Saturday, May 9, 2009

ADD Rp13 Miliar Rawan Penyimpangan

Saturday, 09 May 2009
MAMUJU(SI) – Bupati Mamuju Suhardi Duka menilai pengelolaan alokasi dana desa (ADD) 2009 senilai Rp13 miliar yang akan di peruntukkan di 143 desa rawan penyimpangan.

“Harus diakui bahwa beberapa tahun terakhir, ada penyimpangan ADD di beberapa desa.Hal itu jelas merupakan pelanggaran,”ungkap dia di Mamuju,belum lama ini. Pada tahun ini, pihaknya akan kembali menyalurkan ADD, tapi yang menjadi kekhawatirannya dalam pengelolaan itu rawan terjadi penyimpangan.

“Nah, pada tahun ini kemungkinan terjadi hal seperti itu masih bisa,”katanya. Pihaknya juga akan mengawasi mekanisme pengelolaan ADD dengan melalui laporan pertanggung jawaban dari tiap desa. “Kalau ada penggunaan yang menyimpang, desa yang bersangkutan tidak lagi diberikan bantuan pada tahun dan tahap berikutnya,” ujarorangnomorsatudiMamujuini.

Bahkan,berdasarkan data Pemkab Mamuju, total ADD sebesar Rp13 miliar akan diperuntukkan di 143 desa yang ada di Mamuju. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Mamuju Adrian Haruna mengatakan, berdasarkan aturan yang ada,70% dana tersebut harus digunakan untuk kepentingan sarana dan prasarana desa.

Sementara 30% lagi untuk keperluan operasional. “Besarnya bantuan yang diberikan untuk tiap desa bervariasi, tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk. Hal itu juga yang memengaruhi tingkat kebutuhan di desa tersebut,”papar dia.

Sementara untuk mekanisme penyaluran dana tersebut,dia akan tetap menunggu laporan pertanggung jawaban dari tiap desa atas penggunaan bantuan ADD tahap kedua pada 2008 lalu. “Kami harus tunggu LKPjnya. Jadi,kalau mau secepatnya mendapat bantuan, tiap desa harus cepat memberikan laporan.

Dari situ, nanti bisa dilihat apakah selama ini penggunaan dana sesuai aturan yang ada atau tidak,”tuturnya. Informasi yang dihimpun SI, hingga saat ini baru ada beberapa desa yang memberikan laporan pertanggungjawaban ADD. Kendati ada desa yang baru dimekarkan, tetap diberikan dana meskipun tidak menyerahkan laporan, salah satunya Desa Leling Barat.

“Desa tersebut memang belum dapat ADD tahun lalu, jadi tetap bisa menerima,” ungkap Kepala DPPKD Mamuju ini. Sementara berdasarkan data yang dihimpun di Mamuju,33 desa yang baru mekar ini,hanya akan diwajibkan membuat semacam rincian program yang akan dilakukan pada tahun ini.

Dia juga menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak boleh digunakan untuk pengadaan kendaraan dinas.Sebab,pihaknya menyediakan motor untuk setiap kades dengan menggunakan dana insentif pajak bumi dan bangunan.

“Satu hal yang pasti,penggunaannya akan tetap diawasi. Karena itu, perlu keterlibatan badan perwakilan desa dan tidak boleh digunakan untuk pembelian kendaraan dinas,”tandasnya. (abdullah nicolha)

213 Koperasi Dinilai Bermasalah

Saturday, 09 May 2009
MAMUJU (SI) – Sebanyak 213 koperasi di Kabupaten Mamuju saat ini dinilai bermasalah. Pasalnya, pengumpulan modal berupa simpanan pokok dan simpanan wajib tidak berjalan maksimal.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Mamuju M Ramli Abdullah mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan koperasi mengalami kemunduran. Salah satunya intensitas pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) tidak berjalan maksimal. “Hampir 90% koperasi yang ada di Mamuju saat ini dapat dikategorikan dalam kondisi “sakit”.

Hal ini sangat disayangkan mengingat pentingnya fungsi koperasi dalam pembangunan ekonomi,”katanya. Data yang dihimpun SI,jumlah koperasi yang ada di Mamuju saat ini 237.Dari persentase tersebut hanya sekitar 24 koperasi yang dinyatakan masih dalam kondisi sehat.Sebagian besar koperasi di Mamuju dalam beberapa tahun terakhir ini tidak melakukan RAT.

