Tuesday, 02 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Sejumlah calon haji (calhaj) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 embarkasi Makassar kembali mengeluhkan fasilitas pemondokan di Mekkah.
Alasannya,pondokan yang berada di ring II kawasan Syari Mansur Sittin itu yang berjarak sekitar 2–7 kilometer dari Masjidilharam dinilai tidak sesuai standar dan tak representatif sebagaimana pondokan jamaah asal Indonesia lainnya.
Salah seorang calhaj asal Makassar yang juga tergabung dalam kloter 13,Kasim Wahab,memaparkan kondisi pondokan yang saat ini ditempati bersama ratusan calhaj lainnya.
“Di ring II kawasan Syari Mansur Sittin, pondokan 1021 sangat memprihatinkan karena di dapur umum tidak ada kompor, tempat tidur ditumpuk sampai enam ranjang dalam kapasitas kamar 3x4 meter,” katanya kepada SINDO via ponsel kemarin.
Fasilitas kamar mandi setiap saat terganggu karena airnya kadang tidak mengalir.“Bahkan, hotel yang berlantai sembilan hanya memiliki kapasitas lift untuk menampung tiga orang, sungguh sangat memprihatinkan,” tuturnya. (abdullah nicolha)
Wednesday, November 3, 2010
Calhaj Abaikan Imbauan PPIH
Tuesday, 02 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Sejumlah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Bantaeng dan Gowa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 31 embarkasi Makassar masih mengabaikan imbauan panitia pemberangkatan ibadah haji (PPIH) setempat.
Imbauan tersebut, yakni tentang sejumlah barang bawaan calhaj yang dinilai tidak terlalu penting untuk dibawa ke Tanah Suci, tapi masih saja ditemukan puluhan calhaj yang kedapatan menyimpan dalam koper mereka,salah satunya minyak goreng.
Bahkan, petugas dan panitia haji setempat kembali menyita puluhan bungkus minyak goreng isi satu liter yang dibawa puluhan jamaah asal Kabupaten Bantaeng dan Gowa ke Asrama Haji Sudiang.
Sejumlah calhaj yang ditanya terkait minyak goreng tersebut memiliki alasan yang berbeda,ada yang mengaku karena keluarga memasukkan ke dalam koper tanpa sepengetahuannya.Ada juga gara-gara paksaan para keluarga. (abdullah nicolha)
MAKASSAR (SINDO) – Sejumlah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Bantaeng dan Gowa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 31 embarkasi Makassar masih mengabaikan imbauan panitia pemberangkatan ibadah haji (PPIH) setempat.
Imbauan tersebut, yakni tentang sejumlah barang bawaan calhaj yang dinilai tidak terlalu penting untuk dibawa ke Tanah Suci, tapi masih saja ditemukan puluhan calhaj yang kedapatan menyimpan dalam koper mereka,salah satunya minyak goreng.
Bahkan, petugas dan panitia haji setempat kembali menyita puluhan bungkus minyak goreng isi satu liter yang dibawa puluhan jamaah asal Kabupaten Bantaeng dan Gowa ke Asrama Haji Sudiang.
Sejumlah calhaj yang ditanya terkait minyak goreng tersebut memiliki alasan yang berbeda,ada yang mengaku karena keluarga memasukkan ke dalam koper tanpa sepengetahuannya.Ada juga gara-gara paksaan para keluarga. (abdullah nicolha)
Hamil,Calhaj Bantaeng Batal Berangkat
Tuesday, 02 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Satu dari ratusan calon haji (calhaj) warga Lemoa Kabupaten Bantaeng,Kelurahan Bonto Langkasa,Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Marina binti Zaini, 28, terpaksa batal diberangkatkan ke Tanah Suci karena dalam keadaan hamil.
Marina yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 31 embarkasi Makassar bersama Kabupaten Gowa dan Kolaka Sultra,terpaksa harus menunggu musim haji tahun depan karena kondisinya saat ini tidak memungkinkan diberangkatkan.
“Saat pemeriksaan di daerah, dia (Marini) diketahui hamil dan tidak bisa diberangkatkan tahun ini, jadi harus menunggu tahun depan untuk bisa berhaji,”kata ketua kloter 31 gabungan tiga daerah ini Saharuddin di Asrama Haji Sudiang kemarin.
