Wednesday, 02 December 2009
POLEWALI (SI) – Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) 2010 mengalami kenaikan sebesar Rp2 miliar atau naik 0,28% dari tahun sebelumnya,yakni Rp483 miliar menjadi Rp485 miliar.
RAPBD Polman tersebut telah diserahkan eksekutif ke legislatif dalam rapat paripurna yang berlangsung Selasa (2/12) lalu. Sebelum penyerahan draf tersebut, Bupati Polman AliBaalmenyerahkanmobil dinasmerek ToyotaFortunerkepada Ketua DPRD Abdullah Tato.
Bupati Polman Ali Baal mengatakan, pada 2010 pembangunan Polman diarahkan pada pengembangan perekonomian daerah. Hal itu diwujudkan melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dengan penguatan manajemen pemerintahan dan pengembangan sumberdaya manusia (SDA).
Ali mengatakan, komposisi pendapatan 2010 yang direncanakan masih lebih tinggi dibanding dana perimbangan dari pusat dengan rencana penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).“Hal itu menggambarkan masih tingginya ketergantungan pada pemerintah pusat,”ungkapnya.
Untuk itu, lanjut bupati dua periode ini, diperlukan upaya bersama untuk berpikir dan berusaha menggenjot peningkatan PAD.“Kami (pemkab) berencana mengajukan beberapa rancangan perubahan perda, terutama yang terkait dengan retribusi dan perizinan daerah dan beberapa ranperda sumber pendapatan yang baru,”ujarnya.
Ketua DPRD Polman Abdullah Tato mengatakan, segera mengagendakan pembahasan RAPBD untuk disahkan menjadi APBD. “Pembahasan APBD segera diagendakan oleh badan musyawarah (bamus),”katanya.
Rapat paripurna penyerahan RAPBD tersebut dihadiri Wakil Bupati Nadjamuddin Ibrahim,Kapolres AKBP I Gusti Ngurah Rai Mahaputra, Ketua Pengadilan Negeri Polewali Ferdinandus. (abdullah nicolha)
Wednesday, December 2, 2009
Lima Parpol Unjuk Gigi di Soppeng
Wednesday, 02 December 2009
WATANSOPPENG(SI) – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Soppeng 2010 tujuh bulan lagi,tapi manuver politik sejumlah kandidat hingga kalangan partai politik makin gencar.
Bahkan, sejumlah parpol yang selama ini sulit diprediksi kekuatannya mulai unjuk gigi dan menghimpun kekuatan mengusung satu paket pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pesta demokrasi di daerah yang rencananya digelar Juni 2010 itu.
Kelima parpol tersebut masing- masing berhasil meraih suara pada pemilihan legislatif lalu dan mendudukkan satu wakilnya di DPRD Soppeng, di antaranya Partai Indonesia Bersatu (PIB), Partai Barisan Nasional (Barnas), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP). Pengurus di lima parpol tersebut menggelar pertemuan di salah satu warung kopi (warkop) di Jalan Kemakmuran.
Mereka mendeklarasikan koalisi kelima partai itu untuk mengusung pasangan kandidat bupati dan wakil bupati di Pilkada Soppeng 2010 mendatang. Juru bicara koalisi yang juga Ketua Partai Indonesia Bersatu (PIB), Rusmiadi, mengatakan, pihaknya saat ini tinggal menunggu penegasan Ketua PDP Soppeng yang saat ini sedang berada di luar kota. Sementara dalam pertemuan itu hanya diwakili sekretarisnya, Azis Matto.
“Untuk memenuhi syarat 15% suara atau lima kursi di DPRD untuk mengusung satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di pilkada mendatang, kami tinggal menunggu penegasan Ketua PDP Soppeng yang saat ini sedang berada di luar kota, saat deklarasi tadi (kemarin). Karena itu, PDP diwakili sekretarisnya.
Yang pasti koalisi ini akan terus bergerak dan menggalang komunikasi dari partai-partai lain, baik yang punya kursi maupun yang tidak punya kursi di DPRD Soppeng,”kata Rusmiadi.
Deklarasi koalisi kelima partai tersebut, selain dihadiri pimpinan kelima partai,juga dihadiri salah satu bakal calon bupati Andi Herdi Bunga Haryadi yang juga Kepala Dinas Koperindag Soppeng.
Herdi saat ini telah mendaftarkan diri di beberapa parpol yang lain untuk diusung pada pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Latemmamala tersebut. Partai tersebut, di antaranya Partai Demokrat,Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP),Koalisi Nonparlemen, dan dua partai yang tergabung dalam koalisi lima parpol tersebut,yakni Partai Hanura dan Gerindra.
