Friday, February 26, 2010

Sulapa Janjikan Akte Kelahiran Gratis

Friday, 26 February 2010
WATANSOPPENG(SI) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) usungan partai Demokrat Andi Sulham Hasan-Supriansa (Sulapa) menjanjikan pembuatan akte kelahiran gratis kepada masyarakat di Bumi Latemmamala itu.

Program tersebut menjadi andalan Sulapa untuk memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) di Soppeng yang digelar pada Juni. Selain itu, pasangan birokrat dan aktivis LSM ini menjanjikan pemberian bibit pertanian gratis dan pupuk murah bagi para petani di daerah yang mayoritas penduduknya petani itu.

Bahkan,merekatidaktanggungtanggung menjanjikan Rp1 miliar bagi tiap desa jika terpilih menjadi pemimpin di Soppeng. Sulapa bertekad melanjutkan dan mendukung sepenuhnya program Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,yakni pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat serta perumahan murah tanpa uang muka.

“Kami merasa prihatin jika ada anak yang lahir yang tidak memiliki akte kelahiran sehingga jika besar nanti akan kesulitan untuk melanjutkan sekolahnya,” katanya Cawabup Supriansa dengan nada lantang di hadapan ribuan pendukungnya saat menggelar deklarasi di Gedung KONI Soppeng, Kamis (25/2).

Aktivis LSM ini mengungkapkan, dirinya hanya orang biasa yang lahir dari keluarga petani.Melalui pendidikan anak seorang petani bisa merasakan bersekolah ke luar negeri.

“Makanya kami ingin pendidikan di Soppeng berjalan baik, sehingga tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Saya hanya seorang anak petani biasa yang meminta dukungan masyarakat untuk memenangkan Sulapa pada Pilkada,” kata kader Demokrat ini.

Sesuai dengan falsafah dari Sulapa kata Supriansa, yakni bertekad memajukan pembangunan Soppeng secara merata tanpa adanya perbedaan dengan daerahdaerah lain di Bumi Latemmamala. Maksudnya seluruh penjuru Kabupaten Soppeng dari barat,timur, utara,dan selatan.

“Makna dari Sulapa adalah persegi empat,sehingga kami bertekad meratakan pembangunan di semua wilayah tanpa membeda-bedakan antara daerah satu dan yang lain. Itulah yang kami bawa untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” ungkap Supriansa.

Dia menjamin,apa yang dikatakannya akan diwujudkan jika terpilih bersama Andi Sulham. Bahkan, dia berjanji akan mundur dari jabatannya jika tidak dapat merealisasikan apa yang pernah diucapkannya kepada masyarakat. Lulusan salah satu universitas ternama di luar negeri ini berani mempertaruhkan jabatannya kelak jika janji yang disampaikan tidak terealisasi.

“Dua setengah tahun,apa yang saya janjikan tidak ditepati,maka saya akan bilang ke Pak Sulham. Silakan lanjutkan pak dan saya akan mundur karena malu apa yang saya janjikan tidak bisa ditepati,” katanya disambut tepuk tangan pendukungnya.

Sementara itu,Cabup Andi Sulham Hasan dalam orasi politiknya mengungkapkan, untuk memimpin dan membangun Soppeng ke depan perlu mengetahui bagaimana cara memimpin yang baik tentunya melalui pengalaman yang telah dilalui. Dan, dia mengklaim telah memiliki banyak pengalaman dalam bidang birokrasi.

“Saya telah menjadi Wali Kota Pare-Pare selama lima bulan,beberapa kali menjadi Sekda, dan kepala dinas.Jadi, kalau masalah pengalaman dalam bidang pemerintahan sudah banyak sehingga tidak perlu diragukan lagi,”tandasnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Sulsel ini,tidak menyangka kalau massa yang akan menghadiri deklarasi tersebut mencapai hingga ribuan orang. Karena pihaknya hanya menyebar ratusan undangan dengan alasan hanya ingin menggelar deklarasi secara sederhana tidak seperti dengan kandidat lain.

Kendati demikian, mantan caretaker Wali Kota ParePare ini mengungkapkan rasa syukurnya atas partisipasi dan dukungan yang diberikan warga Soppeng. “Melihat dukungan ini kami bersyukur dan semakin optimistis untuk memenangkan Pilkada,”tuturnya.

