Monday, March 29, 2010

Cermati Pengaduan Pelanggaran

Sunday, 28 March 2010
WATANSOPPENG (SI) – Penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) diminta bisa mencermati setiap pengaduan pelanggaran.Kepolisian dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pun diharapkan memahami peraturan yang berlaku.

Hal itu diungkapkan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) Mappinawang saat memberikan materi tentang Penyelesaian Sengketa Pilkada pada Seminar Pilkada di Gedung DPRD Soppeng, pekan lalu.“Kita liat dulu baik-baik aturan main pilkada, baru bertindak. Jangan sampai direpotkan oleh halhal yang tidak substantif,”katanya.

Menurut Mappinawang,konsep dasar dalam penyelesaian sengketa pemilu adalah diproses cepat karena asas penyelesaian sengketa dalam pemilu itu sederhana, cepat, dan murah.Lantaran proses pilkada dilakukan bertahap sehingga dalam setiap tahapan berpotensi terjadi pengaduan pelanggaran.

Dia berharap, pihak kepolisian dan panwaslu memahami betul tentang aturan dan prosedur pengaduan, supaya setiap pengaduan yang masuk tidak diproses berlama- lama. “Harus dicermati baikbaik. Jadi tidak usah berlamalama, tidak usah dipersulit dalam penyelesaiannya,”ujarnya.

Mantan Ketua KPU Sulsel ini mencontohkan beberapa kasus sengketa pilkada yang terjadi dalam tahapan pilkada.Di antaranya di KPU Maros yang dipaksa menerima salah satu calon, padahal tahapan pendaftaran telah lewat. Lalu di KPU Luwu Timur (Lutim) tentang adanya dukungan ganda dari partai politik.

“Untung saja saat itu Kapolres Lutim cukup cerdas dalam masalah tersebut sehingga tidak menerima laporan tersebut. Selain itu, masalah tersebut terkait administratif dan bukan tindak pidana.

Sementara di Maros karena dipaksa akan menyegel kantor terpaksa diterima. Saat itu saya sempat d-itelepon dan meminta untuk konsisten, sebab diterima atau tidak harus siap digugat,”ungkapnya.

Mappinawang pun memberikan dukungan moril kepada seluruh penyelenggara pilkada agar tetap konsisten terhadap aturan yang ada. Walaupun ada yang mengancam bahkan membakar kantor KPU, kalau memang benar jangan pernah mundur dan takut.

“Jangan takut dengan ancaman apa pun kalau Anda benar.Tak peduli diancam disegel atau dibakar sekali pun, kalau ada yang membakar atau merusak itu sudah urusan polisi Jadi harus dikedepankan asas benar,jujur,dan adil dalam penyelenggaraan pilkada,”tegasnya.

Dia menambahkan, setiap proses pengajuan keberatan harus dilakukan sesuai tahapan yang dilalui dan kalau ada perbaikan berkas ada batas waktunya. Jadi, jangan lewat dari waktu yang ditentukan karena kalau lewat tidak bisa diajukan lagi. Begitu juga pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan setiap calon juga ada tahapan pelaporan penyelesaiannya.

“Berdasarkan pengalaman saya,banyak yang melakukan pelaporan setelah masa tahapannya berakhir. Seperti pelanggaran pada saat kampanye baru dipersoalkan setelah pemungutan suara atau penentuan calon.Jadi tidak bisa diproses karena sesuai aturan pengaduan dibatasi tujuh hari,”tandasnya.

Sementara itu,Ketua KPU Sulsel DR Jayadi Nas yang tampil sebagai pemateri tentang peran PNS dalam pilkada mengimbau, para PNS tetap netral dan berhatihati menempatkan diri dalam proses pilkada. Sebab, jangan sampai calon yang didukung nanti tidak terpilih atau sebaliknya.

