Friday, 18 June 2010
WATANSOPPENG(SI) – Pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) bernomor urut 6,Andi Sarimin Saransi-Kyai Muda Sulaeman (AS-SALAM),mengimbau warga untuk menolak segala bentuk praktik money politics(politik uang) di Pilkada Soppeng 2010.
Imbauan itu disampaikan pasangan AS-SALAM saat menggelar kampanye dialogis di Dusun Lobo, Desa LebbaE,Kecamatan Liliriaja. Kampanye dialogis tersebut dihadiri tak kurang dari 500 warga,simpatisan, dan pendukung paket ulama dan umara ini.
Juru kampanye paket ASSALAM, Andi Buana Raja, mengingatkan kepada warga bahwa dalam memilih pemimpin jangan sampai harga diri dinilai dengan materi. Sebab, dari situ-lah yang akan menjadi penentu bagaimana Kabupaten Soppeng lima tahun ke depan.
Dia menegaskan, harga diri itu adalah hati nurani dan harga diri seseorang itu dilihat dari pilihannya dalam menentukan pemimpin. Mari kita cermati tanda alam yang terjadi, hasil panen sawah dan kebun masyarakat banyak yang rusak,bencana alam pun terjadi.
“Ini menandakan,ada kemungkaran yang terjadi di daerah ini dan ini berarti ada ketidakberesan dalam kepemimpinan di Soppeng,” tegasnya di hadapan ratusan warga kemarin.
Karena itu,kata mantan tim pemenangan paket ‘SAYANG’ pada Pilkada Gubernur Sulsel lalu, dia mengajak masyarakat menolak semua hal yang bisa merusak Soppeng.
“Bila jalan kita yang lurus dijadikan berkelok, mari kita luruskan bersama. Jadi, kalau kondisinya seperti itu apanya yang mau teruskan, yang benar itu adalah luruskan, bukannya diteruskan,” tegasnya dengan nada lantang disambut yel-yel warga.
Kampanye dialogis AS-SALAM tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh agama, masyarakat, dan pemuda di antaranya Haji Mading, Burhan, Semmang, serta masyarakat umum.
Cabup Andi Sarimin Saransi juga mengingatkan agar jangan sampai politik uang merajalela saat menjelang dan berlangsungnya hari pencoblosan di Pilkada Soppeng. Dia menegaskan,sogok-menyogok itu sama-sama perbuatan dosa.
“Saya fokus di pemerintahan (kehidupan dunia), sedangkan beliau mengurus kehidupan akhlak (akhirat). Jadi, jika ingin kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat, pilihlah AS-SALAM sebagai pemimpin teladan,” tegasnya.
Selama melakukan kampanye di beberapa kecamatan, pasangan umara dan ulama ini lebih memilih metode dialogis dibandingkan melakukan pengerahan massa hingga ribuan orang.
“Kami memanfaatkan waktu yang ada dengan proaktif melakukan dialog dengan ratusan warga minimal di lima titik dalam sehari. Kemarin di Liliriaja dan hari ini untuk kedua kalinya kami melakukan kampanye di Lilirilau,” ujar Sekretaris tim kerja AS-SALAM FAS Rahmat Kami.
Terbukti, katanya, saat berada di desa Baringeng dan Marossa kami disambut haru. “Bahkan, ada yang histeris saat mengetahui Andi Sarimin mengunjungi kampung mereka,”ujarnya.
Dia juga mengaku, dalam menggelar kampanyenya, tidak menggunakan bayaran untuk mendatangkan warga dan hasilnya Alhamdulillah itu lebih riil dan efektif daripada melakukan kampanye akbar yang hanya terfokus di satu titik.
Muh Anas ,29,salah seorang tokoh pemuda warga Desa LebbaE mengomentari kampanye pasangan nomor 6 tersebut. Dia mengaku datang dengan ikhlas tanpa bayaran karena melihat sosok Andi Sarimin yang ramah kepada semua orang tanpa dibeda-bedakan.
“Mendengar Andi Sarimin akan mengunjungi kampung ini, kami datang ke sini dengan ikhlas tanpa bayaran sepeser pun. Kami tahu sosok beliau, beliau ramah terhadap orang tanpa pernah membeda-bedakan dan selama menjabat wabup, kapan pun kami bertamu selalu diladeni dengan ramah, ”katanya menyanjung figur Andi Sarimin Saransi. (abdullah nicolha)
Friday, June 18, 2010
Talud di Takkalala Kembali Roboh
Thursday, 17 June 2010
WATANSOPPENG(SI) – Sebuah talud yang ada di pinggir lapangan sepak bola Takkalala Kecamatan Marioriwawo,Kabupaten Soppeng,roboh Selasa (15/6) malam,akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.