Data yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI), pada pemilu lalu,Gerindra meraih 3.027 suara, Hanura 3.850 suara, Barnas 2.374 suara, PDP 2.961 suara, dan PIB 2.163 suara serta menempatkan masing-masing satu wakilnya di DPRD Soppeng. (abdullah nicolha).
WATANSOPPENG(SI) – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Soppeng 2010 tujuh bulan lagi,tapi manuver politik sejumlah kandidat hingga kalangan partai politik makin gencar.
Bahkan, sejumlah parpol yang selama ini sulit diprediksi kekuatannya mulai unjuk gigi dan menghimpun kekuatan mengusung satu paket pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pesta demokrasi di daerah yang rencananya digelar Juni 2010 itu.
Kelima parpol tersebut masing- masing berhasil meraih suara pada pemilihan legislatif lalu dan mendudukkan satu wakilnya di DPRD Soppeng, di antaranya Partai Indonesia Bersatu (PIB), Partai Barisan Nasional (Barnas), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP). Pengurus di lima parpol tersebut menggelar pertemuan di salah satu warung kopi (warkop) di Jalan Kemakmuran.
Mereka mendeklarasikan koalisi kelima partai itu untuk mengusung pasangan kandidat bupati dan wakil bupati di Pilkada Soppeng 2010 mendatang. Juru bicara koalisi yang juga Ketua Partai Indonesia Bersatu (PIB), Rusmiadi, mengatakan, pihaknya saat ini tinggal menunggu penegasan Ketua PDP Soppeng yang saat ini sedang berada di luar kota. Sementara dalam pertemuan itu hanya diwakili sekretarisnya, Azis Matto.
“Untuk memenuhi syarat 15% suara atau lima kursi di DPRD untuk mengusung satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di pilkada mendatang, kami tinggal menunggu penegasan Ketua PDP Soppeng yang saat ini sedang berada di luar kota, saat deklarasi tadi (kemarin). Karena itu, PDP diwakili sekretarisnya.
Yang pasti koalisi ini akan terus bergerak dan menggalang komunikasi dari partai-partai lain, baik yang punya kursi maupun yang tidak punya kursi di DPRD Soppeng,”kata Rusmiadi.
Deklarasi koalisi kelima partai tersebut, selain dihadiri pimpinan kelima partai,juga dihadiri salah satu bakal calon bupati Andi Herdi Bunga Haryadi yang juga Kepala Dinas Koperindag Soppeng.
Herdi saat ini telah mendaftarkan diri di beberapa parpol yang lain untuk diusung pada pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Latemmamala tersebut. Partai tersebut, di antaranya Partai Demokrat,Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP),Koalisi Nonparlemen, dan dua partai yang tergabung dalam koalisi lima parpol tersebut,yakni Partai Hanura dan Gerindra.
Data yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI), pada pemilu lalu,Gerindra meraih 3.027 suara, Hanura 3.850 suara, Barnas 2.374 suara, PDP 2.961 suara, dan PIB 2.163 suara serta menempatkan masing-masing satu wakilnya di DPRD Soppeng. (abdullah nicolha).
Tuesday, December 1, 2009
Polman Alihkan Pembayaran Gaji
Wednesday, 02 December 2009
POLEWALI(SI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) pada Desember ini mengalihkan pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) dari setiap bendaharawan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di daerah tersebut ke bank.
“Desember merupakan masa persiapan pengalihan prosedur pembayaran gaji dari bendaharawan SKPD ke bank.Termasuk pembukaan rekening tabungan oleh semua setiap PNS,” ungkap Bupati Polman Ali Baal kepada wartawan kemarin.
Karena itu, lanjut Bupati dua periode ini, bagi para PNS yang tidak memiliki rekening tabungan, tentu akan kesulitan menerima gaji. “Yang tetap ada adalah staf yang menangani administrasi kenaikan gaji berkala dan sebagainya di setiap unit kerja.Karena itu,mulai Januari 2010 mendatang, tidak ada lagi pembayaran gaji melalui bendahara,” jelas orang nomor satu di Bumi Todilaling itu.
Informasi yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI),ada empat bank yang akan menjadi tempat penerimaan gaji PNS,di antaranya Bank BPD Sulsel Cabang Polman, Bank BRI Cabang Polewali, Bank Mandiri,dan Bank Danamon Wonomulyo. “Pada Desember ini, semua PNS dianjurkan membuka rekening tabungan di bank, sesuai wilayah tempat tugasnya,”ujar Ali.
Untuk PNS di wilayah Kecamatan Polewali, Binuang, Anreapi, dan Matakali, serta pegawai sekretariat kabupaten, gaji mereka akan dibayarkan melalui BPD Cabang Polman.
