Monday, November 15, 2010

Ilham Prihatin Jamaah Indonesia Jauh dari Masjidil Haram

Sunday, 14 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin yang saat ini berada di Tanah Suci Mekkah merasa prihatin melihat kondisi sebagian jamaah asal Indonesia yang berada jauh dari Masjidil Haram.

Pasalnya, mereka harus mengeluarkan biaya transport yang cukup besar setiap hari karea untuk mencapai Masjidil Haram harus menggunakan taksi atau bus. Hal tersebut mereka lakukan karena tidak ingin melewatkan kesempatan beribadah di tempat suci itu.

Kloter Terakhir Pakai Pesawat Inggris

Wednesday, 10 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Kelompok terbang (kloter) terakhir para calon haji (calhaj) dari embarkasi Makassar yang tergabung dalam kloter 44, mengunakan pesawat carteran asal Inggris yang berbadan lebih besar,kemarin.

Calhaj Wanita Ditemukan Bawa Rokok Berlebihan

Wednesday, 10 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menemukan salah seorang calon haji (calhaj) yang tergabung dalam kloter 42 membawa rokok dalam jumlah berlebihan.

Ironisnya,yang memiliki koper tersebutadalahseorangcalhajwanita sebanyak enam slop atau sekitar 60 bungkus rokok,sementara yang diperbolehkan 30–40 bungkus.

Dua Calhaj Barru Meninggal Dunia

Monday, 08 November 2010
MAKASSAR (SINDO) — Dua orang calon haji (calhaj) asal Kabupaten Barru yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 42 Embarkasi Makassar batal diberangkatkan ke Tanah Suci karena keduanya meninggal dunia sebelum jadwal pembarangkatan.

Keduanya meninggal karena menderita sakit diantaranya Hasnawiah Hamsah binti Samang ,43, warga Berarue Kelurahan Pancanang Kecamatan Tanete Rilau dan Saddi Sani binti Katehu ,59, warga Pasar Baru Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.

“Hasnawiah menderita tumor meninggal pada 4 Oktober lalu sementara Saddi baru meninggal kemarin (7/11) karena menderita penyakit komplikasi,” kata Kasi Haji dan Umrah Kabupaten Barru kepada sejumlah wartawan saat penerimaan calhaj kloter 42 di Asrama Haji Sudiang Makassar, kemarin.

Menurut dia,dengan adanya dua calhaj Barru yang batal tersebut mengakibatkan dua kouta Barru kosong atau dari jumlah kouta sebanyak 177 orang menjadi 175 orang.

“Kouta haji untuk Kabupaten Barru musim haji tahun ini hanya sebanyak 177 orang,”ungkapnya. Calhaj asal Kabupaten Barru itu bergabung dengan ratusan calhaj lainnya dari Selayar 116 orang dan Makassar 62 orang.

Ketua Kloter 42 Embarkasi Makassar asal Kab Selayar Muh Yahya mengatakan, hingga saat ini calhaj dari daerah kepulauan itu utuh dan tidak ada yang berhalangan.

“Khusus dari Selayar masih utuh 116orang,kondisi kesehatan jamaah pun baik-baik saja,mudah-mudahan bisa berangkat semua dan selamat kembali ke Tanah Air,” ungkapnya kepada wartawan,kemarin. (abdullah nicolha)

Friday, November 12, 2010

Fasilitas Asrama Dikeluhkan

Monday, 08 November 2010
MAKASSAR (SINDO) – Sejumlah calon haji (calhaj) asal Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluhkan fasilitas air conditioner(AC) yang disediakan pengelola Asrama Haji Sudiang karena tidak berfungsi maksimal.

Akibatnya, sejumlah calhaj, terutama pria, terpaksa membuka baju didalam kamar karena merasa kepanasan, meski AC telah dinyalakan. “Saya terpaksa buka baju di tengah malam karena kepanasan dan tidak bisa tidur.AC sudah dinyalakan, tetapi tidak berfungsi maksimal dan buktinya masih panas,”ujar salah seorang calhaj asal Sulbar, Ahmad, kepada SINDO di Asrama Haji Sudiang Makassar kemarin.

Hal tersebut mungkin terjadi karena fasilitas AC yang disediakan tidak sesuai kondisi ruangannya yang ditempati beberapa orang. Seharusnya daya tampung kamar disesuaikan dengan pendingin ruangan agar calhaj nyaman saat beristirahat.

Hal senada diungkapkan calhaj lain asal Kabupaten Pangkep yang tergabung dalam kloter 40, Ismail Hamid. Menurutnya, sejak masuk Asrama Haji pada pagi harinya hingga siang kemarin,dia tidak bisa beristirahat cukup di kamar karena kepanasan.

“Terus terang kami di wisma 5 tidak bisa istirahat tidur siang karena panas sekali seperti terpanggang sehingga kami keluar dari kamar,” ungkapnya kepada SINDO di Asrama Haji Sudiang Makassar kemarin.

Meski mengenakan pakaian tipis, dia tetap merasa kepanasan. Akibatnya, waktu istirahat sebelum pemberangkatan tidak maksimal digunakan jamaah. “Jadi,kami tidak nyaman di kamar dan terpaksa keluar karena biar sudah memakai baju tipis tetap saja panas,”tutur dia.

Ismail berharap masalah semacam ini dapat segera dibenahi agar jamaah yang masuk dapat merasa nyaman.Dia juga mengaku telah menyampaikan masalah tersebut kepada pengelola Asrama Haji Sudiang untuk segera dibenahi.

Kepala Seksi Penyuluhan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulbar Dahri Patong juga mengeluhkan hal serupa.Menurutnya, kondisi di kamar terasa panas karena AC yang disediakan panitia tidak berfungsi maksimal yang mengakibatkan jamaah tidak nyaman berada di kamar.

Kepala Bidang (Kabid) Tatagraha BPAH Asrama Haji Sudiang Makassar Abd Rasyid Usman yang dikonfirmasi SINDO, membantah ada AC yang tidak menyala atau rusak.Sebelum proses penerimaan calhaj,seluruh fasilitas yang ada di asrama telah dicek dan yang rusak diganti,termasuk AC.

“Sebelum proses penerimaan calhaj,semua fasilitas sudah dicek dan bisa digunakan,tapi tidak tahu pastinya kalau memang ada yang rusak, cuaca panas yang dirasakan memang terjadi,saya di kamar juga merasakannya,mungkin itu karena padatnya jamaah, ”ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, semua kamar yang ada di Asrama Haji Sudiang difasilitasi semua dengan satu AC, tapi dalam beberapa hari terakhir hal itu dikeluhkan sejumlah calhaj karena dinilai tidak berfungsi maksimal. (abdullah nicolha)