Salah seorang warga Takkalala, Kamal,30,menyebutkan,talud tersebut roboh karena hujan deras mengguyur daerah tersebut pukul 20.00 Wita.Padahal,talud itu belum lama dibangun Pemkab Soppeng.
Kamal menyebutkan, tahun lalu, talud tersebut juga roboh dan menelan korban jiwa, yakni salah seorang murid SD 135 Mario, Arlis, dan seorang murid SMPN 1 Takkalala, Ansar, mengalami patah kaki.
“Dengan robohnya talud untuk kedua kalinya dalam setahun ini membuktikan bahwa mutu dan hasil bangunannya tidak sesuai bestek dan kurangnya pengawasan dinas terkait,” ungkapnya kemarin.
Dia berharap, dalam pembangunan talud ketiga kalinya nanti, pemerintah harus mengawasi betul pengerjaannya sesuai bestek sehingga tidak terkesan asal-asalan. “Kami berharap mutu dan kualitas pengerjaannya lebih maksimal, tidak seperti sebelumnya yang terkesan sia-sia.Begitu juga kepada pihak terkait memperketat pengawasan agar hasilnya bagus,” tandas aktivis pemuda Soppeng ini.
Senada diungkapkan Koordinator Lembaga Kontrol Independen Nasional (LKIN) Wilayah Bosowa Buhari Abu. Menurutnya,dengan robohnya talud yang belum lama selesai dikerjakan itu membuktikan hasil pengerjaannya tidak maksimal dan tidak memperhatikan kualitas proyek.
“Itu satu bukti bahwa mutu dan kualitas pengerjaan kurang maksimal sehingga perlu adanya pengawasan pihak terkait selaku leading sector pengerjaan memberikan perhatian atas hasilnya nanti,”katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Soppeng Munir mengaku tidak mengetahui masalah tersebut secara pasti karena dia baru menjabat setelah proyek tersebut rampung.
Kendati demikian,pihaknya telah meninjau langsung lokasi talud yang roboh akibat hujan lebat untuk memastikan kondisinya untuk segera diantisipasi. “Saya sudah minta beberapa staf PU untuk turun langsung ke lokasi,”ujarnya.
Menyinggung masalah anggaran talud dan yang menangani pengerjaannya, dia mengaku tidak mengetahuinya karena saat itu belum menjabat sebagai Kadis PU. “Untuk masalah anggaran dan yang tangani belum tahu pasti, tapi yang jelas sudah ada yang turun ke lapangan,”tandasnya.
Di bagian lain,Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kabupaten Soppeng hingga kini belum mencairkan dana pendidikan gratis untuk sekolah pada triwulan II. Alasannya, pencairan dana tersebut masih menunggu laporan pertanggungjawaban setiap sekolah terkait pelaksanaan dana triwulan I lalu yang pencairannya langsung ditransfer ke rekening milik sekolah.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dikmudora Soppeng Kasniadi mengatakan, dana pendidikan gratis triwulan I langsung ditransfer ke rekening sekolah dan pencairannya sudah 100%.
Sementara dana triwulan kedua baru bisa cair setelah ada laporan pertanggungjawaban setiap sekolah. “Begitu laporannya sudah ada, pencairannya langsung akan diproses,” ungkapnya kepada wartawan di ruang kerja dia kemarin.
Dia menambahkan, pencairan dana tersebut sering mengalami keterlambatan disebabkan pihak sekolah terlambat memasukan laporannya. “Pengajuan pencairan dana tersebut harus kolektif sehingga harus menunggu semua laporan sekolah baru bisa cair,”tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun Seputar Indonesia (SI), tahun ini, dana pendidikan gratis di Kabupaten Soppeng mencapai sekitar Rp14,4 miliar. Sementara khusus triwulan pertama dicairkan sekitar Rp3,7 miliar dan pencairannya melalui empat kali tahapan. Sekolah yang mendapat bantuan gratis tersebut terdiri atas 281 sekolah tingkat sekolah dasar (SD) sederajat, yakni 259 SD, 19 madrasah ibtidaiyah (MI),dan 3 PPS Ulah.
Sementara tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 60 sekolah terdiri atas 33 SMPN, 24 MTs,dan 3 PPS Usta.“Setiap sekolah mendapatkan dana pendidikan gratis yang bervariasi,”ungkapnya. (abdullah nicolha)
WATANSOPPENG(SI) – Sebuah talud yang ada di pinggir lapangan sepak bola Takkalala Kecamatan Marioriwawo,Kabupaten Soppeng,roboh Selasa (15/6) malam,akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.
Salah seorang warga Takkalala, Kamal,30,menyebutkan,talud tersebut roboh karena hujan deras mengguyur daerah tersebut pukul 20.00 Wita.Padahal,talud itu belum lama dibangun Pemkab Soppeng.