Sulham juga meminta maaf kepada massa yang hadir dengan kesederhanaan yang diberikan. “Kami minta maaf, karena sebelumnya tidak menyangka seperti ini sehingga massa tidak dapat dibendung tapi kami merasa bersyukur,” tandasnya.

Tim Pemenangan Sulapa yang juga legislator Demokrat DPRD Maros Akbar Endra dalam tekad menuju perubahan menyatakan, perubahan tidak akan terwujud jika bukan masyarakat yang ingin melakukan perubahan itu.“Makanya SULAPA menyerukan menuju perubahan bersama Andi Sulham- Supriansa,” tandas mantan aktivis mahasiswa ini.

Sulham-Supriansa (Sulapa) berhasil maju sebagai cabup-cawabup melalui usungan partai demokrat tiga kursi, PDK dua kursi, dan PIB satu kursi.Deklarasi tersebut juga dihadiri pimpinan parpol pengusung. (abdullah nicolha)

Thursday, February 25, 2010

Lutra Pecahkan Rekor Pilkada

Friday, 26 February 2010
MAKASSAR (SI) – Tahapan pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati di sepuluh kabupaten di Sulsel,minus Gowa dan Selayar telah rampung tadi malam. Hasilnya, sebanyak 50 pasangan siap bertarung pada 23 Juni mendatang.

Dengan catatan, pasangan cabup dan cawabup yang mendaftar itu, lolos tahapan verifikasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Ke-50 pasangan tersebut terbagi hampir merata di delapan kabupaten, kecuali di Kabupaten Luwu Utara yang pendaftarnya mencapai sebelas pasangan.

Jumlah tersebut sekaligus mencatatkan rekor bagi Lutra sebagai daerah dengan kontestan paling banyak di Sulsel, bahkan di Indonesia. Rekor peserta terbanyak dalam Pilkada di Sulsel sebelumnya, hanya mencapai tujuh pasangan, yakni di Pilkada Makassar dan Pilkada Pinrang.

Ke-11 pasangan cabup dan cawabup yang kemarin sudah menyerahkan berkasnya ke KPU Lutra, enam diantaranya mendaftar melalui partai politik. Selebihnya, menggunakan jalur perseorangan.

Pasangan yang terakomodasi lewat parpol masing-masung,Arifin Junaidi - Indah Putri Indriani yang disokong PPRN, PBN, Barisan Nasional, PKPI, PPI, Partai Matahari Bangsa,PNBKI,PBB, PBR,Partai Merdeka,dan PPIB. Pasangan Ilham Noer Toadji- Hamzah Jalante yang didukung PDK,dan Hanura.Arsyad Kasmar- Gempur Warseso mengendarai Golkar, PDP, dan PKP. Pasangan Thahar Rum-Anshar Akib melalui Demokrat,PKB,Partai Patriot,PK, dan PPDI.

Pasangan Machmud Rompegading-Syaifullah Burhan yang didukung PKS,PPP,dan PDS, serta pasangan Sakaruddin- Achmad Ridha melalui PAN,Partai RepublikaN,dan PKPB. Sedang jalur perseorangan masing- masing Masrah Marrang-Achmad Mas’ud,Sam Sumastono-Isjaya Kaladen,Tandi Paddang-Suhardi M Anwar,Sitti Maesaroh—Basiruddin, Rafiuddin Syah-Marhaenah.

Terbanyak kedua adalah Kabupaten Soppeng dengan tujuh pasangan.Lima dengan jalur partai, dua pasangan melalui jalur perseorangan.Perebutan tampuk kekuasaan lima tahun ke depan di Bumi Latemmamala ini diperkirakan akan sengit.

Incumbent Andi Soetomo yang berpasangan dengan Aris Muhammadiah akan berhadapan dengan pasangan Andi Kaswadi Razak-Andi Risal Mappatunru, Andi Sarimin Saransi- Kyai Muda Sulaeman.

Tak hanya itu, masih ada pasangan Andi Sulham Hasan- Supriansa yang didukung Partai Demokrat,Andi Herdi Bunga Haryadi- DR Basra Gassing, serta dua pasangan jalur perseorangan Syamsu Niang-Andi Hendra Pabeangi dan Andi Taufan Made Alie-Sukman Junuddin.

Di Maros,Tana Toraja, dan Bulukumba masing-masing enam pasangan secara resmi sudah mendaftarkan diri bertarung,menyusul Luwu Timur dan Pangkep lima pasangan, dan paling sedikit di Kabupaten Barru yang hanya empat pasangan.

