Saturday, September 27, 2008

Cakka-Siku Datangkan Menteri Kehutanan

Friday, 26 September 2008

LUWU (SINDO) – Duet pasangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Andi Mudzakkar- Syukur Bijak akan mendatangkan juru kampanye nasional (Jurkamnas) pada putaran kampanye yang dijadwalkan akan berlangsung 12–25 Oktober mendatang.

Menurut Local Officer (LO) paket Cakka-Siku (CS) Kaimuddin, pada musim kampanye mendatang, sejumlah fungsionaris dan pengurus partai pengusung paket tersebut, yakni PBBPBR akan hadir mengampanyekan pasangan itu. Mereka yang dipastikan datang, yaitu Menteri Kehutanan yang juga Ketua Umum DPP PBB MS Kaban,anggota Komisi I DPR RI dari PBB Ali Mukhtar Ngabalin, dan Ketua Umum DPP PBR Bursa Sarnubi.

Dalam memperkuat jajaran tim pemenangan dan dukungan paket Cakka-Siku (CS),Tim Pemenangan Duet CS dan partai pengusung dan pendukung mengidentifikasi dan memeta basis PBB-PBR di 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu. Selain itu, seluruh kader dan simpatisan partai pengusung dan pendukung harus terus menggalang kekuatan dan massa guna memenangkan Pemilu Kepala DaerahLuwupada29Oktober.

Selama bulan Ramadan ini,Cakka-Siku tetap melakukan sosialisasi kepada warga. Melalui sejumlah acara, seperti buka puasa bersama dan safari Ramadan keliling di sejumlah kecamatan. Melihat antusiasme warga kepada duet Andi Mudzakkar- Syukur Bijak sangat besar serta giatnya sejumlah mesin politik partai berlambang yang berbasis Islam itu menggalang dukungan, maka LO CS ini bersama semua tim Pejuang 48 (julukan tim CS), yakin pasangan Cakka- Siku akan mendulang dukungan mayoritas pada pemilu mendatang.

”Sejauh ini fungsionaris PBB dan PBR Luwu bersama partai pendukung tetap kompak dan solid serta bekerja maksimal dalam memenangkan paket CS sebagai paket yang mempunyai nilai jual tinggi dan dinilai mampu memajukan dan membawa perubahan di daerah ini menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat Luwu,” jelas Kaimuddin.

Sementara Andi Mudzakkar yang juga Wakil Ketua DPORD Luwu ini mengatakan, masyarakat Luwu saat ini membutuhkan perubahan di semua sektor, baik dari segi pertanian, pemerintahan, dan tentunya kesejahteraan masyarakat.Apabila nanti Cakka-Siku terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Luwu, maka perubahan itu pasti terjadi.

”Kami sangat mengkhawatirkan keadaan masyarakat masih terus begini dan tidak ada perubahan,apalagi Luwu pernah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pertanian terbesar di Sulawesi Selatan. Saatnya masyarakat butuh perubahan,” kata Andi Cakka––sapaan akrab Wakil Ketua DPRD ini kepada SINDO beberapa waktu lalu. (abdullah nicolha)