Kamal menyebutkan, tahun lalu, talud tersebut juga roboh dan menelan korban jiwa, yakni salah seorang murid SD 135 Mario, Arlis, dan seorang murid SMPN 1 Takkalala, Ansar, mengalami patah kaki.
“Dengan robohnya talud untuk kedua kalinya dalam setahun ini membuktikan bahwa mutu dan hasil bangunannya tidak sesuai bestek dan kurangnya pengawasan dinas terkait,” ungkapnya kemarin.
Dia berharap, dalam pembangunan talud ketiga kalinya nanti, pemerintah harus mengawasi betul pengerjaannya sesuai bestek sehingga tidak terkesan asal-asalan. “Kami berharap mutu dan kualitas pengerjaannya lebih maksimal, tidak seperti sebelumnya yang terkesan sia-sia.Begitu juga kepada pihak terkait memperketat pengawasan agar hasilnya bagus,” tandas aktivis pemuda Soppeng ini.
Senada diungkapkan Koordinator Lembaga Kontrol Independen Nasional (LKIN) Wilayah Bosowa Buhari Abu. Menurutnya,dengan robohnya talud yang belum lama selesai dikerjakan itu membuktikan hasil pengerjaannya tidak maksimal dan tidak memperhatikan kualitas proyek.
“Itu satu bukti bahwa mutu dan kualitas pengerjaan kurang maksimal sehingga perlu adanya pengawasan pihak terkait selaku leading sector pengerjaan memberikan perhatian atas hasilnya nanti,”katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Soppeng Munir mengaku tidak mengetahui masalah tersebut secara pasti karena dia baru menjabat setelah proyek tersebut rampung.
Kendati demikian,pihaknya telah meninjau langsung lokasi talud yang roboh akibat hujan lebat untuk memastikan kondisinya untuk segera diantisipasi. “Saya sudah minta beberapa staf PU untuk turun langsung ke lokasi,”ujarnya.
Menyinggung masalah anggaran talud dan yang menangani pengerjaannya, dia mengaku tidak mengetahuinya karena saat itu belum menjabat sebagai Kadis PU. “Untuk masalah anggaran dan yang tangani belum tahu pasti, tapi yang jelas sudah ada yang turun ke lapangan,”tandasnya.
Di bagian lain,Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kabupaten Soppeng hingga kini belum mencairkan dana pendidikan gratis untuk sekolah pada triwulan II. Alasannya, pencairan dana tersebut masih menunggu laporan pertanggungjawaban setiap sekolah terkait pelaksanaan dana triwulan I lalu yang pencairannya langsung ditransfer ke rekening milik sekolah.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dikmudora Soppeng Kasniadi mengatakan, dana pendidikan gratis triwulan I langsung ditransfer ke rekening sekolah dan pencairannya sudah 100%.
Sementara dana triwulan kedua baru bisa cair setelah ada laporan pertanggungjawaban setiap sekolah. “Begitu laporannya sudah ada, pencairannya langsung akan diproses,” ungkapnya kepada wartawan di ruang kerja dia kemarin.
Dia menambahkan, pencairan dana tersebut sering mengalami keterlambatan disebabkan pihak sekolah terlambat memasukan laporannya. “Pengajuan pencairan dana tersebut harus kolektif sehingga harus menunggu semua laporan sekolah baru bisa cair,”tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun Seputar Indonesia (SI), tahun ini, dana pendidikan gratis di Kabupaten Soppeng mencapai sekitar Rp14,4 miliar. Sementara khusus triwulan pertama dicairkan sekitar Rp3,7 miliar dan pencairannya melalui empat kali tahapan. Sekolah yang mendapat bantuan gratis tersebut terdiri atas 281 sekolah tingkat sekolah dasar (SD) sederajat, yakni 259 SD, 19 madrasah ibtidaiyah (MI),dan 3 PPS Ulah.
Sementara tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 60 sekolah terdiri atas 33 SMPN, 24 MTs,dan 3 PPS Usta.“Setiap sekolah mendapatkan dana pendidikan gratis yang bervariasi,”ungkapnya. (abdullah nicolha)
Semburan Gas dan Api Muncul di Lokasi Gempa
PASCA GEMPA DI MAMUJU UTARA SULBAR
Friday, 18 June 2010
SEMBURAN API. Nampak semburan api setinggi 3 meter yang keluar dari rekahan tanah di kawasan perkebunan saat gempa mengguncang Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Rabu (16/6) lalu, selain api, semburan gas juga terlihat setinggi 5 cm, daerah itu merupakan kawasan pengeboran Migas.
MAMUJU UTARA(SI) – Pascaterjadinya gempa di Mamuju Utara, muncul fenomena alam semburan lumpur yang tingginya 5 cm dan semburan api yang tingginya mencapai 3 meter di lokasi gempa.