Dukungan Ganda

Sementara itu, hari terakhir pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati di Luwu Timur (Lutim), diwarnai surat dukungan ganda partai pengusung. Adalah pasangan Nur Husain- Madjid Tahir dan Saldy Mansyur- Andi Asrul Mappesabbi saling klaim diusung Partai Demokrat.

Kedua pasangan itu masingmasing memasukkan surat dukungan dari Partai Demokrat yang ditandatangani oleh dua Pengurus DPC yang berbeda. Pasangan Nur Husain-Madjid, surat dukungannya ditanda tangani oleh Wakil Ketua III DPC Partai Demokrat Najamuddin.Sementara untuk pasangan Saldy- Asrul ditanda tangani oleh Wakil Ketua I DPC Isa Anshari.

Bahkan, kedua Pengurus DPC Demokrat ini sama-sama mengklaim mendapatkan mandat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua dari Ketua DPC non aktif Lutim Mas’ud Magani, yang saat ini sedang dalam kondisi sakit.

Keduanya juga mengklaim sudah mengantongi rekomendasi dari Pengurus DPP Partai Demokrat. Terkait dukungan ganda tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Syamsul Mappareppa menegaskan, bahwa yang sah direkomendasikan secara resmi oleh partainya di Lutim, hanya Pasangan Nur Husain-Madjid Tahir.

“Kalau ada mengatasnamakan partai, selain Nur Husain berarti itu tidak sah. Sebab sangat jelas siapa ditetapkan secara resmi oleh partai melalui Rapat DPP dan Tim Sembilan Pilkada Sulsel di Jakarta, yakni Nur Husain,”tegas Syamsul, saat dikonfirmasi tadi malam.

Mantan Panglima Kodam TNI Brawijaya ini, juga menyatakan siap memberi klarifikasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) apabila diminta atau didatangi. Sebab dalam mekanisme partai-nya, sudah sangat jelas menentukan kandidat usungannya di setiap daerah,termasuk di Luwu Timur.

Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas, yang turun langsung memantau surat dukungan ganda tersebut, mengaku tetap meminta jajarannya menerima proses pendaftarannya. Namun siapa dianggap sah, pihaknya terlebih dahulu akan meminta klarifikasi dari DPP Partai Demokrat, baik usungannya maupun pengurus yang dianggap sah di Lutim.

“Kami tidak mau gegabah menyatakan,bahwa ini yang tidak sah. Jadi kita terima saja berkasnya. Nanti dilakukan verifikasi dan klarifikasi ke DPP, mengenai siapa pengurus yang sah di daerah ini. Hasilnya itulah dijadikan rujukan menetapkan bakal calon,” papar Jayadi,secara terpisah.

Menurut dia, surat dukungan ganda tersebut,merupakan masalah internal partai bersangkutan. Sehingga penyelesaiannya harus melalui partai juga, yakni melakukan klarifikasi. Namun dia memastikan, bila melihat parpol pengusung dan pendukung yang dimasukkan Nur Husain dan Saldy, penentunya adalah Demokrat.

“Kalau nantinya yang diakui rekomendasi Nur Husain, maka Saldy kemungkinan tidak bisa lolos syarat dukungan.Begitupun sebaliknya karena yang menentukan jadi tidaknya maju dua calon ini, yakni rekomendasi Demokrat,” kata Jayadi.

Senada dengan Ketua KPU Sulsel,Ketua KPU Lutim Muhammad Ayyub mengatakan, guna proses verifikasi atas dualisme dukungan parpol, pihaknya akan melakukan konsultasi hingga di tingkat DPP Partai Demokrat dengan terlebih dahulu mempelajari aturan internal Partai Demokrat yang berlaku.

“Kami akan mempelajari kembali seperti apa aturan yang berlaku di internal Partai Demokrat yang tercantum dalam AD/ART partai. Selain itu, klarifikasi juga akan kami minta dari pengurus partai mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat,” ujar Ayyub,kemarin.

Meskipun begitu, Ayyub menegaskan pihaknya tetap menerima pendaftaran dari kedua kandidat sampai hasil verifikasi dilakukan sebagai bahan untuk memutuskan maju atau tidaknya kandidat dimaksud.