Sementara untuk wilayah Kecamatan Wonomulyo, Mapilli, Tapango, Bulo, dan Matangnga direncanakan melalui Bank Mandiri dan Bank Danamon Wonomulyo. PNS yang bertugas di Kecamatan Campalagian, Luyo, dan Tubbi Taramanu (Tutar), begitu pun di wilayah Kecamatan Tinambung, Balanipa, Limboro, dan Alu, melalui BRI unit setempat.
“Kebijakan tersebut,selain menumbuhkan kebiasaan menabung di kalangan PNS,juga mengamankan gaji PNS dari praktik pemotongan yang tidak berdasar,”ungkap Kepala Bagian Humas dan Protokol Polman M Danial via ponselnya,kemarin. Data yang dihimpun SI, total jumlah gaji PNS Pemkab Polman 2009 sekitar Rp250 miliar atau rata-rata Rp19 miliar per bulan.
Sementara itu, empat pimpinan bank, yakni Bank BRI Cabang Polewali Elizoncius Sianipar,Yusran Hanafi (BPDSS Cabang Polman), Wahyu Kuncoro (Bank Mandiri Cabang Polman),Wonomulyo, dan Vekry (Bank Danamon), menyambut baik rencana Pemkab Polman melakukan kerja sama dalam pembayaran gaji PNS.
Mereka siap bermitra dengan pemkab melayani pembayaran gaji PNS.Elizoncius Sianipar menegaskan, pihaknya telah lama menggagas hal tersebut. Wahyu Kuncoro menambahkan,jika rencana tersebut disepakati, perlu kesiapan Bank BPD sebagai kas daerah mengirim secepatnya dana kepada bank penyalur sebelum penerimaan gaji PNS setiap bulan.
Bupati Ali Baal berharap BPD bekerja cepat. Setidaknya,tanggal 28 setiap bulan dana sudah dikirim ke BRI, Mandiri, dan Danamon sesuai jumlah gaji PNS yang akan dilayani.“Pada Desember 2009,semua PNS membuka rekening di bank. Januari, pembayaran gaji melalui bank sudah terlaksana,” tandas Ali.
Wilayah Kecamatan Wonomulyo, Mapilli,Tapango, Bulo, dan Matangnga melalui Bank Mandiri dan Bank Danamon, Wonomulyo. Sementara Kecamatan Campalagian, Luyo, dan Tubbi Taramanu (Tutar), begitu pun di wilayah Kecamatan Tinambung, Balanipa, Limboro, dan Alu, melalui BRI unit setempat.“ Teknisnya, akan dibicarakan secara khusus,” ujar Sekkab Polman Natsir Rahmat.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Polman Akmal mengingatkan, umumnya PNS punya kredit di bank sehingga perlu dirumuskan tata cara pembayaran gaji jika mempunyai kredit di bank lain.
Kepala BKDD Sunjalil menyebutkan, jumlah PNS Polman mulai Januari 2010 sebanyak 7.001, termasuk CPNS baru hasil penerimaan 2009 sebanyak 411 dan sekretaris desa 28 orang. (abdullah nicolha)
POLEWALI(SI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) pada Desember ini mengalihkan pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) dari setiap bendaharawan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di daerah tersebut ke bank.
“Desember merupakan masa persiapan pengalihan prosedur pembayaran gaji dari bendaharawan SKPD ke bank.Termasuk pembukaan rekening tabungan oleh semua setiap PNS,” ungkap Bupati Polman Ali Baal kepada wartawan kemarin.
Karena itu, lanjut Bupati dua periode ini, bagi para PNS yang tidak memiliki rekening tabungan, tentu akan kesulitan menerima gaji. “Yang tetap ada adalah staf yang menangani administrasi kenaikan gaji berkala dan sebagainya di setiap unit kerja.Karena itu,mulai Januari 2010 mendatang, tidak ada lagi pembayaran gaji melalui bendahara,” jelas orang nomor satu di Bumi Todilaling itu.
Informasi yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI),ada empat bank yang akan menjadi tempat penerimaan gaji PNS,di antaranya Bank BPD Sulsel Cabang Polman, Bank BRI Cabang Polewali, Bank Mandiri,dan Bank Danamon Wonomulyo. “Pada Desember ini, semua PNS dianjurkan membuka rekening tabungan di bank, sesuai wilayah tempat tugasnya,”ujar Ali.
Untuk PNS di wilayah Kecamatan Polewali, Binuang, Anreapi, dan Matakali, serta pegawai sekretariat kabupaten, gaji mereka akan dibayarkan melalui BPD Cabang Polman.