Amal Prediksi Dulang 40% Suara

Thursday, 25 September 2008

LUWU(SINDO) – Duet Amir Kaso-Syamsul Sabbea (Amal) pada Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Luwu yang akan digelar pada 29 Oktober mendatang,memprediksi bakal mendulang 40% suara.
”Kami target sedikitnya 40% suara pada Pemilu bupati ini, dengan melihat dukungan masyarakat yang ada saat ini, paling tidak presentase itu,” kata Ketua Tim Keluarga yang juga sebagai Local Officer (LO) paket Amal Ahmar Arif kepada SINDO di Luwu,malam tadi. Apabila tim yang diarahkan melakukan sosialisasi Amal kepada masyarakat bekerja maksimal, maka target itu dapat diraih. ”Saat ini dapat diprediksi akan memenuhi target, bahkan kami yakin 40% suara itu bisa diraih,” ujarnya.
Optimisme itu juga didukung dengan sosialisasi yang telah dilakukan tim Amal kepada masyarakat Luwu pada bulan suci ini. Sosialisasi dikhususkan kepada warga asal Kecamatan Bastem dan Latimojong yang tersebar di semua wilayah Luwu untuk memenangkan pasangan ini. ”Tiap hari kami melakukan sosialisasi baik dengan safari ataupun buka puasa bersama,” ungkap Ahmar.
Dia menekankan, presentase wajib pilih di Kabupaten Luwu, sebagian besar dari Kecamatan Bastem dan Latimojong. Selain itu,wajib pilih jangan diidentikkan hanya kepada warga yang berdomisili di sana,tetapi mereka juga tersebar di semua wilayah di Kabupaten Luwu. ”Kami tidak mengukur warga yang hanya berdomisili di Bastem-Latimojong karena jumlah wajib pilih di sana tergolong minim, tetapi mereka sebagian besar masyarakat Luwu yang keturunannya berasal dari dua daerah tersebut,” katanya.
Sementara itu, calon wakil bupati yang juga sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Luwu Syamsul Sabbea juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan tetap mengacu aturan yang ada. Bentuk sosialisasi yang dilakukannya, dengan menjalankan tugasnya sebagai seorang mubalig, diawali dengan ceramah agama.
(abdullah nicolha)

Kinerja PPKPPS Dievaluasi

Thursday, 25 September 2008

LUWU(SINDO) – KPU Luwu akan mengevaluasi kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS),menyusul laporan sejumlah anggota PPK yang tidak menjalankan tugas.

Evaluasi ini, menurut Ketua KPU Luwu Zul Arrahman, berawal dari berbagai laporan para anggota dan Ketua PPK. Mereka ingin mengganti anggota yang dinilai tidak menjalankan tugas sebagaimana harusnya. ”Jadi, jangan langsung mengganti, tetapi konsultasikan ke KPU dan buat berita acara hasil rapat pleno apakah betul mereka tidak dapat bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsinya,” katanya kepada SINDO kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun SINDO, ada tiga kecamatan yang saat ini memiliki masalah dalam pelaksanaan tugas sebagai panitia pemilihan kecamatan, yakni Kecamatan Suli,Ponrang,dan Ponrang Selatan. ”Tiga Ketua PPKnya ini memiliki masalah, ada yang punya kesibukan lain, ada yang sakit-sakitan, dan ada juga yang bermasalah dengan anggotanya,” jelasnya.

Sementara anggota KPU Luwu Astamanga Azis menambahkan, setelah mendengar penjelasan para anggota PPK Kecamatan Suli, maka KPU akan mengevaluasi kepada tiga PPK tersebut dan anggota PPS. Rekapitulasi yang digelar beberapa waktu lalu merupakan rangkaian evaluasi tersebut. ”Kami akan tetap melakukan kontrol kepada setiap penyelenggara Pemilu kepala daerah baik dari kecamatan hingga ke desa-desa guna memaksimalkan tahapan menjelang hari H, yakni pada 29 Oktober mendatang,” kata Asta–sapaan akrab Ketua Kelompok Kerja (Pokja) pendataan pemilih KPU Luwu ini.

Ketua PPK Ponrang Muhlis mengakui adanya masalah internal dalam kepengurusan yang dipimpinnya. Namun, dia mengaku bahwa telah mengonsultasikan kepada KPU Luwu untuk mengganti sebagian anggotanya karena telah melalaikan tugas. ”Mereka jarang sekali ke kantor, diundang atau ada kegiatan baru mau datang. Bahkan, saya sering bekerja tanpa dibantu mereka.

Seenaknya begitu. Padahal kami sudah berjanji akan bekerja bersama- sama sesuai tugasnya, salah satunya anggota PPS yang baru diganti beberapa waktu lalu,” ungkapnya. Muhlis menegaskan,dia tetap ingin menjadi ketua apabila anggotanya mau bekerja dan masih mempercayakannya. ”Akan tetapi, kalau ingin diganti menjadi ketua tidak menjadi masalah, yang jelas kami tetap mengacu aturan yang ada,”paparnya. (abdullah nicolha)

DPRD Minta Perusda Dibubarkan

Thursday, 25 September 2008

LUWU(SINDO)– DPRDLuwu meminta Bupati Luwu Bahrum Daido membubarkan perusahaan daerah (Perusda).Pasalnya, perusda tidak dapat dijadikan pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil pengelolaan kekayaan daerah.