“Bisa diibaratkan RAT ini adalah nadi bagi koperasi karena di situlah seluruh program koperasi dibicarakan, ”jelasnya. Dia menyebutkan,apabila RAT sudah tidak ada, berarti tidak ada kemajuan yang jelas dari koperasi. “Bisa dikatakan kondisi koperasi seperti itu sudah mati,” ujarnya saat acara RAT Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kopendagri di Kantor Bupati Mamuju, belum lama ini.

Selain minimnya pelaksanaan RAT, koperasi sakit pun disebabkan tidak berjalannya pengumpulan modal yang berupa simpanan pokok dan simpanan wajib. Dia juga menyayangkan banyaknya koperasi yang berdiri hanya untuk mendapatkan bantuan modal dari pemerintah pusat. Padahal, pada tahun ini tambahan modal dari pusat tersebut tidak digulirkan lagi.

Bantuan dari pemerintah kabupaten (pemkab) pun sangat minim. “Kami tahu bahwa anggaran pemkab sekarang sangat terbatas. Jadi, kalau mau mendirikan koperasi jangan berorientasi pada bantuan semata.Kalau seperti itu lebih baik tidak usah mendirikan koperasi,” ucap dia. Dia juga menilai, koperasi banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satunya memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang membutuhkan modal pinjaman dan mempekerjakan orang.Diamenggambarkan,apabila koperasi bisa mendapatkan keuntungan, tidak tertutup kemungkinan pertokoan sendiri bisa dibuka. Salah seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Mamuju, Maesuri, 35, mengungkapkan, dengan adanya koperasi dia bisa mendapatkan bantuan keuangan saat terdesak. (abdullah nicolha)

Friday, May 8, 2009

Sulbar Bangun Dua Bandara Baru

Thursday, 07 May 2009
MAMUJU (SI) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar pada 2010 mendatang,akan menambah fasilitas transportasi udara. Rencana pembangunan dua bandara tersebut akan ditempatkan di Desa Sumarrang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), juga di Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra).

“Insya Allah,kami akan merencanakan pembangunan di dua daerah. Lokasi di Sumarrang merupakan eks penjajahan Jepang yang dinilai layak untuk bandara. Sementara di Matra akan ditempatkan di ibu kota Mamuju Utara, yakni di Pasangkayu,” papar Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh kepada SI di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurut dia, dua lokasi tersebut sudah disurvei pihak Departemen Perhubungan dan menyatakan bahwa lokasi itu cocok untuk pembangunan fasilitas transportasi udara untuk menunjang pembangunan di Sulbar.“Tanpa ditunjang dengan fasilitas itu perkembangan daerah ini akan berjalan lambat karena para investor enggan berkunjung dan bekerja sama tanpa ditunjang fasilitas udara,serta akan menunjang komunikasi antarkabupaten yang lain,”tuturnya.

Dia menyatakan,rencana tersebut merupakan desakan para investor dari luar karena jembatan udara itu sangat penting bagi mereka. “Desakan-desakan paling kuat dari para investor untuk menanamkan saham di Sulbar. Investasi begitu gencar di Kalimantan karena hampir kecamatan ada bandara,” jelas orang nomor satu di Sulbar ini.

Hal itu merupakan usulan program pemerintah yang akan diusahakan melalui APBN dan APBD serta bantuan-bantuan dari luar. Kendati demikian, pemerintah setempat menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk pembuatan desain bandara tersebut di masing-masing daerah yang akan mendapatkan Rp1 miliar.

Maka, pada 2010 mendatang,pengerjaan fisik dapat dimulai. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulbar Thamrin Syakur menyatakan, pihaknya juga melakukan survei di dua lokasi tersebut.Namun, pihaknya belum dapat memastikan kapan pengerjaannya.“Yah, memang benar ada rencana pembangunan bandara,tapi belum pasti kapan akan dilakukan.Yang jelas akan ada dua bandara tambahan di dua kabupaten itu,”katanya. (abdullah nicolha)

Thursday, May 7, 2009

Kasus Mark Up Suara Belum Diproses

Wednesday, 06 May 2009
MAJENE (SI) – Kepolisian Resor (Polres) Majene hingga kini belum memproses kasus dugaan penggelembungan (mark up) suara di daerah tersebut.

Pasalnya,Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Majene belum menyerahkan laporan terkait kasus tersebut. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Majene Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ricky Lesmana menyatakan, pihaknya belum dapat memproses pidana pemilu seperti dugaan penggelembungan suara itu karena belum menerima laporan panwaslu.