Anggota KPU Soppeng Marwis mengungkapkan, kegiatan seminar tersebut untuk memberikan pemahaman kepada bakal calon, pengurus parpol,dan masyarakat. (abdullah nicolha)

Ratusan Siswa SMP di Polman Histeris

Sunday, 28 March 2010
POLEWALI (SI) – Ratusan siswasiswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menangis histeris pada saat menggelar acara doa dan zikir bersama di SMP Negeri 1 Polewali akhir pekan lalu.

Kegiatan tersebut digelar untuk menyambut ujian nasional (UN) yang akan digelar besok (hari ini). Selain berharap agar dapat lulus dalam ujian kali ini, siswa juga diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi UN yang mereka anggap sebagai tantangan yang paling berat dalam menentukan masa depan mereka.

Dari pantauan, awalnya acara yang dilaksanakan tersebut berjalan tenang dan khusu’ para siswa dalam melakukan doa dan zikir dibimbing para guru mereka. Namun, saat ustadz melantungkan doa,satu per satu siswi dan siswa itu menangis bahkan, diantaranya menangis dengan sejadi-jadinya.

Sontak, suasana yang semula hening berubah dramatis, karena tidak hanya satu atau dua siswi yang menangis tapi hampir seluruh siswi di dalam ruang aula tempat pelaksanaan acara ini gaduh akibat suara tangisan.

Data harian Seputar Indonesia (SI), dari 170 siswa dan siswi yang beragama muslim di sekolah itu. Hanya 102 siswa/i saja yang hadir dalam doa dan zikir untuk menghadapi ujian nasional pekan ini.

Selain doa dan zikir yang dilakukan, pihak sekolah juga menganjurkan para siswa dan siswinya agar lebih menpersiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional kali ini,dengan cara belajar dan juga menganjurkan siswa agar membatasi keluar rumah terutama di malam hari.

Ketua OSIS SMPN 1 Polewali Anggi mengatakan, acara yang diselenggarakan oleh pihak sekolah tidak hanya memberikan motifasi bagi para siswa agar lebih bersiap mengikuti UN kali ini. (abdullah nicolha)

Saturday, March 27, 2010

Wagub Minta Cabup Soppeng Serius

Friday, 26 March 2010
WATANSOPPENG (SI) – Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengimbau para bakal calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) serius menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Soppeng yang digelar pada Juni 2010.

Dia menyatakan, kalau perlu para kandidat harus all out mengerahkan semua kekuatan agar akhirnya tidak kecewa. “Jadi para kandidat Pilkada Soppeng jangan setengah-setengah berjuang,” ujarnya di hadapan ribuan warga Soppeng pada perayaan hari jadi Soppeng,baru-baru ini.

Menurutnya, perhelatan pesta demokrasi hanya digelar sekali dalam lima tahun. Dalam kurun waktu itu para kandidat memiliki kesempatan yang sama. Meski demikian, dia mengingatkan para kandidat menunjukkan sikap politik yang berdemokrasi karena semua kandidat adalah saudara.

“Pilkada Soppeng harus menjadi barometer pelaksanaan pilkada di Sulsel. Perbedaan pilihan adalah hal wajar, tapi perbedaan itu tidak boleh memutuskan tali persaudaraan,”tuturnya.

Selain mengimbau para kandidat berjuang memenangkan pilkada, Agus juga mengimbau PNS untuk netral.Jika ingin berpolitik harus mengundurkan diri. “Jangan setengah-setengah,sebab bisa jadi nantinya menjadi korban pilkada,”tandasnya.

Dia mengaku sangat senang melihat keakraban antara para balon bupati, khususnya saat menjelangnya Pilkada Soppeng ketika merayakan hari jadi ke-749 Soppeng. “Tadi saya sudah lihat dan saya sangat senang melihat suasana silaturahmi di antara mereka,” katanya.

Pilkada Soppeng yang akan digelar serentak 10 kabupaten di Sulsel pada Juni 2010 merupakan pemilihan bupati kedua kalinya secara langsung oleh masyarakat di daerah berjuluk Kota Kalong itu. Dengan begitu, masyarakat sudah memiliki pengalaman dalam memilih seorang pemimpin.