“Itu yang mengejutkan kami. Sebab,saat gempa terjadi,disusul semburan api setinggi sekitar 3 meter. Semburan api terdapat di lokasi perkebunan yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari permukiman penduduk,”ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Matra Saidiman Marto kepada Seputar Indonesia (SI) kemarin.
Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengatakan, bencana alam tersebut juga memunculkan tanda tanya besar tentang adanya semburan gas dan minyak di kawasan kontrak kerja pengeboran minyak dan gas (migas) oleh NV Tately.
“Ada hal unik dari musibah itu, yakni munculnya semburan minyak dan gas,”ujarnya. Anwar menandaskan,munculnya semburan gas yang ada di berbagai titik ini perlu disikapi karena membuat api menyala di mana-mana dan menerangi kawasan sekitar lokasi bencana saat malam hari.
Informasi yang dihimpun SI,pihak Pemprov bersama jajarannya telah mengunjungi langsung lokasi gempa, begitu juga jajaran DPRD Sulbar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, dan beberapa daerah tetangga yang turut prihatin atas bencana yang menimpa kabupaten termuda di Sulbar itu.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara (Matra) dan Pemerintah Provinsi Sulbar hingga kini belum dapat memastikan berapa kerugian akibat gempa berkekuatan 5,3 SR yang melanda Dusun Lambara, Desa Kasano,Kecamatan Baras tersebut.
“Kami belum dapat memastikan berapa, yang jelas saat ini kerugian sementara diinventarisasi,”kata Anwar.
Dia menyebutkan, saat ini pihaknya bersama sejumlah jajarannya sementara berada di lokasi,bertatap muka langsung dengan warga yang masih dirawat dan yang ditampung di tenda-tenda serta rumahrumah warga yang masih aman. (abdullah nicolha)
Friday, 18 June 2010
SEMBURAN API. Nampak semburan api setinggi 3 meter yang keluar dari rekahan tanah di kawasan perkebunan saat gempa mengguncang Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Rabu (16/6) lalu, selain api, semburan gas juga terlihat setinggi 5 cm, daerah itu merupakan kawasan pengeboran Migas.
MAMUJU UTARA(SI) – Pascaterjadinya gempa di Mamuju Utara, muncul fenomena alam semburan lumpur yang tingginya 5 cm dan semburan api yang tingginya mencapai 3 meter di lokasi gempa.
“Itu yang mengejutkan kami. Sebab,saat gempa terjadi,disusul semburan api setinggi sekitar 3 meter. Semburan api terdapat di lokasi perkebunan yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari permukiman penduduk,”ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Matra Saidiman Marto kepada Seputar Indonesia (SI) kemarin.
Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengatakan, bencana alam tersebut juga memunculkan tanda tanya besar tentang adanya semburan gas dan minyak di kawasan kontrak kerja pengeboran minyak dan gas (migas) oleh NV Tately.
“Ada hal unik dari musibah itu, yakni munculnya semburan minyak dan gas,”ujarnya. Anwar menandaskan,munculnya semburan gas yang ada di berbagai titik ini perlu disikapi karena membuat api menyala di mana-mana dan menerangi kawasan sekitar lokasi bencana saat malam hari.
Informasi yang dihimpun SI,pihak Pemprov bersama jajarannya telah mengunjungi langsung lokasi gempa, begitu juga jajaran DPRD Sulbar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, dan beberapa daerah tetangga yang turut prihatin atas bencana yang menimpa kabupaten termuda di Sulbar itu.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara (Matra) dan Pemerintah Provinsi Sulbar hingga kini belum dapat memastikan berapa kerugian akibat gempa berkekuatan 5,3 SR yang melanda Dusun Lambara, Desa Kasano,Kecamatan Baras tersebut.
“Kami belum dapat memastikan berapa, yang jelas saat ini kerugian sementara diinventarisasi,”kata Anwar.
Dia menyebutkan, saat ini pihaknya bersama sejumlah jajarannya sementara berada di lokasi,bertatap muka langsung dengan warga yang masih dirawat dan yang ditampung di tenda-tenda serta rumahrumah warga yang masih aman. (abdullah nicolha)
Thursday, June 17, 2010
Indonesia Timur Diguncang Gempa
Wednesday, 16 June 2010
Gempa Mamuju Utara, 1 Korban Tewas dan Puluhan Luka

RUSAK. Bupati Mamuju Utara (Matra) Abdullah Rasyid saat memantau rumah warga yang rusak akibat guncangan gempa tektonik di Kecamatan Baras Matra Rabu (16/6) lalu.
BIAK (SI) – Sembilan gempa bumi kemarin terjadi di wilayah Indonesia Timur. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa bervariasi antara 5,0–7,1 Skala Richter (SR).
