman, peningkatan sarana infrastruktur kelautan merupakan hal yang sangat penting untuk secepatnya ditindaklanjuti. Apalagi, sangat menunjang pemasukan income per kapita masyarakat nelayan dengan memberdayakan kehidupan mereka, sekaligus mendukung percepatan infrastruktur sektor kelautan dan perikanan di daerah ini.

Mengenai kisaran berapa jumlah anggaran yang diusulkan pada tahap pembangunan kelima untuk penggunaan anggaran 2009 ini belum diketahui, disebabkan saat ini masih menunggu data lengkap apa yang paling penting dibutuhkan untuk perampungan pembangunan proyek PPI Ulo-Ulo.

Ketua KNPI Luwu Astamanga Azis menyebutkan,sebagai lembaga kepemudaan yang ada di daerah tersebut akan selalu mengawal apa yang menjadi kebutuhan masyarakat terutama kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat. “Kami akan tetap mengawal masyarakat hingga mendapatkan pelayanan maksimal dari pemerintah setempat,” ujarnya. (abdullah nicolha)


Bupati Luwu Timur Sidak Proyek

Tuesday, 09 September 2008

MALILI (SINDO) – Bupati Luwu Timur (Lutim) Andi Hatta Marakarma dalam bulan Ramadan ini kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek fisik.

Pemantauan tersebut dilakukan pada proyek yang saat ini pengerjaannya sedang dilakukan oleh proyek Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) maupun Dinas Kesehatan (Dinkes). Sidak tersebut didampingi Kabag Humas, Kabag Ekbang, Kadis PU dan Kadis Kesehatan.

“Hal itu sudah menjadi agenda rutin bupati makanya, meskipun di bulan Ramadan namun pemantauan proyek-proyek fisik di lapangan tetap dilakukan,” kata Bidang Publikasi Humas Lutim Yulius Patappa kepada SINDO di Malili,kemarin. Menurut dia,salah satu sasaran sidak bupati adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwu Timur I Lagaligo di Kecamatan Wotu.

Dalam kesempatan itu bupati berjalan mengitari seluruh ruangan rumah sakit dan sesekali terlihat memberikan instruksi kepada Kadis Kesehatan dr Mahafuddin Sidtujdu dan Kepala RSUD untuk membenahi beberapa bagian yang dianggap perlu mendapatkan pembenahan.

“Secara umum, pembangunan rumah sakit berjalan lancar,meskipun bupati sedikit agak kecewa karena finishing pekerjaan yang kurang bagus dan terkesan terburuburu serta dengan pengadaan genset yang bersifat silent. Padahal, rumah sakit membutuhkan ketenangan, utamanya bagi pasien yang sedang dirawat,”kata Bupati.

Agar aktivitas di rumah sakit mulai nampak,kata Hatta, pihaknya memerintahkan Kepala RSUD dan seluruh staf rumah sakit untuk segera berkantor dan menata administrasi yang ada, karena rumah sakit ini akan segera difungsikan. Dari RSUD,Bupati melanjutkan peninjauan ke Puskesmas Ketoraharjo untuk melihat kondisi bangunan puskesmas dan rumah dinas dokter yang ada di sana.

Puskesmas Kertoraharjo saat ini sudah ditingkatkan menjadi Puskesmas Plus dengan model bangunan berlantai dua. Peninjauan proyek berlanjut ke Kecamatan Mangkutana dan Kalaena, utamanya proyek l Dikpora seperti sekolah dan sejumlah bangunan lainnya.

Melihat kondisi proyek yang mengecewakan bupati meminta kepada kontraktor agar bekerja maksimal terutama yang berkenaan dengan finishing. Sementara kepada Kepala Dinas PPTK diminta untuk tidak membayar kontraktor yang tidak maksimal dalam pekerjaannya.

“Jadi, saya minta kepada PPTK tidak membayar rekanan atau kontraktor kalau pekerjaannya tidak maksimal apalagi tidak dapat merampungkannya,” katanya di Malili,kemarin. (abdullah nicolha)

Tuesday, September 9, 2008

Calon Berebut Simpati Korban Banjir Luwu



LUWU(SINDO) – Para peserta Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Luwu mulai berebut simpati warga korban banjir yang melanda Kabupaten Luwu beberapa waktu lalu.

Sebut saja Paket CS (Cakka- Siku).Pasangan calon bupati dan wakil bupati ini memberikan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Lamasi Timur, Desa Pompengan, berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis.

”Sebagai seorang muslim, kami dituntut membantu sesama, apalagi bagi saudara-saudara kami yang terkena musibah,” kata calon bupati Luwu usungan Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Bintang Reformasi (PBR) Andi Mudzakkar kepada SINDO di Luwu,kemarin.

Menurut Andi Cakka– sapaan akrabnya–kegiatan tersebut dilakukan selama dua hari.Selain di Lamasi,pihaknya juga menggelar kegiatan yang sama di Kecamatan Kamanre. ”Kami menarget kegiatan ini selama dua hari dan memilih memberikan pelayanan kesehatan gratis. Musibah banjir ini menyebarkan penyakit dan harus segera diatasi dan dicegah,” jelasnya.