Sementara untuk wilayah Kecamatan Wonomulyo, Mapilli, Tapango, Bulo, dan Matangnga direncanakan melalui Bank Mandiri dan Bank Danamon Wonomulyo. PNS yang bertugas di Kecamatan Campalagian, Luyo, dan Tubbi Taramanu (Tutar), begitu pun di wilayah Kecamatan Tinambung, Balanipa, Limboro, dan Alu, melalui BRI unit setempat.
“Kebijakan tersebut,selain menumbuhkan kebiasaan menabung di kalangan PNS,juga mengamankan gaji PNS dari praktik pemotongan yang tidak berdasar,”ungkap Kepala Bagian Humas dan Protokol Polman M Danial via ponselnya,kemarin. Data yang dihimpun SI, total jumlah gaji PNS Pemkab Polman 2009 sekitar Rp250 miliar atau rata-rata Rp19 miliar per bulan.
Sementara itu, empat pimpinan bank, yakni Bank BRI Cabang Polewali Elizoncius Sianipar,Yusran Hanafi (BPDSS Cabang Polman), Wahyu Kuncoro (Bank Mandiri Cabang Polman),Wonomulyo, dan Vekry (Bank Danamon), menyambut baik rencana Pemkab Polman melakukan kerja sama dalam pembayaran gaji PNS.
Mereka siap bermitra dengan pemkab melayani pembayaran gaji PNS.Elizoncius Sianipar menegaskan, pihaknya telah lama menggagas hal tersebut. Wahyu Kuncoro menambahkan,jika rencana tersebut disepakati, perlu kesiapan Bank BPD sebagai kas daerah mengirim secepatnya dana kepada bank penyalur sebelum penerimaan gaji PNS setiap bulan.
Bupati Ali Baal berharap BPD bekerja cepat. Setidaknya,tanggal 28 setiap bulan dana sudah dikirim ke BRI, Mandiri, dan Danamon sesuai jumlah gaji PNS yang akan dilayani.“Pada Desember 2009,semua PNS membuka rekening di bank. Januari, pembayaran gaji melalui bank sudah terlaksana,” tandas Ali.
Wilayah Kecamatan Wonomulyo, Mapilli,Tapango, Bulo, dan Matangnga melalui Bank Mandiri dan Bank Danamon, Wonomulyo. Sementara Kecamatan Campalagian, Luyo, dan Tubbi Taramanu (Tutar), begitu pun di wilayah Kecamatan Tinambung, Balanipa, Limboro, dan Alu, melalui BRI unit setempat.“ Teknisnya, akan dibicarakan secara khusus,” ujar Sekkab Polman Natsir Rahmat.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Polman Akmal mengingatkan, umumnya PNS punya kredit di bank sehingga perlu dirumuskan tata cara pembayaran gaji jika mempunyai kredit di bank lain.
Kepala BKDD Sunjalil menyebutkan, jumlah PNS Polman mulai Januari 2010 sebanyak 7.001, termasuk CPNS baru hasil penerimaan 2009 sebanyak 411 dan sekretaris desa 28 orang. (abdullah nicolha)
Monday, November 30, 2009
Januari,Saudarata Daftar di KPU
Tuesday, 01 December 2009
WATANSOPPENG (SI) – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju pada Pilkada Soppeng 2010,Syamsu Niang-Andi Hendra Pabeangi (Saudarata), berencana mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Soppeng pada Januari 2010.
Manuver politik pasangan tersebut makin agresif.Mereka melakukan sosialisasi dan mengumpulkan dukungan masyarakat Soppeng untuk memenangkan perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Latemmamala itu. Langkah untuk maju melalui jalur perseorangan mencengangkan banyak pihak.
Sebab, hanya dalam waktu dua bulan, Syamsu Niang yang kurang dikenal masyarakat Soppeng, kini mampu menempatkan diri sebagai salah satu figur yang menjadi perbincangan banyak orang, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil di daerah berjuluk Kota Kalong itu.
Syamsu kepada sejumlah wartawan di Remaja Foto Watansoppeng kemarin terkait manuver-manuver politiknya selama ini, mengungkapkan, pihaknya tidak akan berhenti bergerak dan akan terus menggalang dukungan masyarakat.
“Saya tidak akan berhenti bergerak dan terus menggalang dukungan dari masyarakat Soppeng. Saya punya prinsip,maju terus dan hadapi semua hambatan.Tidak ada urusan dengan ‘Belanda’,”ungkapnya.
Bahkan, untuk membuktikan tekadnya bertarung meraih posisi bupati di Bumi Latemmamala tersebut, pihaknya akan mendaftarkan diri pada penyelenggara pemilu Januari mendatang.“Lihat saja, 17 Januari mendatang, saya akan mendaftar di KPU Soppeng,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini.
