Wednesday, April 21, 2010

Baliho AS-SALAM dan AKAR Dirusak


Wednesday, 21 April 2010

RUSAK ATRIBUT. Nampak salah satu baliho berukuran besar milik paket AS-SALAM yang telah dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab di Kelurahan Cabbenge Kec Lilirilau Kabupaten Soppeng dengan cara menghilangkan gambar kepala Cabup Andi Sarimin Saransi.

WATANSOPPENG (SI) – Perusakan atribut pasangan calon bupati dan wakil bupati Soppeng,oleh oknum tak bertanggung jawab mulai terjadi menjelang pelaksanaan Pilkada di Bumi Latemmamala pada Juni mendatang.

Perusakanatributpilkadamenimpa dua pasangan calon yang diprediksi memiliki kans besar memenangkan pesta demokrasi lima tahunan di daerah berjuluk Kota Kalong itu. Keduanya adalah pasangan Andi Sarimin-Sulaeman (AS-SALAM) dan paket Andi Kaswadi Razak- Andi Rizal Mappatunru (AKAR).

Pantauan Harian Seputar Indonesia (SI), atribut milik paket ASSALAM yang menjadi sasaran perusakan berada di Kelurahan Cabbenge, Kecamatan Lilirilau. Perusakan atribut pasangan umara dan ulama itu, dengan menghilangkan gambar kepala Cabup Andi Sarimin dan mencabut stiker lalu memasangnya di jalan.

“Kalau kami amati, memang ada unsur kesengajaan merusak baliho AS-SALAM. Itu jelas-jelas direncanakan karena kondisi baliho tidak ada yang rusak,hanya bagian itu (kepala) saja yang dihilangkan. Mungkin saja menggunakan silet atau cutter,” ungkap Sek-retaris Tim Pemenangan AS-SALAM FAS Rachmat Kami kepada SI, kemarin.

Sementara itu, atribut paket AKAR yang dirusak oknum tidak bertanggungjawab terjadi di Jalan Lompo Ujung,Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata. Perusakan itu dilakukan dengan menghitamkan gambar wajah Ketua DPRD Soppeng Andi Kaswadi Razak.

Seorang tim relawan paket AKAR,Budiman mengungkapkan, aksi perusakan atribut Pilkada milik AKAR sudah banyak dilakukan. Kami menemukan atribut milik AKAR di Lompo Ujung sengaja di pilox(dihitamkan), sehingga wajah cabup tidak terlihat,” ungkapnya kepada wartawan,belum lama ini.

Aksi anarkistis oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut sangat disesalkan kubu ASSALAM dan AKAR. Hal itu bisa mengancam kondisi kondusif untuk mewujudkan Pilkada damai.

Juru Kampanye paket ASSALAM Andi Buana Raja mengungkapkan, perusakan baliho dan pencabutan stiker milik ASSALAM merupakan bentuk tindakan anarkis.“Ini merupakan tindakan anarkis dan bentuk bentuk ketidaktertiban. Tentunya saya sangat menyesalkan tindakan tersebut,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan juru kampanye paket AKAR Syahruddin M Adam. Dia mengatakan, pihaknya menyesalkan tindakan anarkistis yang akan mencederai proses Pilkada damai.“Ini mengancam proses pilkada damai dan mencederai proses tersebut, ”katanya.

Namun, Buana Raja dan Syahruddin tidak ingin menuduh siapa pun dan berharap timnya tidak terpengaruh dengan provokasi dari pihak yang tak bertanggungjawab. (abdullah nicolha)

Bupati Imbau Jaga Pilkada Damai

Wednesday, 21 April 2010
WATANSOPPENG (SI) -- Bupati Soppeng Andi Soetomo meminta kerukunan antar beragama di Bumi Latemmamala itu ikut mengawal pelaksanaan Pilkada Soppeng agar berlangsung damai,jujur,dan demokratis.

Bupati menjelaskan, Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama,Forum Pembauran Kebangsaan dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat se-Kabupaten Soppeng memiliki arti penting dan strategis dalam upaya menjaga dan memelihara stabilitas politik dan keamanan.

“Hal ini sengaja saya ingatkan agar kita semua dapat mengawal pesta demokrasi secara damai, jujur dan demokratis. Peran ketiga forum ini sangat diharapkan agar pelaksanaan Pilkada,” ujarnya pada pada Rakor Kerukunan Forum Beragama, di ruang pola kantor bupati baru-baru ini.