Gempa pertama terjadi pukul 00.22 WIB berkekuatan 5,0 SR di wilayah 164 kilometer barat laut Saumlaki, Maluku. Disusul gempa di dekat lokasi yang sama dengan kekuatan 5,5 SR. Gempa lainnya terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pukul 07.52 WIB dengan kekuatan 5,3 SR disusul pukul 10.06 WIB di Biak,Papua,6,2 SR.
Selanjutnya gempa cukup besar berkekuatan 7,1 SR terjadi di 123 kilometer tenggara Biak pukul 10.16 WIB. Gempa susulan masih terjadi tiga kali di Biak dengan kekuatan 5,3 SR,6,6 SR,dan 5,0 SR. Pada pukul 15.17 WIB kembali terjadi gempa di Saumlaki dengan kekuatan 5,4 SR.
Gempa 7,1 SR di Biak yang terjadi pada kedalaman 10 km dengan pusat gempa di laut dirasakan di Nabire,Manokwari,danSerui.Gempa mengakibatkan sebagian besar masyarakat Kabupaten Biak Numfor berhamburan keluar rumah. “Gempanya sangat terasa bergetar di sekitar rumah,” ungkap Heppi Komaruddin,warga Distrik Samofa.
Warga sempat panik setelah mendengar adanya peringatan dari BMKG bahwa gempa bumi tektonik di Biak berpotensi menimbulkan tsunami.Sebagian warga di pesisir pantai keluar rumah karena takut terjadi tsunami.Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Biak Bambang Hermanto mengungkapkan, kondisi Laut Biak masih aman pascagempa.
Gempa juga mengakibatkan Kantor Bupati Serui,Papua, dikabarkan rata dengan tanah.“Kantor bupati kabarnya rata dengan tanah,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Serui Digit Purnomo saat dikonfirmasi kemarin. Dia menambahkan, warga di Serui belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.
Menurut Digit, sesaat setelah gempa warga masih berada di tanah lapang untuk menyelamatkan diri dan khawatir ada gempa susulan. Selain itu, gempa mengakibatkan kebakaran di sejumlah kawasan. Selain di Jalan Maria Dey dan Jalan Tarau, api membakar pemukiman warga di Kompleks Masjid Agung.
Hingga tadi malam informasi yang diperoleh harian Seputar Indonesiamenyebutkan,dua warga Serui tewas akibat gempa.Kedua korban diketahui tewas setelah tertimbun puing-puing bangunan karena guncangan gempa.Korban bernama Amaria, 47, dan seorang bayi berusia lima bulan bernama Adrian. Keduanya mengalami patah tulang sangat serius.
“Selain dua warga yang tewas, beberapa warga lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka dan patah tulang,” ujar dokter jaga Rumah Sakit Serui, Ardian Rampolangi.Menurut dia, ruang perawatan di rumah sakit terpaksa dipindahkan ke arah Bandara Serui karena bangunannya rusak parah dan dikhawatirkan roboh.
Ratusan rumah dan sekolah di Serui dilaporkan mengalami kerusakan parah.Aktivitas warga pun masih lumpuh dan aliran listrik padam.Kepala Basarnas Biak Sumpeno Yuwono menjelaskan, regu penolong dari SAR Biak akan diberangkatkan ke Serui menggunakan kapal rescue melalui pelabuhan dermaga eks perusahaan ikan Biak Mina Jaya.
“Berdasarkan laporan sementara di Kepulauan Yapen dan ibu kota Serui, dampak gempa bumi mengakibatkan kerusakan rumah warga. Berapa persisnya, kami belum mengetahui secara pasti,”kata Sumpeno kemarin. Dia berharap, kehadiran tim SAR bisa membantu pemerintah setempat mengevakuasi masyarakat yang sebagian besar tinggal di pinggiran Laut Yapen.
Staf BMKG Pattimura Ambon Irwan Slamet menyatakan,gempa di wilayah Maluku tidak menimbulkan tsunami. Sementara sebagian warga di Kota Ambon panik dan berlarian keluar rumah maupun bangunan tingkat akibat guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat.
Mamuju Utara Diguncang Gempa
Gempa yang melanda Dusun Lambara Desa Kasano Kecamatan Baras Kabupaten Mamuju Utara (Matra) sekira pukul 08.25 pagi kemarin menewaskan seorang warga bernama Awal ,35.
Informasi yang dihimpun, gempa itu merusak puluhan rumah, pasilitas ibadah, dan beberapa sekolah hancur. Selain satu orang tewas, data sementara puluhan korban luka-luka tertimpa bangunan dan empat diantaranya kritis.
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh yang dihubungi tadi malam membenarkan jatuhnya satu korban jiwa akibat gempa yang mengguncang pagi kemarin. Dia mengatakan, beberapa fasilitas umum seperti tiga masjid dan beberapa sekolah rusak berat.
Pascabencana Pemprov Sulbar telah menerjunkan tim tanggap darurat bencana dan bantuan berupa tim medis, bantuan makanan, tenda, dapur umum, dan beberapa keperluan lainnya termasuk sembako ke lokasi gempa.