Ditemui secara terpisah usai mendaftar di KPU, baik Saldy maupun Nur Husain, mengaku akan menyerahkan sepenuhnya proses verifikasi atas dukungan ganda tersebut ke KPU Lutim, guna meminta siapa yang sah ditetapkan Partai Demokrat.

Kendati demikian keduanya, tidak mau terjadi benturan akibat dukungan ganda tersebut. “Tapi saya sendiri sudah mengantongi surat rekomendasi dukungan baik dari DPC hingga DPP dan saya akan tetap memperjuangkan hal itu sebagai hak saya,”ujar Saldy meyakinkan.

Selain Lutim, Pasangan Victor Datuan Batara-Rosina Paloan di Tana Toraja,kepastian mengendarai Partai Demokrat, masih simpang siur.Pasalnya,surat rekomendasi dari DPP yang dikantongi duet ini, dikabarkan belum ditandatangani DPD dan DPC Demokrat Tana Toraja. Padahal untuk memasukkan rekomendasi, harus atas nama pengurus DPC. (asdhar/arif saleh/ abdullah nicolha)

AKAR Oranyekan Kota Soppeng

Thursday, 25 February 2010
WATANSOPPENG(SI) – Pasangan Andi Kaswadi Razak- Andi Rizal Mappatunru (AKAR) kembali unjuk gigi.Ribuan massa pendukung dan simpatisan membuat Kota Soppeng berubah menjadi oranye,kemarin.

Ribuan warga Soppeng tampak menyemut di Lapangan Gasis Watansoppeng. Mereka berdatangan dari seluruh penjuru Soppeng sekitar pukul 12.30 Wita, dengan menggelar iring-iringan kendaraan menuju pusat Kota Watansoppeng.

Bahkan, aksi tersebut memacetkan arus lalu lintas hingga beberapa jam. Dukungan besar itu tak lepas dari dukungan dua partai besar di Bumi Latemmamala, yakni Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mengusung AKAR.

Andi Kaswadi Razak dalam orasinya menegaskan, Bumi Latemmamala adalah milik warga Soppeng bukan hanya milik sebagian orang atau golongan yang diwariskan nenek moyang, tetapi milik semua warga Soppeng.

“Soppeng ini bukan hanya warisan nenek moyang seseorang, tetapi milik semua orang Soppeng,” ungkapnya di hadapan ribuan massa, simpatisan, dan pendukungnya diiringi teriakan yelyel “hidup AKAR”,kemarin.

Andi Dulli, sapaan akrab Ketua DPRD Soppeng, juga membeberkan tentang program yang digaungkan untuk pembangunan Kabupaten Soppeng lima tahun ke depan,di antaranya sektor pertanian dengan visi-misinya menjadikan Soppeng sentra produksi pertanian. Dalam acara deklarasi tersebut, yel-yel paket AKAR juga diabadikan dalam lirik lagu yang menggema sesaat sebelum dan sesudah deklarasi.

Dalam lirik lagu tersebut disebutkan,perlu masyarakat Soppeng mengetahui siapa idola dan dambaan kita untuk menjadi bupati Soppeng lima tahun ke depan. Sepenggal lirik lagu AKAR,

“Perlu ki tausemuanya,siapa idola kita dialah Andi Kaswadi Razak, dambaan yang diandalkan,wahai semua saudara warga Soppeng, dukung makiAndi Kaswadi Razak dialah calon bupati Soppeng,pilih maki AKAR muda,teruji,dan amanah. Mari maki semuanya satukan suara tamemilih Andi Kaswadi Razak, visi-misinya jadikan Soppeng sentra produksi pertanian”.

Deklarasi tersebut juga dihadiri pimpinan parpol pengusung Andi Mapparemma (Ketua PDIP Soppeng),Ketua Partai,Pengusaha, dan Pekerja Indonesia (PPPI) Soppeng Abdul Salam Djale dan sejumlah pengurus parpol setempat dan tingkat provinsi.

Setelah menggelar deklarasi, ribuan massa tersebut menggelar salat zuhur berjamaah di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng. Mereka kemudian melakukan konvoi keliling Kota Watansoppeng dengan berjalan kaki, kemudian menuju ke KPU. Mereka mengawal AKAR mendaftarkan diri sebagai cabup-cawabup peserta Pilkada Soppeng Juni.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 Wita,calon incumbentBupati Soppeng Andi Soetomo bersama pasangannya,Aris Muhammadiyah, yang memilih nama Asmo Berkarisma mendaftarkan diri sebagai cabup-cawabup di Sekretariat KPU Soppeng, Jalan Pengayoman.