Orang nomor satu di Soppeng ini juga mengungkapkan, terjadinya konflik sosial yang berkepanjangan, kurangnya sopan santun,dan budi luhur dalam pergaulan sosial, disebabkan berbagai faktor.

Atas nama pemerintah daerah maupun nama pribadi, Soetomo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja sama dan dukungan masyarakat. Sehingga selama terwujud suasana kondusif di Kabupaten Soppeng. (abdullah nicolha)

Monday, April 19, 2010

Anggaran Sensus Penduduk Rp2,6 Miliar


Monday, 19 April 2010
WATANSOPPENG(SI) – Anggaran sensus penduduk (SP) Kabupaten Soppeng pada 2010 mencapai Rp2,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng Mukrabin menjelaskan bahwa anggaran tersebut sebagian besar untuk kegiatan lapangan.Jumlahnya sekitar 70% atau Rp1,9 miliar.

“Selebihnya biaya pengolahan, ATK (alat tulis kantor), dan publisitas,” ungkapnya di hadapan Bupati Soppeng Andi Soetomo dan ratusan petugas SP di gedung pertemuan masyarakat Watansoppeng, kemarin.

Dia menjelaskan, sensus penduduk tersebut mencakup seluruh penduduk warga negara Indonesia (WNI) maupun WNA yang tinggal di dalam wilayah RI, baik yang bertempat tinggal tetap, maupun tidak tetap.Untuk Kabupaten Soppeng, mencakup delapan kecamatan, 70 desa/kelurahan, dan sekitar 164 dusun dan lingkungan.

“Setiap desa/kelurahan dibagi habis menjadi wilayah kerja yang disebut blok sensus. Jumlah blok sensus di Kabupaten Soppeng terdiri atas 660 blok biasa (hunian biasa), 5 blok khusus (LP dan pesantren), dan 25 blok persiapan (wilayah yang belum berpenghuni,” papar Kepala BPS Soppeng Mukrabin.

Berdasarkan data yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI), jumlah petugas SP 2010 untuk daerah berjuluk Kota Kalong itu sebanyak 574 orang. “Semua petugas ini dilengkapi atribut,rompi,dan topi serta surat tugas yang berlogo petugas sensus penduduk 2010.Selain itu, untuk keamanan dokumen, para petugas juga dilengkapi tas ransel dan dos dokumen,”tandasnya.

Sementara itu, Bupati Soppeng Andi Soetomo menekankan pada netralitas petugas sensus penduduk mengingat pelaksanaannya berada dalam suasana proses penyelenggaraan pilkada.

“Saya tekankan bahwa sensus penduduk yang akan dilaksanakan di Soppeng harus bebas kepentingan politik, khususnya terkait proses pilkada,” ungkapnya di hadapan ratusan petugas SP 2010.

Dia yakin bahwa petugas yang telah diamanahkan melaksanakan kegiatan tersebut adalah orang-orang terpilih dan profesional.“ Namun,kami perlu senantiasa mengingatkan sedapat mungkin dalam pelaksanaan tugas-tugas dapat menghindari tindakantindakan di luar kewenangan yang telah digariskan,”katanya.

Orang nomor satu di Soppeng juga mengimbau BPS setempat agar dalam perekrutan petugas sensus tidak melibatkan mereka yang jelas-jelas sebagai anggota tim sukses salah satu kandidat.“Ini sebagai upaya antisipasi dan kalau bisa dalam proses rekrutmen disertai penandatanganan fakta integritas netralitas,”tandasnya.

Sensus penduduk 2010 merupakan sensus keenam yang diselenggarakan di Indonesia. Sensus pertama pada 1961, kemudian sensus kedua 1971, sensus ketiga 1980, sensus keempat 1990, dan sensus kelima pada 2000.

“Kegiatan ini terdiri atas rangkaian yang meliputi perencanaan,persiapan, pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian data,”pungkasnya. (abdullah nicolha)

Saturday, April 17, 2010

Siswa Diminta Tingkatkan Potensi Diri

Friday, 16 April 2010
SENGKANG (SI) – Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru melanjutkan kegiatan safari pendidikan di daerah berjuluk Kota Sutera. Kali ini orang nomor satu di Wajo itu bersama jajarannya mengunjungi Kecamatan Keera.