Dia menyebutkan, saat ini pihaknya telah melakukan verifikasi ulang terhadap dukungan masyarakat yang menginginkan mereka (Saudarata) maju di Pilkada Soppeng.“ Kami sudah melakukan verifikasi ulang terhadap dukungan masyarakat yang dibuktikan melalui KTP.Saya tidak mau ada pihakpihak yang mengacaukan dukungan yang diperoleh dengan cara yang tidak benar,”tandasnya.
Sekadar diketahui, meski Syamsu Niang belum memajang satu pun baliho, puluhan ribu buletin tentang 11 alasan memilih Syamsu Niang dan Andi Hendra Pabeangi telah lama menyebar dan tidak sulit ditemui di pelosokpelosok Kabupaten Soppeng.
“Kalau dilihat,memang belum ada baliho Saudarata yang terpajang, tapi buletin tentang alasan memilihnya sudah menyebar hingga pelosok penjuru Soppeng, itu tidak dapat dipungkiri,” ungkap salah seorang warga Soppeng Rahman, 35, kepada harian Seputar Indonesia(SI),kemarin.
Sementara itu,Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Taufan Made Alie yang juga putra mantan Bupati Soppeng Andi Made Alie, optimistis dapat memenuhi syarat maju di Pilkada Soppeng 2010 melalui jalur perseorangan. Bahkan, pihaknya mengklaim telah menyebarkan 17.000 formulir di seluruh wilayah di Bumi Latemmamala tersebut.
“17.000 formulir dukungan sudah kami sebarkan di delapan kecamatan,” ungkap Perwira Polisi yang bertugas di Polda Sulselbar ini kepada wartawan di WarkopAsia Watansoppeng, baru-baru ini. Menurut dia, saat ini pihaknya telah mengumpulkan 2.300 dari formulir yang telah disebar beserta fotokopi kartu tanda penduduk (KTP). Insya Allah, tiga pekan ke depan, pengisian dan pengumpulan ke-17.000 formulir ini sudah rampung,” tuturnya.
Informasi yang dihimpun SI,perwira polisi itu akan menggandeng Andi Juanda dengan memakai slogan ATM-Aja (Andi Taufan Made Alie-Andi Juanda). Sebelumnya, pasangan Saudarata (Syamsu Niang-Andi Hendra Pabeangi) yang lebih awal telah mendeklarasikan diri maju pada perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Latemmamala itu Juni 2010 mendatang.
Saudarata juga telah mengklaim mengantongi dukungan masyarakat Soppeng yang dibuktikan dengan 13.000 fotokopi KTP,yang menjadi syarat minimal ikut bertarung di Pilkada Soppeng melalui jalur tersebut. Sejumlah kalangan di daerah berjuluk Kota Kalong itu menilai, sosokAKBPAndi Taufan Made Alie yang juga putra Bupati Soppeng dua periode,
Andi Made Alie (1970–1980), akan menjadi ancaman baru bagi kandidat bupati dan wakil bupati yang terlebih dahulu mendeklarasikan diri akan ikut bertarung pada pilkada setempat, termasuk incumbent Bupati Andi Soetomo, Ketua DPRD Soppeng Andi Kaswadi Razak,Wabup Andi Sarimin Saransi, dan beberapa kandidat lainnya.
“Figur Fung Made yang tegas dan disiplin, sangat kental dengan Kabupaten Soppeng. Di tangannyalah Soppeng pernah mencapai puncak keemasan dibanding daerah- daerah lain yang di Sulsel, dibuktikan dengan penghargaan tertinggi di bidang pembangunan Parasamsya Purna Karya Nugraha,” ungkap salah seorang pensiunan guru di Watansoppeng, Sunati, kepada wartawan,kemarin.
Spirit yang dimiliki Fung Made tampaknya juga dimiliki putranya, Andi Taufan. Jika dia mampu mengumpulkan 17.000 KTP dalam waktu tiga pekan sangat luar biasa. “Saya kira, itu usaha yang luar biasa dan akan membuat konstelasi politik yang selama ini ada di Kabupaten Soppeng akan berubah,” tandasnya. (abdullah nicolha)
WATANSOPPENG (SI) – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju pada Pilkada Soppeng 2010,Syamsu Niang-Andi Hendra Pabeangi (Saudarata), berencana mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Soppeng pada Januari 2010.
Manuver politik pasangan tersebut makin agresif.Mereka melakukan sosialisasi dan mengumpulkan dukungan masyarakat Soppeng untuk memenangkan perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Latemmamala itu. Langkah untuk maju melalui jalur perseorangan mencengangkan banyak pihak.