Saat terjadinya bergerakan tanah, kata Anwar diserta dengan semburan gas dan minyak dari rekahan. Diketahui, daerah tersebut termasuk wilayah kontrak kerja pengeboran minyak dan gas (migas) oleh NV Tately. “Ada hal unik dari musibah itu yakni munculnya semburan minyak dan gas,” tandas Gubernur Sulbar ini.
Senada diungkapkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar Arsyad Hafid bahwa, pihaknya telah menerjunkan bantuan ke lokasi gempa berupa tim dari tanggap darurat dan pihak Dinas Sosial untuk membantu korban gempa.
“Jadi, setelah mendengar informasi itu (gempa) kami langsung menerjunkan tim bencana alam dan dinas sosial provinsi untuk mengerahkan bantuan bagi korban tadi (kemarin),” ungkapnya kepada SI via ponselnya, tadi malam.
Selain menerjunkan tenaga untuk melakukan evakuasi, pihaknya juga mengaku telah memberikan bantuan berupa sembako bagi korban untuk keperluan hidup sehari-hari di tempat pengungsian.
“Kami berharap masyarakat tetap waspadai terjadinya gempa susulan. Namun, yang pasti kami (Pemprov) bersama pemerintah kabupaten setempat akan bahu-membahu untuk menangani masalah ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Polres) Mamuju Utara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kamaruddin mengungkapkan, pihaknya juga telah menerjunkan personilnya untuk melakukan evakuasi korban gempa. “Kami sudah turun ke lokasi dengan personil lengkap dan telah mengevakuasi korban gempa,” ungkapnya tadi malam.
Dia juga menyebutkan, pihaknya bersama Pemkab Matra telah melakukan upaya bantuan kepada korban dengan mendirikan posko kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) serta logistik untuk bantuan bagi korban.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya telah mendata korban akibat gempa tersebut sebanyak lima orang, satu diantaranya meninggal dunia atas nama Awal. “Empat orang lainnya luka parah dan telah mendapatkan perawatan medis,” jelas Kapolres Matra ini.
Mamuju Siapkan Bantuan
Bupati Mamuju Suhardi Duka menyatakan turut prihatin dengan gempa yang melanda kabupaten tetangganya di Mamuju Utara (Matra). Selanjutnya, Pemkab Mamuju akan mengordinasikan bantuan untuk dikirimkan ke sana.
“Secepatnya kita akan meninjau ke sana untuk melihat kerusakan dan kebutuhan korban,” kata Suhardi yang dihubungi, kemarin. Dia mengatakan, gempa yang mengguncang Matra beruntung tidak sampai ke wilayahnya.
“Alhamdulillah, efeknya tidak sampai di sini. Tidak ada laporan yang saya terima kalau ada wilayah kita yang terkena efek,” kata Suhardi. Sekedar diketahui, jarak dari Mamuju ke Matra sekitar 400 kilometer. (ant/okezone/abdullah nicolha/ai pasinringi).
Gempa Mamuju Utara, 1 Korban Tewas dan Puluhan Luka
RUSAK. Bupati Mamuju Utara (Matra) Abdullah Rasyid saat memantau rumah warga yang rusak akibat guncangan gempa tektonik di Kecamatan Baras Matra Rabu (16/6) lalu.
BIAK (SI) – Sembilan gempa bumi kemarin terjadi di wilayah Indonesia Timur. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa bervariasi antara 5,0–7,1 Skala Richter (SR).
Gempa pertama terjadi pukul 00.22 WIB berkekuatan 5,0 SR di wilayah 164 kilometer barat laut Saumlaki, Maluku. Disusul gempa di dekat lokasi yang sama dengan kekuatan 5,5 SR. Gempa lainnya terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pukul 07.52 WIB dengan kekuatan 5,3 SR disusul pukul 10.06 WIB di Biak,Papua,6,2 SR.
Selanjutnya gempa cukup besar berkekuatan 7,1 SR terjadi di 123 kilometer tenggara Biak pukul 10.16 WIB. Gempa susulan masih terjadi tiga kali di Biak dengan kekuatan 5,3 SR,6,6 SR,dan 5,0 SR. Pada pukul 15.17 WIB kembali terjadi gempa di Saumlaki dengan kekuatan 5,4 SR.
Gempa 7,1 SR di Biak yang terjadi pada kedalaman 10 km dengan pusat gempa di laut dirasakan di Nabire,Manokwari,danSerui.Gempa mengakibatkan sebagian besar masyarakat Kabupaten Biak Numfor berhamburan keluar rumah. “Gempanya sangat terasa bergetar di sekitar rumah,” ungkap Heppi Komaruddin,warga Distrik Samofa.
