Saturday, October 30, 2010

Fasilitas MCK Asrama Haji Dikeluhkan

Selasa, 19 Oktober 2010
MAKASSAR(SINDO) – Sejumlah calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar),mengeluhkan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di Asrama Haji Sudiang.Pasalnya, di sejumlah kamar,air tidak mengalir lancar.

Calhaj mengaku, mereka sangat kesulitan karena harus berpindah ke kamar hanya untuk mandi, buang hajat,dan berwudu.Kondisi tersebut terjadi di kamar 4 Wisma 8 yang mengakibatkan penghuni kamar mengeluh.

“Air tidak mengalir sehingga kami sangat kesulitan melaksanakan salat subuh dan mandi, serta buang air,” kata salah seorang calhaj Sukma, 50, kepada wartawan, kemarin.

Padahal, air merupakan kebutuhan mendasar yang harus disediakan pihak pengelola Asrama Haji Sudiang untuk keperluan calon haji.Bahkan,ada beberapa calhaj yang terpaksa tidak melaksanakan salat subuh tepat pada waktunya karena tidak mendapatkan
air untuk wudu.

Banyak juga calhaj yang terpaksa menumpang di kamar lain untuk mandi pagi. Ada pula yang menggunakan kamar mandi masjid.

Beruntung, persediaan air di sejumlah kamar dan masjid masih bisa digunakan wudu dan mandi. “Seharusnya pengelola asrama memperhatikan hal-hal semacam ini sehingga calon haji tidak mengalami kesulitan melaksanakan rutinitas,seperti salat dan mandi,”
ujarnya.

Fasilitas dan pelayanan lain di Asrama Haji Sudiang sudah cukup memadai, tapi membutuhkan sedikit perbaikan. “Secara keseluruhan fasilitas lain kondisinya cukup
baik. Hanya pengelola harus sudah melakukan perbaikan instalasi air agar calhaj yang akan masuk tidak lagi mengalami kesulitan serupa,”tandasnya.

Calhaj lainnya,Baharuddin,45, juga mengaku, terpaksa mandi di masjid karena air di kamarnya tidak mengalir lancar. (abdullah nicolha)

Calhaj Minati Kartu Perdana Arab

KARTU PERDANA: Nampak petugas konter yang menyediakan kartu perdana Arab sedang sibuk melayani para Calhaj yang meminati kartu perdana tersebut di kawasan Asrama Haji Sudiang, kemarin.

MAKASSAR (SINDO) — Kartu perdana operator seluler Arab Saudi yang tersedia di salah satu counter handphone di kawasan Asrama Haji Sudiang Makassar, diminati calon haji.Sejak pemberangkatan Kloter 1, counter tersebut tidak pernah sepi pembeli.

Salah seorang Calhaj asal Maluku Utara Nursiah ,42, mengaku, membeli kartu perdana Arab tersebut sebagai persiapan untuk berkomunikasi dengan keluarga yang ada di kampung halaman saat berada di Tanah Suci Mekkah.

Setelah mendapat penjelasan dari petugas counter akan kegunaan kartu perdana Arab Saudi tersebut dia mulai tertarik dan memutuskan membelinya. Meski harganya sedikit mahal dari kartu yang ada di Indonesia.

“Saat berada di Tanah Suci,saya harus tetap berkomunikasi dengan keluarga di Maluku Utara agar mereka juga bisa tetap mengetahui kondisi saya, jadi persiapan karena nanti kalau sudah disana pasti sibuk mencari untuk berkomunikasi dengan keluarga,”ucapnya.

Salmiah seorang Calhaj lainnya juga mengaku,pembelian kartu perdana Arab nanti akan sangat dibutuhkan saat berada di tanah suci.“Ini akan memudahkan menghubungi keluarga di rumah,”katanya.

Seorang petugas konter yang menyediakan kartu perdana Arab Ridho ,27, mengatakan, dalam sehari,jumlah kartu perdana yang terjual cukup bervariasi, mulai dari tiga kartu hingga 10 kartu.

“Jika dirata-ratakan, sejak awal pemberangkatan Haji ini, jumlah kartu perdana Arab yang sudah terjual mencapai 50-an kartu,” ungkapnya.

Dia juga mengaku, penjualan terbanyak terjadi dua hari yang lalu, saat pemberangkatan Calon Jamaah Haji Kloter VI asal Provinsi Maluku Utara. Ridho menyebutkan, kartu perdana Arab yang dijualnya seharga Rp180.000,yang didalamnya sudah terdapat pulsa sebesar 30 Riyal. (abdullah nicolha)

Posko Bencana Wasior di Asrama Haji

Senin, 18 Oktober 2010
MAKASSAR (SINDO) – Dompet Dhuafa Sulsel bekerja sama dengan Badan Amil Zakat (BAZ) setempat mendirikan posko penggalangan dana untuk korban banjir bandang Wasior Papua Barat di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Manager Fundrasing Dompet Dhuafa Sulsel Isra Prasetya Idris mengatakan, posko ini didirikan sebagai tempat para calhaj yang ingin berpartisipasi menyumbangkan sedikit hartanya untuk korban banjir di Wasior.

“Mungkin banyak calhaj yang ingin menyumbangkan dana untuk meringankan beban korban banjir Wasior sehingga kami mengambil inisiatif untuk membuka posko di Asrama Haji Sudiang,” tuturnya kepada wartawan di Asarama Haji Sudiang Makassar
kemarin.