Andi Bur, sapaan akrab Bupati Wajo,menginginkan seluruh siswa sekolah berkonsentrasi meningkatkan potensi diri. Dia juga meminta para aparat dan siswa mempertebal akhlak dan meningkatkan kecerdasannya.

“Ajakan menciptakan keharmonisan dalam menjalin hubungan dengan seluruh aparat dalam lingkup kerja masing-masing itu juga sangat diperlukan,” katanya dalam kunjungan safari pendidikan di Ballere, Kecamatan Keera,Wajo,kemarin.

Bupati juga menekankan aparat dan masyarakat menggali kembali akar budaya yang menjadi filosofi orang Bugis, yakni 3S (Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi).“Filosofi ini erat hubungannya dengan pandangan hidup bangsa dan negara, serta berhubungan dengan nilai dan akidah agama,” pungkas mantan Sekda Wajo ini.

Kepala Cabang Dinas (Kacadis) Keera H Suriadi dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan safaripendidikandidaerahnya telah lama dinantikan.Melalui safari pendidikan ini seluruh aparat Dinas Pendidikan dapat mengungkapkan langsung masalah yang dihadapi kepada kepala daerah.“Kami pikir ini adalah ajang yang tepat menyampaikan apa yang selama ini dikeluhkan dalam hal pendidikan,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun harian SeputarIndonesia(SI),safari pendidikan di Kecamatan Keera tersebut merupakan kecamatan ke- 10 dari 14 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Wajo.

“Semua kecamatan akan dikunjungi, jadi tinggal empat kecamatan lagi. Setelah safari pendidikan rampung, akan dilanjutkan dengan safari kesehatan,” kata Kabag Humas Pemkab Wajo Muh Hasri kepada SI melalui telepon selulernya kemarin. (abdullah nicolha)

Wednesday, April 14, 2010

PNS Harus Netral saat Pilkada

Thursday, 15 April 2010
WATANSOPPENG (SI) – Asisten III Pemkab Soppeng Bidang Administrasi Umum selaku pemegang tugas Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Andi Akbar Nur Tahir menegaskan,seluruh PNS bersikap netral pada Pilkada Soppeng Juni nanti.

Hal tersebut ditegaskan saat sosialisasi pendewasaan politik bagi netralitas PNS dalam pelaksanaan Pilkada Soppeng 2010 yang digelar di ruang pola kantor bupati barubaru ini. Acara tersebut dihadiri unsur Muspida,Kepala SKPD,Camat, Lurah, dan PNS lingkup Soppeng lainnya.

“Selaku PNS sebagai unsur aparatur negara harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik. Selain itu, tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dia berharap para PNS tetap menjalin kerja sama atau network untuk berperan aktif mengendalikan ketertiban dan keamanan.Dengan begitu, tidak ada sedikit pun tuntutan yang terjadi menjelang dan setelah perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Latemmamala itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekkab Soppeng ini juga mengungkapkan, kiprah pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan yang baik (good governance) sangat ditentukan proses awal sistem politik kenegaraan, yakni pilkada.

Menurutnya,penerapan tatanan, mekanisme, dan prosedur dalam penyelenggaraan pilkada kali ini terdapat hal-hal yang mungkin belum dipahami betul masyarakat. “Tugas dan tanggung jawab kami sungguh berat,seperti apa citra bangsa, berada di tangan kita bersama.Jadi,kita harus terus berperan mewujudkan suasana kondusif, aman, efektif, dan demokratis,” paparnya.

Dia pun menginstruksikan seluruh pimpinan SKPD dan seluruh camat terus proaktif mengantisipasi isu-isu atau masalah secara dini.“Dengan demikian,hal-hal kecil tidak berdampak menjadi persoalan besar yang bisa menghambat proses dan tahapan Pilkada Soppeng,”tuturnya.

Asisten III ini juga menyerukan seluruh komponen dan lapisan masyarakat menanamkan dalam hati dan tindakan untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada. “Mari tanamkan dalam lubuk hati dan tindakan kita, target pelaksanaan pilkada sukses 2010,” ungkapnya kepada para PNS.

Kepala Kesbang Pemkab Soppeng Arif Dimas menambahkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu dukungan Pemkab Soppeng dalam upaya implementasi UU No 22/2007 tentang Pelaksanaan Pilkada.

“Tentunya perlu cara membiasakan adanya kesepakatan bersama dalam mengatasi masalah terkait proses pilkada,”tandasnya. (abdullah nicolha)