Dia juga mengakui bahwa yang bersangkutan tidak sempat masuk Asrama Haji karena sejak pemeriksaan kesehatan di daerah asal (Bantaeng) telah terdeteksi.
“Jadi, dia tidak sempat masuk ke Asrama Haji Sudiang,” pungkas ketua kloter 31 asal Bantaeng ini. (abdullah nicolha)
MAKASSAR (SINDO) – Satu dari ratusan calon haji (calhaj) warga Lemoa Kabupaten Bantaeng,Kelurahan Bonto Langkasa,Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Marina binti Zaini, 28, terpaksa batal diberangkatkan ke Tanah Suci karena dalam keadaan hamil.
Marina yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 31 embarkasi Makassar bersama Kabupaten Gowa dan Kolaka Sultra,terpaksa harus menunggu musim haji tahun depan karena kondisinya saat ini tidak memungkinkan diberangkatkan.
“Saat pemeriksaan di daerah, dia (Marini) diketahui hamil dan tidak bisa diberangkatkan tahun ini, jadi harus menunggu tahun depan untuk bisa berhaji,”kata ketua kloter 31 gabungan tiga daerah ini Saharuddin di Asrama Haji Sudiang kemarin.
Dia juga mengakui bahwa yang bersangkutan tidak sempat masuk Asrama Haji karena sejak pemeriksaan kesehatan di daerah asal (Bantaeng) telah terdeteksi.
“Jadi, dia tidak sempat masuk ke Asrama Haji Sudiang,” pungkas ketua kloter 31 asal Bantaeng ini. (abdullah nicolha)
Tuesday, November 2, 2010
Calhaj Diimbau Jaga Fisik
Tuesday, 02 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Bidang Kesehatan Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mengimbau para calon haji (calhaj) yang akan diberangkatkan melalui embarkasi Makassar untuk menjaga kondisi kebugaran fisik.
Alasannya,ibadah utama dan paling penting menjalankan ibadah haji, yakni wukuf. Ibadah inti ini membutuhkan tenaga dan fisik untuk melaksanakannya,terutama mereka yang tergolong berisiko tinggi.
“Kami imbau para calon haji yang akan diberangkatkan maupun yang berada di sana (Mekkah) tidak memporsir tenaganya agar nanti saat puncak pelaksanaan ibadah haji (wukuf) bisa melaksanakannya dengan baik serta dalam kondisi prima,”ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Embarkasi Makassar dr Irwan di Asrama Haji Sudiang kemarin.
Imbauan tersebut agar nanti saat wukuf di Arafah,semua jamaah bisa mandiri (dalam keadaan sehat) dan tidak perlu mendapat bantuan jamaah lain. “Jangan sampai saat wukuf tiba, mereka tidak mandiri sehingga kami imbau semuanya bisa wukuf dengan sempurna,”ujarnya.
Jamaah juga diimbau menjaga kesehatan menghadapi inti ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, serta tetap memperbanyak minum air putih dan buah-buahan agar pada ibadah puncak tersebut kesehatan para calhaj tetap prima.
Imbauan yang sama sebelumnya juga disampaikan PPIH Arab Saudi dan memfokuskan perhatian terhadap kesehatan jamaah sebelum memasuki pelaksanaan wukuf di Arafah. Wakil Ketua PPIH Bidang Kesehatan Chaerul Nasution mengungkapkan, tingkat kelelahan jamaah sering terjadi saat memasuki wukuf di Arafah,mabit di Muzdalifah, dan Mina.
Karena itu,tidak sedikit kasus jamaah meninggal pada momen ini. “Kami akan antisipasi dini saat sebelum wukuf di Arafah.Nanti kami fokus pada jamaah dengan penyakit risiko tinggi,”ungkapnya.
Bahkan dia meminta jamaah mengurangi kegiatan ibadah yang bersifat sunah. Inti ibadah haji sesungguhnya adalah wukuf di Arafah. Karena itu, jangan sampai kesehatan jamaah terganggu hanya karena terlalu berambisi beribadah sebelum puncak haji tiba.