Sebab, hanya dalam waktu dua bulan, Syamsu Niang yang kurang dikenal masyarakat Soppeng, kini mampu menempatkan diri sebagai salah satu figur yang menjadi perbincangan banyak orang, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil di daerah berjuluk Kota Kalong itu.
Syamsu kepada sejumlah wartawan di Remaja Foto Watansoppeng kemarin terkait manuver-manuver politiknya selama ini, mengungkapkan, pihaknya tidak akan berhenti bergerak dan akan terus menggalang dukungan masyarakat.
“Saya tidak akan berhenti bergerak dan terus menggalang dukungan dari masyarakat Soppeng. Saya punya prinsip,maju terus dan hadapi semua hambatan.Tidak ada urusan dengan ‘Belanda’,”ungkapnya.
Bahkan, untuk membuktikan tekadnya bertarung meraih posisi bupati di Bumi Latemmamala tersebut, pihaknya akan mendaftarkan diri pada penyelenggara pemilu Januari mendatang.“Lihat saja, 17 Januari mendatang, saya akan mendaftar di KPU Soppeng,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini.
Dia menyebutkan, saat ini pihaknya telah melakukan verifikasi ulang terhadap dukungan masyarakat yang menginginkan mereka (Saudarata) maju di Pilkada Soppeng.“ Kami sudah melakukan verifikasi ulang terhadap dukungan masyarakat yang dibuktikan melalui KTP.Saya tidak mau ada pihakpihak yang mengacaukan dukungan yang diperoleh dengan cara yang tidak benar,”tandasnya.
Sekadar diketahui, meski Syamsu Niang belum memajang satu pun baliho, puluhan ribu buletin tentang 11 alasan memilih Syamsu Niang dan Andi Hendra Pabeangi telah lama menyebar dan tidak sulit ditemui di pelosokpelosok Kabupaten Soppeng.
“Kalau dilihat,memang belum ada baliho Saudarata yang terpajang, tapi buletin tentang alasan memilihnya sudah menyebar hingga pelosok penjuru Soppeng, itu tidak dapat dipungkiri,” ungkap salah seorang warga Soppeng Rahman, 35, kepada harian Seputar Indonesia(SI),kemarin.
Sementara itu,Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Taufan Made Alie yang juga putra mantan Bupati Soppeng Andi Made Alie, optimistis dapat memenuhi syarat maju di Pilkada Soppeng 2010 melalui jalur perseorangan. Bahkan, pihaknya mengklaim telah menyebarkan 17.000 formulir di seluruh wilayah di Bumi Latemmamala tersebut.
“17.000 formulir dukungan sudah kami sebarkan di delapan kecamatan,” ungkap Perwira Polisi yang bertugas di Polda Sulselbar ini kepada wartawan di WarkopAsia Watansoppeng, baru-baru ini. Menurut dia, saat ini pihaknya telah mengumpulkan 2.300 dari formulir yang telah disebar beserta fotokopi kartu tanda penduduk (KTP). Insya Allah, tiga pekan ke depan, pengisian dan pengumpulan ke-17.000 formulir ini sudah rampung,” tuturnya.
Informasi yang dihimpun SI,perwira polisi itu akan menggandeng Andi Juanda dengan memakai slogan ATM-Aja (Andi Taufan Made Alie-Andi Juanda). Sebelumnya, pasangan Saudarata (Syamsu Niang-Andi Hendra Pabeangi) yang lebih awal telah mendeklarasikan diri maju pada perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Latemmamala itu Juni 2010 mendatang.
Saudarata juga telah mengklaim mengantongi dukungan masyarakat Soppeng yang dibuktikan dengan 13.000 fotokopi KTP,yang menjadi syarat minimal ikut bertarung di Pilkada Soppeng melalui jalur tersebut. Sejumlah kalangan di daerah berjuluk Kota Kalong itu menilai, sosokAKBPAndi Taufan Made Alie yang juga putra Bupati Soppeng dua periode,
Andi Made Alie (1970–1980), akan menjadi ancaman baru bagi kandidat bupati dan wakil bupati yang terlebih dahulu mendeklarasikan diri akan ikut bertarung pada pilkada setempat, termasuk incumbent Bupati Andi Soetomo, Ketua DPRD Soppeng Andi Kaswadi Razak,Wabup Andi Sarimin Saransi, dan beberapa kandidat lainnya.
“Figur Fung Made yang tegas dan disiplin, sangat kental dengan Kabupaten Soppeng. Di tangannyalah Soppeng pernah mencapai puncak keemasan dibanding daerah- daerah lain yang di Sulsel, dibuktikan dengan penghargaan tertinggi di bidang pembangunan Parasamsya Purna Karya Nugraha,” ungkap salah seorang pensiunan guru di Watansoppeng, Sunati, kepada wartawan,kemarin.