Warga sempat panik setelah mendengar adanya peringatan dari BMKG bahwa gempa bumi tektonik di Biak berpotensi menimbulkan tsunami.Sebagian warga di pesisir pantai keluar rumah karena takut terjadi tsunami.Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Biak Bambang Hermanto mengungkapkan, kondisi Laut Biak masih aman pascagempa.
Gempa juga mengakibatkan Kantor Bupati Serui,Papua, dikabarkan rata dengan tanah.“Kantor bupati kabarnya rata dengan tanah,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Serui Digit Purnomo saat dikonfirmasi kemarin. Dia menambahkan, warga di Serui belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.
Menurut Digit, sesaat setelah gempa warga masih berada di tanah lapang untuk menyelamatkan diri dan khawatir ada gempa susulan. Selain itu, gempa mengakibatkan kebakaran di sejumlah kawasan. Selain di Jalan Maria Dey dan Jalan Tarau, api membakar pemukiman warga di Kompleks Masjid Agung.
Hingga tadi malam informasi yang diperoleh harian Seputar Indonesiamenyebutkan,dua warga Serui tewas akibat gempa.Kedua korban diketahui tewas setelah tertimbun puing-puing bangunan karena guncangan gempa.Korban bernama Amaria, 47, dan seorang bayi berusia lima bulan bernama Adrian. Keduanya mengalami patah tulang sangat serius.
“Selain dua warga yang tewas, beberapa warga lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka dan patah tulang,” ujar dokter jaga Rumah Sakit Serui, Ardian Rampolangi.Menurut dia, ruang perawatan di rumah sakit terpaksa dipindahkan ke arah Bandara Serui karena bangunannya rusak parah dan dikhawatirkan roboh.
Ratusan rumah dan sekolah di Serui dilaporkan mengalami kerusakan parah.Aktivitas warga pun masih lumpuh dan aliran listrik padam.Kepala Basarnas Biak Sumpeno Yuwono menjelaskan, regu penolong dari SAR Biak akan diberangkatkan ke Serui menggunakan kapal rescue melalui pelabuhan dermaga eks perusahaan ikan Biak Mina Jaya.
“Berdasarkan laporan sementara di Kepulauan Yapen dan ibu kota Serui, dampak gempa bumi mengakibatkan kerusakan rumah warga. Berapa persisnya, kami belum mengetahui secara pasti,”kata Sumpeno kemarin. Dia berharap, kehadiran tim SAR bisa membantu pemerintah setempat mengevakuasi masyarakat yang sebagian besar tinggal di pinggiran Laut Yapen.
Staf BMKG Pattimura Ambon Irwan Slamet menyatakan,gempa di wilayah Maluku tidak menimbulkan tsunami. Sementara sebagian warga di Kota Ambon panik dan berlarian keluar rumah maupun bangunan tingkat akibat guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat.
Mamuju Utara Diguncang Gempa
Gempa yang melanda Dusun Lambara Desa Kasano Kecamatan Baras Kabupaten Mamuju Utara (Matra) sekira pukul 08.25 pagi kemarin menewaskan seorang warga bernama Awal ,35.
Informasi yang dihimpun, gempa itu merusak puluhan rumah, pasilitas ibadah, dan beberapa sekolah hancur. Selain satu orang tewas, data sementara puluhan korban luka-luka tertimpa bangunan dan empat diantaranya kritis.
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh yang dihubungi tadi malam membenarkan jatuhnya satu korban jiwa akibat gempa yang mengguncang pagi kemarin. Dia mengatakan, beberapa fasilitas umum seperti tiga masjid dan beberapa sekolah rusak berat.
Pascabencana Pemprov Sulbar telah menerjunkan tim tanggap darurat bencana dan bantuan berupa tim medis, bantuan makanan, tenda, dapur umum, dan beberapa keperluan lainnya termasuk sembako ke lokasi gempa.
Saat terjadinya bergerakan tanah, kata Anwar diserta dengan semburan gas dan minyak dari rekahan. Diketahui, daerah tersebut termasuk wilayah kontrak kerja pengeboran minyak dan gas (migas) oleh NV Tately. “Ada hal unik dari musibah itu yakni munculnya semburan minyak dan gas,” tandas Gubernur Sulbar ini.
Senada diungkapkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar Arsyad Hafid bahwa, pihaknya telah menerjunkan bantuan ke lokasi gempa berupa tim dari tanggap darurat dan pihak Dinas Sosial untuk membantu korban gempa.
“Jadi, setelah mendengar informasi itu (gempa) kami langsung menerjunkan tim bencana alam dan dinas sosial provinsi untuk mengerahkan bantuan bagi korban tadi (kemarin),” ungkapnya kepada SI via ponselnya, tadi malam.
Selain menerjunkan tenaga untuk melakukan evakuasi, pihaknya juga mengaku telah memberikan bantuan berupa sembako bagi korban untuk keperluan hidup sehari-hari di tempat pengungsian.