“Jangan terlalu dipaksa, harus bisa membatasi kegiatan, terutama bagi yang memiliki penyakit dengan risiko tinggi.Kurangi makanan yang berlemak. Jangan beli makanan yang dijual di pinggir jalan.Menetralisasi penyakit yang ada, tekanan darah, gulanya juga harus dikontrol,”tandasnya.
Chaerul mengatakan,nantinya tim kesehatan akan membuka klinik di tend Misi Haji Indonesia. Saat ini PPIH berkoordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Mobil ambulans juga akan selalu siap siaga,meski nanti tidak bisa masuk area haji. Mobil ambulans yang bisa masuk ke area tenda jamaah hanya mobil ambulans milik rumah sakit Arab Saudi. (abdullah nicolha)
MAKASSAR (SINDO) – Bidang Kesehatan Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mengimbau para calon haji (calhaj) yang akan diberangkatkan melalui embarkasi Makassar untuk menjaga kondisi kebugaran fisik.
Alasannya,ibadah utama dan paling penting menjalankan ibadah haji, yakni wukuf. Ibadah inti ini membutuhkan tenaga dan fisik untuk melaksanakannya,terutama mereka yang tergolong berisiko tinggi.
“Kami imbau para calon haji yang akan diberangkatkan maupun yang berada di sana (Mekkah) tidak memporsir tenaganya agar nanti saat puncak pelaksanaan ibadah haji (wukuf) bisa melaksanakannya dengan baik serta dalam kondisi prima,”ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Embarkasi Makassar dr Irwan di Asrama Haji Sudiang kemarin.
Imbauan tersebut agar nanti saat wukuf di Arafah,semua jamaah bisa mandiri (dalam keadaan sehat) dan tidak perlu mendapat bantuan jamaah lain. “Jangan sampai saat wukuf tiba, mereka tidak mandiri sehingga kami imbau semuanya bisa wukuf dengan sempurna,”ujarnya.
Jamaah juga diimbau menjaga kesehatan menghadapi inti ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, serta tetap memperbanyak minum air putih dan buah-buahan agar pada ibadah puncak tersebut kesehatan para calhaj tetap prima.
Imbauan yang sama sebelumnya juga disampaikan PPIH Arab Saudi dan memfokuskan perhatian terhadap kesehatan jamaah sebelum memasuki pelaksanaan wukuf di Arafah. Wakil Ketua PPIH Bidang Kesehatan Chaerul Nasution mengungkapkan, tingkat kelelahan jamaah sering terjadi saat memasuki wukuf di Arafah,mabit di Muzdalifah, dan Mina.
Karena itu,tidak sedikit kasus jamaah meninggal pada momen ini. “Kami akan antisipasi dini saat sebelum wukuf di Arafah.Nanti kami fokus pada jamaah dengan penyakit risiko tinggi,”ungkapnya.
Bahkan dia meminta jamaah mengurangi kegiatan ibadah yang bersifat sunah. Inti ibadah haji sesungguhnya adalah wukuf di Arafah. Karena itu, jangan sampai kesehatan jamaah terganggu hanya karena terlalu berambisi beribadah sebelum puncak haji tiba.
“Jangan terlalu dipaksa, harus bisa membatasi kegiatan, terutama bagi yang memiliki penyakit dengan risiko tinggi.Kurangi makanan yang berlemak. Jangan beli makanan yang dijual di pinggir jalan.Menetralisasi penyakit yang ada, tekanan darah, gulanya juga harus dikontrol,”tandasnya.
Chaerul mengatakan,nantinya tim kesehatan akan membuka klinik di tend Misi Haji Indonesia. Saat ini PPIH berkoordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Mobil ambulans juga akan selalu siap siaga,meski nanti tidak bisa masuk area haji. Mobil ambulans yang bisa masuk ke area tenda jamaah hanya mobil ambulans milik rumah sakit Arab Saudi. (abdullah nicolha)
Vaksinasi Meningitis Diperketat
Tuesday, 02 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Makassar memperketat proses vaksinasi meningitis seluruh jamaah calon haji (calhaj) yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Makassar dr Irwan mengatakan, vaksinasi ini menjadi keharusan karena berkaitan dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
“Pemerintah Arab Saudi tidak akan mengizinkan calhaj masuk ke Tanah Suci jika tidak mendapatkan vaksinasi meningitis terlebih dahulu dari negara asal,” tuturnya kepada SINDO di Asrama Haji Sudiang Makassar kemarin.