Spirit yang dimiliki Fung Made tampaknya juga dimiliki putranya, Andi Taufan. Jika dia mampu mengumpulkan 17.000 KTP dalam waktu tiga pekan sangat luar biasa. “Saya kira, itu usaha yang luar biasa dan akan membuat konstelasi politik yang selama ini ada di Kabupaten Soppeng akan berubah,” tandasnya. (abdullah nicolha)
Tuesday, November 24, 2009
5 Pendaftar Tambahan Dipersoalkan
Tuesday, 24 November 2009
WATANSOPPENG(SI) – Sejumlah pihak di Kabupaten Soppeng mempersoalkan lima nama tambahan pendaftar yang diterima panitia seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Soppeng.
“Kenapa masih ada tambahan? Jadwal penerimaan berkas kan hanya sampai pukul 20.00 malam. Jika memang ada tambahan pendaftar setelah ditutup,artinya melanggar dong,” ungkap Sekretaris Yassisoppengi Kabupaten Soppeng Agusnawan Iskandar kepada harian Seputar Indonesia (SI), kemarin.
Menurut dia, hal itu harus diusut dan diperjelas jangan sampai ada oknum-oknum yang sengaja bermain dan memanfaatkan kondisi tersebut.
“Yang jelas, jika hal itu memang terjadi, akan merugikan banyak orang, khususnya mereka yang ikut mendaftar CPNS,”katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Mutasi BKDD Soppeng Kamaruddin menjelaskan, data lima pendaftar terakhir belum tercatat keseluruhan karena saat itu terjadi pemadaman listrik.
“Hari itu kan masih mati lampu, jadi masih ada data yang terlewat sehingga itu segera dirampungkan. Maka,saat disampaikan, datanya belum masuk semua.Jadi, sebenarnya berkas mereka sudah masuk sebelum jadwal penerimaan berkas berakhir,” jelas Kamaruddin yang juga jadi anggota panitia seleksi CPNS.
Masjaya, seorang anggota panitia seleksi CPNS di BKDD Soppeng, membantah keras ada tambahan peserta lima orang setelah masa pendaftaran ditutup.Berkas kelima pendaftar itu telah masuk sebelum jadwal berakhir.
“Tidak betul itu, tidak ada berkas yang kami terima setelah berakhirnya jadwal.Berkas mereka telah diterima sebelumnya, tidak bertambah, cuma yang lima orang tersebut tidak tercatat pada rekap awal,tapi ternyata berkasnya sudah ada,”tandasnya.
Dia juga membantah ada alumni universitas terbuka (UT) yang diterima saat pendaftaran beberapa waktu lalu. “Jadi, itu tidak benar karena kami telah cek data-datanya dan tidak ada berkas alumni UT yang diterima,”ujar dia.
Sebelumnya, Kabid Kesejahteraan Pegawai BKDD Suriasni yang juga Sekretaris Panitia Penerimaan CPNS Soppeng 2009 mengemukakan, berkas kelima pelamar tersebut baru ditemukan saat verifikasi berkas karena berkas tercecer di map panitia.Alhasil data sebelumnya yang disampaikan pihak panitia sebanyak 2.530 menjadi 2.535 peserta.
Sementara itu, 2.515 kartu tes CPNS di Kabupaten Soppeng kemarin mulai dibagikan.Jumlah tersebut merupakan data terakhir setelah panitia melakukan verifikasi bekas. Dari hasil tersebut, panitia penyelenggara menggugurkan 20 pelamar.
Informasi yang dihimpun SI,19 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan mayoritas pelamar dari keguruan, guru agama Islam sebanyak 10 orang, enam pelamar karena melewati batas usia 35 tahun,dan masa pengabdian belum cukup 12 tahun sesuai SK yang dilampirkan. Sementara satu pelamar atas nama Andi Munarti, mengundurkan diri karena juga mendaftar di Sidrap.
“Dia lebih memilih mengikuti ujian di sana (Sidrap),” papar Masjaya kemarin. Menurut dia,pihaknya menjadwalkan pembagian kartu tes tersebut selama tiga hari,yakni mulai 24 hingga 26 November mendatang, dengan menyiapkan tiga loket pengambilan kartu, yakni untuk pendaftar tenaga kesehatan, teknis, dan keguruan.
Sementara untuk pelaksanaan ujian pada Desember mendatang, pihak panitia menyiapkan 127 ruangan di sembilan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA dan SMK). “Jadi,tahun ini tidak ada yang ujian di SD,semuanya di SMP dan SMA/SMK,” pungkasnya.