”Dalam neraca daerah per 31 Desember 2007 tercatat piutang perusda sebesar Rp486 juta. Selanjutnya, dalam neraca juga terdapat pendapatan Rp143 juta sehingga sisa hutang perusda sebesar Rp343 juta,” kata anggota DPRD Luwu Abdul Nasser dalam laporannya tentang hasil pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2007 Luwu.

Secara faktual kondisi perusda terdapat pembiayaan Rp104jutalebihyangmeliputi biaya operasional dan administrasi, yakni biaya gaji,upah, dan honorarium. Sementara pendapatan atas usaha sebesar Rp20 juta dan laba bersih Rp100 juta lebih.”Melihat kondisi tersebut, maka kami meminta Bupati Luwu Bahrum Daido membubarkan perusda itu,”ungkapnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Luwu Muhaddar mengatakan, saat ini perusda yang ada di daerah ini tidak dapat memberikan pendapatan untuk daerah karena terbukti memiliki hutang Rp343 juta. Bupati Luwu Bahrum Daido yang mendengar desakan sejumlah anggota DPRD Luwu tersebut merespons positif, bahkan meminta Kepala Bagian Ekonomi melakukan telaah terhadap perusda.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Luwu Ishak Sallo membantah dan mengungkapkan, tidak ada alasan DPRD mengusulkan membubarkan perusda karena selama kurun lima tahun terakhir ini pihaknya tidak pernah menyusahkan pemerintah setempat. (abdullah nicolha)

Tuesday, September 23, 2008

Amal Minta Aparat Pemerintah Netral


Tuesday, 23 September 2008

LUWU (SINDO) – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Luwu Amir Kaso- Syamsul Sabbea (Amal) meminta para pegawai negeri sipil (PNS) netral dalam menghadapi Pemilu bupati dan wakil bupati yang digelar 29 Oktober mendatang.

Dia juga meminta para bakal calon bupati yang nantinya menjadi calon agar tidak mengintimidasi para PNS sehingga dapat tercipta Pemilu bupati yang aman dan damai. ”Mari kita berikan hak pilih kepada para PNS, jangan ada intimidasi mendukung salah satu pasangan calon,” kata Amir Kaso kepada SINDO di Kantor KPU Luwu,kemarin. Pihaknya tidak ingin mengklaim satu daerah untuk mendukungnya karena masyarakat sekarang sudah pintar memilih.

Dia mengklaim, pihaknya sudah mendapat dukungan dari sebagian masyarakat Luwu. ”Anda yang telah memberikan dukungannya dan dari kecamatan tertentu sudah ada, tapi kami tidak ingin mengklaim ini dan itu.Insya Allah, dengan melihat kondisi masyarakat sekarang mereka sudah cukup mendukung, tanpa diklaim pun mereka juga tahu,” jelas Direktur Utama (Dirut) Perusda Sulsel ini.

Dengan begitu, pihaknya tetap optimistis dapat maju sebagai salah satu calon bupati dan wakil bupati menda-tang serta yakin dapat memenangkan pesta demokrasi di Tana Sawerigading ini. ”Dengan melihat dukungan yang ada,Amal optimistis dapat meraih dukungan penuh dari masyarakat,” ucapnya. Amir juga menyatakan, untuk menciptakan Pemilu bupati yang aman dan damai, maka netralitas segenap PNS dan birokrasi di Kabupaten Luwu sangat diharapkan.

Senada diungkapkan Local Officer (LO) yang juga sebagai tim keluarga paket Amal Ahmar Arif, pihaknya yakin dapat meraih dukungan penuh dari masyarakat dan akan memenangkan pesta demokrasi ini. ”Kami optimis karena melihat dukungan yang telah diberikan masyarakat,” ungkapnya di Luwu, kemarin. (abdullah nicolha)