Ketentuan Pemerintah Arab Saudi ini cukup beralasan karena banyaknya calhaj dari berbagai negara yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit.
Salah satu penyakit yang dikhawatirkan adalah meningitis yang memang berasal dari luar Indonesia. “Lebih baik proses vaksinasi ini kami perketat daripada nanti akan menjadi masalah jika calhaj sudah sampai di Tanah Suci dan mengganggu ibadah haji,”ungkapnya.
Selain ketentuan Pemerintah Arab Saudi, pemberian vaksinasi kepada calhaj ini juga bertujuan meminimalisasi kemungkinan calhaj tertular penyakit selama di Tanah Suci. “Penularan penyakit di Tanah Suci sangat mudah terjadi,khususnya melalui udara, apalagi penyakit kebanyakan berasal dari Afrika,” ujar Kabid Kesehatan PPIH Embarkasi Makassar ini.
Pemberian vaksin ini juga berguna menjaga kekebalan tubuh calhaj untuk mengantisipasi pergantian dua musim, yakni panas dan dingin.
Dia mengaku, tim kesehatan PPIH Embarkasi Makassar langsung memberikan vaksinasi kepada calhaj saat diterima resmi di Asrama Haji Sudiang, meski sebelumnya juga telah divaksinasi di daerah masing-masing. “Saat pemeriksaan kesehatan terhadapcalhajyangdatang,saatitu jugalah proses vaksinasi dilakukan sesuai ketentuan standar,”katanya.
Vaksin yang diberikan kepada calhaj tersebut memiliki efek yang cukup lama, yaitu selama dua tahun. “Dengan begitu, pemberian vaksin ini diharapkan mampu meminimalisasi angka penularan penyakit terhadap calhaj yang melaksanakan ibadah haji,”tandasnya. (abdullah nicolha)
MAKASSAR (SINDO) – Tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Makassar memperketat proses vaksinasi meningitis seluruh jamaah calon haji (calhaj) yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Makassar dr Irwan mengatakan, vaksinasi ini menjadi keharusan karena berkaitan dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
“Pemerintah Arab Saudi tidak akan mengizinkan calhaj masuk ke Tanah Suci jika tidak mendapatkan vaksinasi meningitis terlebih dahulu dari negara asal,” tuturnya kepada SINDO di Asrama Haji Sudiang Makassar kemarin.
Ketentuan Pemerintah Arab Saudi ini cukup beralasan karena banyaknya calhaj dari berbagai negara yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit.
Salah satu penyakit yang dikhawatirkan adalah meningitis yang memang berasal dari luar Indonesia. “Lebih baik proses vaksinasi ini kami perketat daripada nanti akan menjadi masalah jika calhaj sudah sampai di Tanah Suci dan mengganggu ibadah haji,”ungkapnya.
Selain ketentuan Pemerintah Arab Saudi, pemberian vaksinasi kepada calhaj ini juga bertujuan meminimalisasi kemungkinan calhaj tertular penyakit selama di Tanah Suci. “Penularan penyakit di Tanah Suci sangat mudah terjadi,khususnya melalui udara, apalagi penyakit kebanyakan berasal dari Afrika,” ujar Kabid Kesehatan PPIH Embarkasi Makassar ini.
Pemberian vaksin ini juga berguna menjaga kekebalan tubuh calhaj untuk mengantisipasi pergantian dua musim, yakni panas dan dingin.
Dia mengaku, tim kesehatan PPIH Embarkasi Makassar langsung memberikan vaksinasi kepada calhaj saat diterima resmi di Asrama Haji Sudiang, meski sebelumnya juga telah divaksinasi di daerah masing-masing. “Saat pemeriksaan kesehatan terhadapcalhajyangdatang,saatitu jugalah proses vaksinasi dilakukan sesuai ketentuan standar,”katanya.
Vaksin yang diberikan kepada calhaj tersebut memiliki efek yang cukup lama, yaitu selama dua tahun. “Dengan begitu, pemberian vaksin ini diharapkan mampu meminimalisasi angka penularan penyakit terhadap calhaj yang melaksanakan ibadah haji,”tandasnya. (abdullah nicolha)
Subscribe to:
Posts (Atom)