Pantauan SI di loket pengambilan kartu tes kemarin,ratusan pelamar memenuhi depan loket tempat pembagian nomor tes yang sudah dibagi tiap spesifikasi pendidikan. Bahkan,pembagian kartu tersebut di bawah pengawasan sejumlah personel Polres Soppeng. (abdullah nicolha)
WATANSOPPENG(SI) – Sejumlah pihak di Kabupaten Soppeng mempersoalkan lima nama tambahan pendaftar yang diterima panitia seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Soppeng.
“Kenapa masih ada tambahan? Jadwal penerimaan berkas kan hanya sampai pukul 20.00 malam. Jika memang ada tambahan pendaftar setelah ditutup,artinya melanggar dong,” ungkap Sekretaris Yassisoppengi Kabupaten Soppeng Agusnawan Iskandar kepada harian Seputar Indonesia (SI), kemarin.
Menurut dia, hal itu harus diusut dan diperjelas jangan sampai ada oknum-oknum yang sengaja bermain dan memanfaatkan kondisi tersebut.
“Yang jelas, jika hal itu memang terjadi, akan merugikan banyak orang, khususnya mereka yang ikut mendaftar CPNS,”katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Mutasi BKDD Soppeng Kamaruddin menjelaskan, data lima pendaftar terakhir belum tercatat keseluruhan karena saat itu terjadi pemadaman listrik.
“Hari itu kan masih mati lampu, jadi masih ada data yang terlewat sehingga itu segera dirampungkan. Maka,saat disampaikan, datanya belum masuk semua.Jadi, sebenarnya berkas mereka sudah masuk sebelum jadwal penerimaan berkas berakhir,” jelas Kamaruddin yang juga jadi anggota panitia seleksi CPNS.
Masjaya, seorang anggota panitia seleksi CPNS di BKDD Soppeng, membantah keras ada tambahan peserta lima orang setelah masa pendaftaran ditutup.Berkas kelima pendaftar itu telah masuk sebelum jadwal berakhir.
“Tidak betul itu, tidak ada berkas yang kami terima setelah berakhirnya jadwal.Berkas mereka telah diterima sebelumnya, tidak bertambah, cuma yang lima orang tersebut tidak tercatat pada rekap awal,tapi ternyata berkasnya sudah ada,”tandasnya.
Dia juga membantah ada alumni universitas terbuka (UT) yang diterima saat pendaftaran beberapa waktu lalu. “Jadi, itu tidak benar karena kami telah cek data-datanya dan tidak ada berkas alumni UT yang diterima,”ujar dia.
Sebelumnya, Kabid Kesejahteraan Pegawai BKDD Suriasni yang juga Sekretaris Panitia Penerimaan CPNS Soppeng 2009 mengemukakan, berkas kelima pelamar tersebut baru ditemukan saat verifikasi berkas karena berkas tercecer di map panitia.Alhasil data sebelumnya yang disampaikan pihak panitia sebanyak 2.530 menjadi 2.535 peserta.
Sementara itu, 2.515 kartu tes CPNS di Kabupaten Soppeng kemarin mulai dibagikan.Jumlah tersebut merupakan data terakhir setelah panitia melakukan verifikasi bekas. Dari hasil tersebut, panitia penyelenggara menggugurkan 20 pelamar.
Informasi yang dihimpun SI,19 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan mayoritas pelamar dari keguruan, guru agama Islam sebanyak 10 orang, enam pelamar karena melewati batas usia 35 tahun,dan masa pengabdian belum cukup 12 tahun sesuai SK yang dilampirkan. Sementara satu pelamar atas nama Andi Munarti, mengundurkan diri karena juga mendaftar di Sidrap.
“Dia lebih memilih mengikuti ujian di sana (Sidrap),” papar Masjaya kemarin. Menurut dia,pihaknya menjadwalkan pembagian kartu tes tersebut selama tiga hari,yakni mulai 24 hingga 26 November mendatang, dengan menyiapkan tiga loket pengambilan kartu, yakni untuk pendaftar tenaga kesehatan, teknis, dan keguruan.
Sementara untuk pelaksanaan ujian pada Desember mendatang, pihak panitia menyiapkan 127 ruangan di sembilan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA dan SMK). “Jadi,tahun ini tidak ada yang ujian di SD,semuanya di SMP dan SMA/SMK,” pungkasnya.
Pantauan SI di loket pengambilan kartu tes kemarin,ratusan pelamar memenuhi depan loket tempat pembagian nomor tes yang sudah dibagi tiap spesifikasi pendidikan. Bahkan,pembagian kartu tersebut di bawah pengawasan sejumlah personel Polres Soppeng. (abdullah nicolha)
Subscribe to:
Posts (Atom)