“Soppeng ini sudah kedua kalinya menggelar Pilkada yang dipilih langsung masyarakat, jadi sudah pengalaman bagaimana memilih yang terbaik.Tentunya melihat program, orang, dan komitmennya,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa calon yang akan maju mem-perebutkan kursi bupati Soppeng merupakan sosok yang sudah dikenal.Bahkan, dia mengibaratkan bahwa saat ini Pilkada Soppeng layaknya seperti pemain bola yang telah memberikan penambahan waktu (injury time).

Para kandidat semakin gencar melakukan sosialisasi. “Jadi, sebenarnya kampanye ini tinggal menunggu tambahan waktu saja karena semua bakal calon sudah mengampanyekan diri sejak lama,” tandas Wagub Sulsel ini.

Dari pantauan Seputar Indonesia( SI) pada perayaan hari jadi ke- 749 Soppeng, beberapa balon bupati yang akan bertarung pada Pilkada tampak hadir, di antaranya Andi Kaswadi Razak bersama pasangannya Andi Rizal Mappatunru (AKAR), Syamsu Niang- Andi Hendra Pabeangi (SAUDARATA), Andi Herdi Bunga Haryadi-DR Basrah Gising (HIBA), dua incumbent Soppeng Andi Soetomo dan Andi Sarimin Saransi bersama pasangannya, KM Sulaeman.Mereka terlihat akrab dalam suasana silaturahmi.

Dari tujuh pasangan yang telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Soppeng, dua paket tidak sempat hadir. Mereka yaitu pasangan Andi Sulham Hasan- Supriansa (SULAPA) dan pasangan Andi Taufan Made Alie-Sukman Junuddin (ATM-Suka), serta pasangan Andi Soetomo juga tidak terlihat hadir, yakni Aris Muhammadiah.

Momentum perayaan hari jadi ke-749 Soppeng bertepatan dengan tahapan pelaksanaan Pilkada. Panitia pelaksana pilkada pun mengusung tema “dengan semangat hari jadi ke-749 Soppeng, kita tingkatkan kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi menuju Soppeng yang bersatu,aman,adil,dan sejahtera”. (abdullah nicolha)

Friday, March 26, 2010

Wagub Resmikan 467 Proyek

Thursday, 25 March 2010
WATANSOPPENG (SI) – Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang meresmikan 467 proyek pembangunan di Kabupaten Soppeng sepanjang 2009.

Ratusan proyek tersebut terdiri atas 43 proyek menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan PHLN dengan total Rp43 miliar lebih. Lalu, 24 proyek menggunakan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi dengan total Rp15 miliar lebih.

Sementara 268 proyek kegiatan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) murni untuk Kabupaten Soppeng menghabiskan dana Rp39 miliar. Ada 132 proyek bersumber dari APBD Soppeng dengan total Rp59 miliar.

Namun,Wagub pada perayaan HUT ke-749 Soppeng yang digelar meriah di halaman Kantor Bupati Soppeng kemarin,hanya menandatangani empat proyek, yang mewakili ratusan proyek tersebut di atas prasasti secara simbolis yang disaksikan Bupati Andi Soetomo, dua Wakil Ketua DPRD Soppeng Andi Mapparemma dan Andi Kuneng, serta Kepala Bappeda Soppeng Andi Rusli Razak.

Empat proyek besar di antaranya pembangunan Bendungan Nionci dengan total dana Rp4 miliar lebih bersumber dari APBN/- PHLN. Sementara proyek bersumber dari APBD provinsi,yakni pembangunan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) DDI Pattojo,Kecamatan Liliriaja. Proyek itu ditangani Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikmudora) sebesar Rp220 juta.