Menurut dia, posko penggalangan dana ini mulai dibuka sejak Rabu 13 Oktober lalu dan akan beroperasi hingga 9 November. Dia menambahkan, sejak beroperasi selama dua hari terakhir,sudah terdapat beberapa calhaj yang menyumbangkan dana untuk korban
banjir di Wasior.

“Hasil pengumpulan dana ini akan langsung disetorkan ke posko utama yang Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar untuk dikumpulkan bersama dengan hasil penggalangan dana di posko lain,” ucapnya. (abdullah nicolha)

Pengelola Asrama Janji Sediakan Fasilitas ATM

Senin, 18 Oktober 2010

MAKASSAR(SINDO) – Badan Pengelola Asrama Haji (BPAH) Embarkasi Makassar berjanji akan mengupayakan penyediaan fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM) di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Upaya tersebut untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para calon haji (calhaj) yang tiba di pemondokan dan berangkat melalui Embarkasi Makassar.Selain itu, sejumlah calhaj mengeluhkan sulitnya pencairan uang melalui ATM.

“Insya Allah kami akan mengupayakan untuk pengadaan fasilitas tersebut,tentu akan berkoordinasi dengan pihak bank yang ada di Makassar,” kata Wakil Bendahara BPAH Sudiang Makassar Ikbal Ismail kepada SINDO di Asrama Haji Sudiang kemarin.

Dia mengakui,salah satu kekurangan fasilitas di Asrama Haji, yakni tidak adanya fasilitas ATM tersebut. Kondisi itu diakuinya berdampak pada kenyamanan jamaah, baik saat masuk asrama maupun kepulangan dari Tanah Suci Mekkah.

“Memang kenyataannya masih ada yang kurang,yakni belum adanya fasilitas ATM dari pihak bank. Kami hanya pengelola dan kewenangan ada pada pihak bank, jadi kami hanya berupaya berkoordinasi,” pungkasnya.

Pihaknya juga mengaku bahwa pada musim haji tahun lalu, ada bank yang menyediakan fasilitas tersebut, namun dalam bentuk ATM mobile dan itu dapat memudahkan para calhaj.

“Tahun lalu memang ada ATM mobile,mudah-mudahan itu dapat diupayakan lagi agar memudahkan calhaj yang ingin menarik uang dari bank,” tandas Wakil Bendahara BPAH Sudiang Makassar ini.

Dari pantauan,di lokasi pondokan haji itu, ada beberapa kantor bank yang melayani penukaran uang dari rupiah ke riyal,tapi mereka hanya melakukan penukaran uang dan tidak melayani pencairan uang tunai.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah calhaj yang masuk pondokan Asrama Haji Sudiang Makassar mengeluhkan tidak tersedianya mesin ATM di lokasi asrama yang membuat sejumlah calhaj mengalami kesulitan dalam pencairan uang selama berada di pondokan. (abdullah nicolha)

Keluarga Hanya Bisa Pasrah

KISAH SEDIH CALHAJ ASAL SOPPENG (3/habis)
Senin, 18 Oktober 2010

“Harapan Masse ,51, untuk berangkat ke Makkatul Muqarramah bersama adiknya Warisa ,40,buyar saat pihak medis di Asrama Haji Sudiang Makassar yang langsung merujuknya ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk menjalani perawatan intensif,”

MASSE binti Dafiside ,51, hanya bisa terbaring lemah dan pasrah di tempat pembaringan kamar 4 ruang perawatan paviliun palem Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo Makassar kemarin, karena tidak bisa berjalan seperti calon haji lainnya setelah mengalami kecelakaan kecil di sekitar rumahnya tiga hari sebelum pemberangkatan.

Disisinya, terlihat anaknya Hj Salmah setia menemani sang ibu yang yang divonis patah tulang dari petugas medis Panitia Pengelola Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar.

Hingga kini, Masse masih terbaring RS Wahidin Sudirohusodo untuk mendapatkan perawatan dan menunda pemberangkatannya hingga kondisinya membaik.

Masse dan keluarganya hanya bisa pasrah dan berserah diri kepada sang khaliq mendengar vonis tersebut.Terutama, jika memang pada musim haji tahun ini belum
bisa berangkat bersama dengan jamaah lain.

“Kami hanya bisa pasrah dan bersabar jika memang ALLAH SWT menghendaki saya belum bisa berangkat tahun ini, karena ini pasti ada hikmahnya,” kata Masse dengan nada parau kepada SINDO saat ditemui di ruang perawatannya, kemarin.

Kendati harus menjalani perawatan intensif,namun ibu dua anak ini mengaku bahwa saat ini dia merasa baik dan hanya bedanya dirinya tidak bisa berjalan dengan normal seperti orang pada umumnya dan harus menggunakan alat bantu atau dituntun.

“Kalau perasaan sangat baik nak,cuma itu saja kaki tidak bisa berjalan,”tuturnya. Meski begitu,dirinya tetap berharap bisa berangkat tahun ini,namun jika Tuhan belum mengijinkan harus menunggu.

Anaknya, Salmah juga mengaku hanya bisa pasrah atas kehendak Ilahi karena apa yang terjadi pada ibunya Masse merupakan kehendak-Nya dan tentu ada hikmah di balik kejadian itu.

“Ini pasti ada hikmahnya dan kami hanya bisa berdoa dan pasrah, karena jika belum dipanggil tahun ini mudah-mudahan tahun depan bisa,” ujarnya kepada SINDO, kemarin.
(abdullah nicolha)