Sementara itu,paket Amir Kaso-Syamsul Sabbea (Amal) juga menggelar kegiatan yang sama, tetapi paket ini mengemasnya dalam bakti sosial (baksos) ke daerah banjir di Kecamatan Walenrang- Lamasi (Walmas), yakni memberikan bantuan berupa 100 dos mie instan dan sekitar 50 dos air mineral.

”Hal itu sebagai wujud solidaritas atas mereka yang dilanda banjir dan bukan sosialisasi Pemilu Luwu, melainkan kami merasa berkewajiban memberikan bantuan kepada mereka, ini baksos untuk kemanusiaan,” kata Local Officer (LO) Amal Ahmar Arif kepada SINDO,kemarin.

Senada diungkapkan Direktur Utama Perusda Sulsel yang mencalonkan diri sebagai calon bupati Luwu Amir Kaso, acara bakti sosial yang digelarnya tersebut merupakan wujud solidaritas guna memberikan bantuan kepada saudara-saudara kami yang dilanda banjir di Walmas.

Sebelumnya, hal yang sama juga dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar- PAN, Basmin Mattayang-Buhari Qahhar Mudzakkar. Pasangan yang lebih dikenal dengan nama Matahari, memberikan bantuan kepada korban banjir di daerah tersebut, yakni berupa sembako dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

”Bantuan yang diberikan berupa air mineral 600 dos serta beras 1,2 ton untuk 3 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Kamanre dengan 600 rumah tangga (RT). Bantuan itu langsung diberikan paket Matahari Basmin Mattayang- Buhari Qahhar Mudzakkar kepada korban banjir,” kata Local Officer (LO) paket Matahari Fadriati AS kepada SINDO,kemarin.

Selain di Kecamatan Kamanre, pihaknya juga memberikan bantuan kepada korban banjir yang berada di Walmas, berupa gula dan beras kepada warga setempat yang diserahkan istri mantan Bupati Luwu Hayarna Basmin Mattayang bersama Buhari Qahhar Mudzakkar. ”Warga terlihat sangat antusias menerima bantuan tersebut,” kata Enceng–sapaan akrab Fadriati.

Sementara itu,paket yang diusung PDIP-PDK Rischal Anton Pasombo-Sahardi Mulia yang lebih dikenal dengan nama Persaudaraan Rischal- Sahardi (Perisai) juga menggelar aksi serupa, yakni mengunjungi tujuh desa yang tergenang banjir di Kecamatan Lamasi Timur, dengan memberikan bantuan sembako dan air mineral.

”Hal itu mereka sambut dengan senang hati,” kata Rischal Anton Pasombo kepada SINDO melalui telepon selulernya, kemarin. Masyarakat tidak menyoalkan nilai pemberiannya, tetapi mereka melihat kepedulian kami yang hadir pada saat mereka kesulitan.

Artinya, mereka merasakan sangat dipedulikan dan Perisai datang pada waktu magrib. ”Kami sangat peduli hal yang demikian dan tentunya peduli dengan masyarakat kecil,” jelas calon bupati Luwu ini. (abdullah nicolha)

Amal Datangkan Konsultan Politik

Monday, 08 September 2008

LUWU (SINDO) – Duet pasangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Amir Kaso-Syamsul Sabbea (Amal) secara khusus mendatangkan konsultan politik dari Jakarta.

Tujuannya, tak lain strategi pemenangan paket ini pada Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Luwu yang akan digelar 29 Oktober mendatang. ”Kami sengaja mengundang mereka dalam strategi pemenangan paket Amal guna memaksimalkan persaingan pada Pemilu Luwu ini, mengingat hari pencoblosan sudah dekat,”kataLocakOfficer(LO) paketAmalAhmarArif kepada SINDO di Luwu,kemarin.

Konsultan politik tersebut berjumlah lima orang dengan masing-masing bidang berbeda. ”Ada yang khusus menangani bidang komunikasi,media, publikasi, fotografer,dan politik,”jelasnya.

Mereka memberikan pelatihan kepada semua tim Amal, rencananya tim ini akan berada di Luwu selama satu pekan.”Jadi,mereka hanya sebatas memberikan pelatihan, tetapi dua di antaranya nanti akan menetap hingga Pemilu Kepala Daerah Luwu selesai,”ungkapnya.

Orang yang dipercaya sebagai LO paket Amal ini menambahkan, hingga saat ini setelah melihat perkembangan politik yang ada di Bumi Sawerigading, pihaknya tetap optimistis dapat memenangkan Pemilu Kepala Daerah Luwu. ”Kami optimistis dapat meraih suara 43% dan yakin memenangkan pemilu ini secara terhormat,” jelasnya.

Calon bupati Amir Kaso– yang diusung lima gabungan partai politik (Parpol), yakni PPP,PBSD,PNBK,PSI, dan PNBK–menyatakan, tetap optimistis memenangkan pesta demokrasi yang pertama kali digelar di daerah tersebut.

”Bulan Ramadan ini tempatnya orang selalu beramal, jadi berAmal-lah.Yang jelas Amal tambah optimistis,” kata Amir kepada SINDO melalui telepon selulernya, kemarin. Menurutnya, konsultan politik yang didatangkan dari Jakarta itu memberikan pelatihan bagi semua tim dan memaksimalkan setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat. (abdullah nicolha)