”Kami belum bisa memproses (pidana pemilu). Sebab,Panwaslu Majene hingga saat ini belum juga memasukkan laporan kepada kami, jalurnya memang begitu, panwaslu yang melapor,”kata dia. Sebelumnya, pihak KPU Majene mengaku bahwa telah terjadi penambahan jumlah perolehan suara untuk calon legislatif (caleg) tertentu di daerah pemilihan (dapil) II Majene.

”Dari hasil pencocokan data,terjadi penambahan jumlah peroleh suara untuk caleg tertentu, yakni dari PPP di dapil II,memang ada perubahan sehingga jumlah suara caleg tertentu bertambah,” kata anggota KPU Majene Asmanuddin. Ketua Panwaslu Majene Bakri Ali menyatakan, pihaknya memang belum menyerahkan laporan ke Polres Majene karena masih mengkaji laporan dari partai politik (parpol).

”Kami masih perlu mengkaji dulu. Selain penggelembungan suara di dapil II, ada juga laporan lain,”ungkap dia. Juru bicara Koalisi Parpol Majene Ahmad Huseng menyatakan, penggelembungan suara di dapil II Majene tersebut menjadi salah satu yang harus dipertanggungjawabkan KPU setempat bersama jajarannya, termasukpanitiapemilihan kecamatan (PPK).

”Jadi,mereka harus bertanggung jawab dengan adanya masalah ini karena merugikan banyak orang,”ungkap dia. Berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten Mamuju, lima anggota KPU setempat menjalani pemeriksaan di Polres Mamuju dengan kasus yang sama.

Mereka adalah, Ketua KPU Mamuju Zainal Abidin, Hasrat Lukman,Sulaeman,Buhari, dan Burhanuddin. Sementara di Kabupaten Mamasa, seorang anggota PPK Kamaruddin divonis 12 bulan penjara dalam kasus perubahan rekapitulasi suara. (abdullah nicolha)

Wednesday, May 6, 2009

Di Mamuju,Pengusaha Dukung Kalla Presiden

Tuesday, 05 May 2009
MAMUJU(SI) – Sejumlah praktisi bisnis dan pengusaha di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mendeklarasikan dukungan mereka terhadap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Jusuf Kalla (Kalla) untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

Deklarasi dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres Kalla- Wiranto tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama sebagai sukarelawan pemenang pasangan cawapres tersebut di Restoran Funam Mamuju, belum lama ini.

Alaluddin, salah seorang pengusaha di Mamuju mengatakan, forum relawan tersebut adalah bentuk partisipasi dukungan terhadap pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto untuk meraih kursi presiden dan wakil presiden Juli mendatang.

“Ini wujud dukungan kami terhadap pasangan tersebut,”kata dia. Selain itu, sejumlah tokoh pemuda di daerah itu juga turut menandatangani kain putih sepanjang lima meter tersebut. Asri, 30, salah seorang anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (Hipmi) Sulbar mengatakan, bagi kalangan pengusaha di daerah ini,dukungan terhadap Kalla-Wiranto merupakan harga mati yang harus diperjuangkan.“

Kami siap menjadi tim sukarelawan Kalla-Wiranto untuk pemenangan mereka,”ungkap dia. Kesepakatan yang dibangun tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenangkan pasangan Kalla- Wiranto.Namun lebih dari itu, mereka juga sepakat mengawal jalannya Pilpres 2009 pada 9 Juli agar berlangsung jujur, adil, dan aman.

“Kami akan menjaga nilai keadilan dan kejujuran untuk pemenangan dua ketua umum partai politik itu,”tandas dia. Gubernur Sulbar yang juga Ketua DPD I Golkar Sulbar Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, pihaknya akan all-outmemenangkan Kalla- Wiranto pada pilpres mendatang. “Kami sangat serius untuk ini.

Kami akan rapat intens untuk membahas langkah-langkah untuk memenangkan pasangan JK-Wiranto. Ini adalah harga mati untuk memenangkan pasangan ini,”ungkap dia. Pihaknya akan melakukan pendekatan sebagai tokoh masyarakat untuk meyakinkan masyarakat agar memilih Kalla-Wiranto pada pilpres nanti.

“Pokoknya, kami akan maksimalkan semua kekuatan dan potensi yang ada untuk memenangkan pasangan ini, baik sebagai ketua partai maupun sebagai tokoh masyarakat.Kami yakin elemen- elemen yang ada siap bekerja untuk JK-Wiranto,”ucap dia. (abdullah nicolha)