Keduanya diantar sekitar 1.000-an pendukung dan simpatisannya. Asmo Berkarisma diusung lima parpol dengan tujuh kursi,di antaranya PAN tiga kursi, PPRN,PDP, PKPI, dan PKNU masing- masing satu kursi.

Dari pantauan SI, ribuan massa yang hadir tersebut merupakan pendukung dan simpatisan dua partai besar di Kabupaten Soppeng yakni PDIP dan Golkar.Bahkan, bukan hanya warna oranye yang mendominasi warna Lapangan Gasis dan sudut-sudut daerah berjuluk Kota Kalong itu, tetapi merah dan kuning.

Sekretaris DPC PDIP Soppeng Agusnawan Iskandar mengungkapkan bahwa pihaknya bertekad memperjuangkan dan memenangkan usungan partai berlambang banteng moncong putih bersama Golkar dan PPPI.

“Siapa pun yang diusung partai, kami jamin kader dan simpatisannya loyal dan akan bekerja keras memenangkannya. Buktinya, bisa kita liat hari ini (kemarin),”katanya seusai menggelar deklarasi,kemarin.

Master campaign AKAR, Syaharuddin M Adam, mengungkapkan, ditetapkannya Kaswadi sebagai kandidat bupati oleh PDIP membuat pendukung semakin kuat dan optimistis meraih dukungan penuh pada pilkada. “Apalagi militansi dan loyalitas kader dari PDIP sudah tidak diragukan lagi,”ungkapnya. (abdullah nicolha)

Golkar-PDIP Koalisi di Empat Daerah

Thursday, 25 February 2010
MAKASSAR (SI) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya menetapkan kandidat usungannya di pilkada di Sulsel,23 Juni 2010 mendatang.

Dari 10 nama yang putuskan, empat di antaranya dipastikan berkoalisi dengan Partai Golkar. Empat cabup tersebut, masing- masing incumbent Gowa Ichsan Yasin Limpo,incumbent Luwu Timur Andi Hatta Marakarma, incumbent Bulukumba Andi Sukri Sappewali, serta Andi Kaswadi Razak di Soppeng.

Ketua Tim Pilkada PDIP Sulsel Andi Anshari Mangkona menyatakan, empat kabupaten yang berkoalisi dengan Partai Golkar, pihaknya akan mengerahkan segala kemampuan partai memenangkan pasangan jagoannya dengan bekerjasama mesin politik Golkar. “Berkoalisi bersama Golkar di Pilkada,bukan kali ini saja.

Kami sudah terbiasa membangun koalisi dengan Golkar dan hasilnya itu terbukti bisa memenangkan kandidat. Misalnya di Pilkada Makassar dan Palopo,” tandas Anshari, kepada harian Seputar Indonesia (SI), tadi malam.

Selain itu, Anshari juga mengakui, kalau sudah merasa nyaman berkoalisi dengan Golkar.Alasannya, komitmen antara calon usungan saat memenangkan pilkada, bisa dijalankan secara bersama, tanpa ada kesan diskriminasi.

Selain pilkada di empat kabupaten itu, PDIP memilih mengusung pasangan cabup dan cawabup yang berbeda. Seperti memperkuat barisan Andi Paharuddin- Devo Khadapi di Maros, Syamsu Alam-Ince Langke di Selayar, Taufik Fachruddin-Nurul Jaman di Pangkep, incumbent Luwu Utara Arifin Junaedy. Khusus Tana Toraja dan Toraja Utara, penentuannya ditunda hingga hari ini.

Terpisah,terkait dengan koalisi PDIP di Soppeng, Bendahara DPC PDIP Soppeng Agus Setiawan PH Rauf mengatakan, keputusan partainya mendukung Andi Kaswadi Razak,merupakan langkah tepat.

Selain kesepakatan internal, juga merupakan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Soppeng beberapa waktu lalu yang memberikan dukungan sepenuhnya kepada Andi Dulli sapaan akrab Kaswadi.

“Jadi, keputusan ini tidak lari dari hasil konfercab yang memang merekomendasikan Andi Dulli sebagai figur yang diinginkan empat PAC,” tambah Setiawan,dalam keterangan persnya di Watansoppeng,kemarin.