Sementara untuk proyek yang pendanaannya bersumber dari DAK non-DR yang ditangani Dinas Kesehatan, yakni sarana-prasarana kesehatan dengan total dana Rp6 miliar lebih. Salah satunya Pustu Matabulu di Kecamatan Lalabata.

Proyek bersumber dari APBD Soppeng yang juga proyek terbesar yang dikerjakan selama dua tahap dengan anggaran Rp21 miliar ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU). Proyek itu, yakni pembangunan kantor gabungan dinas yang terletak di antara Kantor Bupati dan DPRD Soppeng, Jalan Salotungo, Kecamatan Lalabata.

Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’man mengungkapkan, Kabupaten Soppeng merupakan daerah yang memiliki potensi cukup besar, seperti pertanian, perkebunan, pariwisata.Dia juga menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Soppeng meningkat dari tahun sebelumnya.

“Pada 2007, pertumbuhan ekonomi Soppeng hanya 5,37% dan pada 2009 meningkat menjadi 7,70%. Bahkan, Soppeng menempati peringkat ke-5 se-Sulsel,” paparnya saat membacakan sambutan di hadapan ribuan warga yang hadir pada perayaan HUT ke-749 Soppeng di halaman Kantor Bupati Soppeng,kemarin.

Dia mengharapkan, Kabupaten Soppeng meningkatkan daya saing dengan daerah lain dan tetap mengoptimalkan SDM/SDA yang dimiliki untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Bupati Soppeng Andi Soetomo mengungkapkan, perkembangan Kabupaten Soppeng meski dihadapkan pada berbagai permasalahan, bisa diatasi berkat kebersamaan dan kerja keras pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Soppeng.

Saat ini kinerja pembangunan, khususnya empat strong point pembangunan daerah meliputi bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, berjalan baik. Terkait peresmian ratusan proyek tersebut, dia berharap membawa manfaat bagi seluruh warga Soppeng.

“Saya percaya pembangunan berkelanjutan yang disertai tekad dan kerja keras,serta pemahaman dan komitmen sebagai rahmat. Karena itu, kami dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik,” katanya. (abdullah nicolha)

Bupati Soppeng Terima Manggala Karya

Thursday, 25 March 2010
WATANSOPPENG (SI) – Bupati Soppeng Andi Soetomo kembali mendapatkan penghargaan Manggala Karya dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’man pada perayaan HUT ke-749 Soppeng, kemarin. Penghargaan Manggala Karya diberikan kepada orang nomor satu di Soppeng itu atas keberhasilannya mendukung program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Soppeng.

“Penghargaan itu diberikan karena keberhasilannya mendukung program KB di Soppeng,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Pemkab Soppeng Sarianto kepada harian Seputar Indonesia (SI), seusai perayaan HUT Soppeng,kemarin.

Wagub sulsel juga menyerahkan keputusan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada Kepala Desa Belo,Kecamatan Ganra,Kabupaten Soppeng, tentang pengelolaan tanah mandiri lokasi percontohan Baruga Sayang.

Bupati mengatakan, peringatan HUT Soppeng bukan sematamata sebuah proses mengenang masa lalu,tetapi harus menempatkan diri menjadi bagian perjalanan tersebut.

“Dengan begitu,diperlukan kearifan dan tindakan yang benar dalam memahami makna hari jadi melalui proses perenungan, introspeksi, dan evaluasi mencapai kemajuan pada masa mendatang,” ujar Soetomo.

Pada perayaan HUT ke-749 Soppeng, pemimpin DPRD Soppeng Andi Kuneng SH membacakan sejarah singkat terbentuknya Soppeng yang terbentuk sejak ratusan tahun lalu.

Acara tersebut dihadiri langsung Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’man beserta Ny DR Hj Majedah Arifin Nu’man, Kepala Bakorwil II Bone, para bupati, sesepuh Kabupaten Soppeng,Wakil Bupati Soppeng Andi Sarimin Saransi, Ketua dan anggota DPRD. (abdullah nicolha)