“Kami berharap masyarakat tetap waspadai terjadinya gempa susulan. Namun, yang pasti kami (Pemprov) bersama pemerintah kabupaten setempat akan bahu-membahu untuk menangani masalah ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Polres) Mamuju Utara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kamaruddin mengungkapkan, pihaknya juga telah menerjunkan personilnya untuk melakukan evakuasi korban gempa. “Kami sudah turun ke lokasi dengan personil lengkap dan telah mengevakuasi korban gempa,” ungkapnya tadi malam.
Dia juga menyebutkan, pihaknya bersama Pemkab Matra telah melakukan upaya bantuan kepada korban dengan mendirikan posko kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) serta logistik untuk bantuan bagi korban.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya telah mendata korban akibat gempa tersebut sebanyak lima orang, satu diantaranya meninggal dunia atas nama Awal. “Empat orang lainnya luka parah dan telah mendapatkan perawatan medis,” jelas Kapolres Matra ini.
Mamuju Siapkan Bantuan
Bupati Mamuju Suhardi Duka menyatakan turut prihatin dengan gempa yang melanda kabupaten tetangganya di Mamuju Utara (Matra). Selanjutnya, Pemkab Mamuju akan mengordinasikan bantuan untuk dikirimkan ke sana.
“Secepatnya kita akan meninjau ke sana untuk melihat kerusakan dan kebutuhan korban,” kata Suhardi yang dihubungi, kemarin. Dia mengatakan, gempa yang mengguncang Matra beruntung tidak sampai ke wilayahnya.
“Alhamdulillah, efeknya tidak sampai di sini. Tidak ada laporan yang saya terima kalau ada wilayah kita yang terkena efek,” kata Suhardi. Sekedar diketahui, jarak dari Mamuju ke Matra sekitar 400 kilometer. (ant/okezone/abdullah nicolha/ai pasinringi).
Wednesday, June 16, 2010
AS-SALAM Konvoi di Kecamatan Lilirilau
Wednesday, 16 June 2010
KONVOI. Ratusan warga Kecamatan Lilirilau ikut berkonvoi dengan paket AS-SALAM saat menggelar kampanye di tanah kelahiran Cabup AS-SALAM Andi Sarimin Saransi. (FOTO: Abdullah Nicolha).
WATANSOPPENG (SI) – Andi Sarimin Saransi-Kiai Muda Sulaeman (AS-SALAM), pasangan cabup-cawabup bernomor urut 6,menggelar konvoi kendaraan bersama ribuan massa pendukung di Kecamatan Lilirilau.
Di kota kelahiran cabup Andi Sarimin Saransi itu,pasangan AS-SALAM menggelar kampanye terbuka. Bahkan,paket AS-SALAM saat menggelar kampanye di daerah perbatasan Kabupaten Soppeng- Wajo itu seakan menjawab bahwa Kecamatan Lilirilau merupakan basis utama pasangan bernomor 6 itu.
Kendati tetap menggunakan metode dialogis, antusiasme masyarakat Lilirilau tampak saat ASSALAM menggelar kampanye terbuka.
Terbukti, saat pasangan tersebut bergerak menuju lokasi kampanye, warga yang dilewati rombongan AS-SALAM ikut berkonvoi.
“Saya sangat terharu melihat antusiasme warga.Awalnya kami berangkat dari Cabenge hanya puluhan mobil tanpa motor, tapi sedikit demi sedikit warga ikut serta dengan menggunakan kendaraan roda dua hingga mencapai ratusan,” kata Kiai Muda Sulaeman.
Legislator PPP Soppeng ini menambahkan, pihaknya tidak pernah mengajak warga ikut berkonvoi dalam berkampanye. “Kami tidak pernah memanggil, apalagi menggunakan bayaran kepada warga untuk ikut konvoi, tapi dengan ikhlas mereka semua ikut bergabung bersama kami,” ujarnya.
Rasa haru dua figur ulama dan umara itu bertambah, mengingat hujan baru saja reda dan medan yang dilewati tergolong sulit, tapi warga tetap bersemangat untuk ikut.
“Meskipun tadi hujan sangat deras, medan perbukitan kami lewati. Tapi itu semua tidak membuat semangat mereka surut untuk ikut serta bersama kami. Jelas kami sangat terharu dan kami ucapkan banyak terima kasih kepada mereka semua,”pungkasnya.
Dalam kampanye dialogis tersebut, lima titik kembali didatangi, yakni Desa Belo,Abbanuange,Tetewatu, Paroto, dan Parenring. Semua desa tersebut merupakan wilayah yang tergolong terpencil yang ada di Kecamatan Lilirilau Soppeng. (abdullah nicolha)
Subscribe to:
Posts (Atom)