Menanggapi dukungan PDIP, Master Campaign Andi Kaswadi Razak (AKAR) Syaharuddin M Adam, menyampaikan rasa terima kasihnya. Sebab dukungan tersebut menambah semangat dan optimistis timnya memenangkan pilkada.

“Saya yakin keputusan PDIP ini akan membuat pendukung Kaswadi akan semakin bersemangat,apalagi militansi dan loyalitas kader dari PDIP sudah tidak diragukan lagi,” ungkapnya.

Husain-Djusman Siap Jurkam

Sementara itu, kader PDIP yang sebelumnya direkomendasikan menjadi bakal cawabup,Husain Djunaid, menyatakan sikapnya untuk berjuang menjadi juru kampanye (jurkam) di pasangan Andi Kaswadi-Andi Rizal.

“Sebagai kader, saya akan tunduk dan melaksanakan semua keputusan dan perintah partai,termasuk untuk memenangkan pasangan AKAR, bahkan saya siap untuk menjadi Juru Kampanye untuk memenangkan pasangan ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur LP-Sibuk Djusman AR yang batal maju sebagai cawabup,pasca-incumbent Andi Soetomo mengganden Aris Muhammadiya, juga memberi isyarat akan menjadi jurkam salah satu kandidat,selain incumbent.

Sukri-Rasyid Unjuk Kekuatan

Di Bulukumba, pasangan usungan Koalisi Partai Golkar, Patriot, PKPB, PKPI, Partai Buruh, PPI, Kedaulatan, PPRN, Barnas, dan PDIP, Andi Sukri Sappewali- Rasyid Sarehong (Aspirasi), secara resmi mendaftar di KPU, sekaligus dirangkaikan deklarasi secara besar-besaran,kemarin.

Saat melakukan deklarasi di depan ribuan pendukung dan simpatisannya, Andi Sukri yang tak lain Bupati Bulukumba ini, memaparkan delapan item gratis yang menjadi program andalannya, yakni KTP,akte kelahiran, kartu keluarga pelayanan KTP keliling, pendidikan, berobat di puskesmas, berobat di Rumah Sakit Kelas III.

“Program ini adalah lanjutan dari beberapa program yang sudah dijalankan selama saya menjadi Bupati Bulukumba. Kalau kami terpilih kembali, maka item gratis tersebut akan langsung diterapkan,” tegas Andi Sukri.

Berdasarkan pantauan, turut hadir dalam pendaftaran tersebut, yakni Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Arfandy Idris, Sekjen DPP Partai Buruh Sony Pudi Sassono, berserta pimpinan partai lainnya.

Cabup Daftar di KPU

Dihari terakhir pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di Luwu Utara dan Luwu Timur, hari ini, sejumlah pasangan menjadwalkan akan deklarasi dan mendaftar resmi secara terpisah.

Di Luwu Utara, empat pasangan akan mendaftar,yakni jagoan Partai Golkar Arsyad Kasmar- Gempur Warseso (AG), Machmud Rompegading-Syaifullah Burhan, Sitti Maesaroh-Basiruddin, dan Rafiuddin Syah-Marhaenah.

Sementara di Luwu Timur, terdapat tiga kandidat yang akan mendaftar,yakni calon dari Partai Golkar Andi Hatta Marakarma- Muhammad Thorig Husler (H2O), Umar Ranggo-Ilham Labbase, dan kandidat usungan Partai Demokrat Nur Husain-Majid Tahir (Nur-Majid). (abdullah nicolha/asdhar/ bakti m munir/arif saleh)

Wednesday, February 24, 2010

Andi Soetomo-Aris Saling Puji

Tuesday, 23 February 2010
WATANSOPPENG (SI) – Deklarasi pasangan incumbent Bupati Soppeng Andi Soetomo dan Aris Muhammadiah (Asmo Berkharisma),kemarin menjadi ajang bagi keduanya saling memuji.

Soetomo memberikan pujian atas keberhasilan Aris dalam bidang usahanya yang berkembang pesat hingga sekarang. Sementara Aris memuji kepemimpinan Soetomo dalam memimpin Kabupaten Soppeng selama lima tahun terakhir.

Dia menyebutkan,Aris sebagai seorang pekerja ulet dan tekun. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan dia membesarkan perusahaannya dan mendapatkan amanah masyarakat menjadi anggota DPRD. “Karena itulah saya berpandangan sangat cocok berpasangan dengan beliau karena background kami birokrat.

Apalagi, pilihan itu berdasarkan hasil survei yang objektif,” ungkapnya saat menyampaikan orasi politiknya pendeklarasian pasangan Asmo Berkharisma di Lingkungan Libukang, Kelurahan Appanang,Kecamatan Liliriaja,kemarin.

Di hadapan ribuan massa pendukungnya, dia menyatakan tekadnya mencalonkan diri pada pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang didasari niat suci, hati bersih, yang dilandasi keikhlasan. “Kami siap meneruskan mengembang amanah dan kepercayaan masyarakat Soppeng melalui partai pengusung kami,”katanya.

Orang nomor satu di Bumi Latemmamala saat ini berharap semua itu dapat terwujud dengan adanya dukungan dan doa masyarakat yang mengharapkan peningkatan kemajuan pembangunan di daerah Soppeng.

“Kami bertekad memberikan pengabdian yang maksimal dalam rangka mewujudkan Soppeng lebih maju, berdaya saing, religius, berbudaya,dan berkomitmen lingkungan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Itulah yang menjadi visi-misi kami mengembang amanah lima tahun ke depan,” ujarnya. Deklarasi Asmo Berkharisma dihadiri ribuan pendukungnya dari seluruh penjuru daerah berjuluk Kota Kalong itu.

Dalam orasi politiknya,Soetomo mengungkapkan bahwa Aris Muhammadiah adalah figur yang mendampinginya pada Pilkada Soppeng Juni mendatang, merupakan seorang yang profesional dalam bidangnya dan seorang pengusaha yang sukses membangun usahanya dari bawah.

Soetomo mengajak pendukungnya merapatkan barisan dan menggalang persatuan, kebersamaan, serta berkomitmen mendukungnya.“ Apabila Saudara-saudaraku semua masih memberi kepercayaan kepada kami memimpin penyelenggaraan pemerintahan lima tahun ke depan,mari kita wujudkan percepatan pembangunan falsafah hidup orang Bugis,” kata Andi Tomo,sapaan akrabnya.

Falsafah orang Bugis yang dimaksud, Sipakatau,Sipakalebbi,Siamasei, Mali Siparappe, Malilu Sipakainge, Siwata Manre Tassirui’no. Selain itu, Massiddi Siri, Massiddi Gau, Sipakaiyya Sipakaelo. Lempu Getting,AdaTongeng,Temmapasilaingeng. Resopa Temmangingngi NamalomoNaleteiPammaseDewatae.

Sementara itu, Aris, cawabup yang akan mendampingi Andi Soetomo, mengungkapkan, Soetomo sebagai sosok bupati sederhana di Sulsel. Terbukti dia tidak memiliki mobil mewah dan rumah mewah di Makassar.“Salah satu bupati yang sangat sederhana di Sulsel adalah Andi Soetomo,” katanya saat menyampaikan orasi politiknya di hadapan pendukungnya,kemarin.

Legislator PBR Kota Makassar ini mengaku sangat bersyukur dipilih mendampingi Andi Soetomo pada Pilkada Soppeng Juni.Apalagi, banyak figur lain yang ingin mendampinginya.

“Saya bersyukur telah mendapat kepercayaan ini,”ungkapnya. Melihat ribuan massa yang hadir, Aris yakin dapat meraih dukungan masyarakat. Dengan asumsi, pada Pilkada 2005 di tempat yang sama, massa yang hadir hanya sekitar 300-an orang, tapi berhasil memenangkan pilkada saat itu.

Namun, saat ini, lanjut Ketua DPC PBR Kota Makassar itu, melihat sekitar 5.000-an massa dan ratusan kendaraan, dia yakin Asmo Berkharisma dapat memenangkan pilkada. “Saya berharap ini dapat kami jaga dan jangan ada dusta di antara kita,” tuturnya disambut teriakan yel-yel pendukungnya “teruskan”.

Dalam deklarasi tersebut, juga tampak ketua partai pengusung incumbent Soppeng itu, di antaranya Ketua DPD II PAN Soppeng Abbas Sabbi, Ketua PPRN Andi Sudirman, Ketua PDP Burhanuddin L Mide, Ketua PKNU Soppeng Tiono,Ketua PKPI Sulsel Abu Djaropi. (abdulah nicolha)